Lompat ke isi

Keberadaan Ulama Perempuan Masih Terpinggirkan Di Ruang Publik: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi 'Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) dan The Asian Muslim Action Network (AMAN) mengge...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(5 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel:'''
{|
|Sumber Original
|:
|[http://www.radarcirebon.com/keberadaan-ulama-perempuan-masih-terpinggirkan-di-ruang-publik.html radarcirebon.com]
|-
|Tanggal Publikasi
|:
|25 April 2017
|-
|Penulis
|:
| Fazri
|-
|Artikel Lengkap
|:
|[http://www.radarcirebon.com/keberadaan-ulama-perempuan-masih-terpinggirkan-di-ruang-publik.html Keberadaan Ulama Perempuan Masih Terpinggirkan Di Ruang Publik]
|}
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) dan The Asian Muslim Action Network (AMAN) menggelar seminar internasional tentang ulama perempuan di Auditorium Pascasarjana, Selasa (25/4).
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) dan The Asian Muslim Action Network (AMAN) menggelar seminar internasional tentang ulama perempuan di Auditorium Pascasarjana, Selasa (25/4).


Sebanyak 1.270 peserta hadir dalam seminar tersebut. Di mana, peserta yang hadir didominasi kaum hawa.
Sebanyak 1.270 peserta hadir dalam seminar tersebut. Di mana, peserta yang hadir didominasi kaum hawa.


Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) Kongres [[Ulama Perempuan Indonesia]] Dra Hj Badriyah Fayumi Lc MA yang sekaligus Wakil Ketua Pengurus Pusat [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU)  mengatakan, tujuan kongres ini adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui.
Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] Dra Hj [[Badriyah Fayumi]] Lc MA yang sekaligus Wakil Ketua Pengurus Pusat [[Lembaga]] Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU)  mengatakan, tujuan kongres ini adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui.


Sebab menurutnya, dominasi budaya patriarkat berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik.
Sebab menurutnya, dominasi budaya patriarkat berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik.
Baris 16: Baris 35:


Acara ini merupakan rangkaian Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 25-27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. (fazri)
Acara ini merupakan rangkaian Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 25-27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon Jawa Barat. (fazri)
Radarcirebon.com, 25 April 2017
''Sumber: <nowiki>http://www.radarcirebon.com/keberadaan-ulama-perempuan-masih-terpinggirkan-di-ruang-publik.html</nowiki>''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]