Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Informasi Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/membincang-hak-pendidikan-perempuan-disabilitas-yang-terabaikan/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Terbi...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox berita, opini|italic title=Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan|sumber=[https://mubadalah.id/membincang-hak-pendidikan-perempuan-disabilitas-yang-terabaikan/ Mubadalah.id]|name=|author=Dianita Lestari|title_orig=Membincang Hak Pendidikan Perempuan Disabilitas yang Terabaikan|pub_date=2 Februari 2026|image=Berkas:Mubadalah.id.png|note=''*)Artikel ini merupakan hasil dari Mubadalah goes to Community Surakarta, kerjasama Media Mubadalah dengan UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta.''}}'''Mubaadalah.id -''' Menjadi disabilitas tentu bukan pilihan siapapun, namun ia adalah takdir yang harus dijalani dengan [[ikhlas]] agar tidak semakin memperberat hidup. Disabilitas tidak hanya mengalami hambatan dari dalam diri tetapi juga harus dihadapkan dengan beragam stigma di masyarakat bahkan lingkungan terdekat. Terutama pandangan tentang pendidikan, banyak masyarakat awam bahkan tidak jarang disabilitas sendiri menganggap pendidikan bagi penyandang disabilitas adalah hal tabu. | |||
{| | |||
|[https://mubadalah.id/membincang-hak-pendidikan-perempuan-disabilitas-yang-terabaikan/ Mubadalah.id] | |||
| | |||
| | |||
| | |||
|2 Februari 2026 | |||
|: | |||
|''*)Artikel ini merupakan hasil dari | |||
'''Mubaadalah.id -''' Menjadi disabilitas tentu bukan pilihan siapapun, namun ia adalah takdir yang harus dijalani dengan [[ikhlas]] agar tidak semakin memperberat hidup. Disabilitas tidak hanya mengalami hambatan dari dalam diri tetapi juga harus dihadapkan dengan beragam stigma di masyarakat bahkan lingkungan terdekat. Terutama pandangan tentang pendidikan, banyak masyarakat awam bahkan tidak jarang disabilitas sendiri menganggap pendidikan bagi penyandang disabilitas adalah hal tabu. | |||
Tahu baca dan tulis saja sudah alhamdulillah katanya. Karena banyak dari mereka yang hanya tamatan sekolah dasar atau bahkan tidak sampai tamat Ataupun tidak sekolah sama sekali. Hal ini terjadi karena berbagai faktor mulai dari stigma, ketidakpahaman tentang penyandang disaabilitas yang menimbulkan anggapan tidak mampu, dipandang berbeda derajat dengan non disabilitas hingga diskriminasi dan bullying yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan. | Tahu baca dan tulis saja sudah alhamdulillah katanya. Karena banyak dari mereka yang hanya tamatan sekolah dasar atau bahkan tidak sampai tamat Ataupun tidak sekolah sama sekali. Hal ini terjadi karena berbagai faktor mulai dari stigma, ketidakpahaman tentang penyandang disaabilitas yang menimbulkan anggapan tidak mampu, dipandang berbeda derajat dengan non disabilitas hingga diskriminasi dan bullying yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan. | ||
| Baris 24: | Baris 7: | ||
Istilah normal dan tidak normal hingga saat ini masih sering digunakan di masyarakat kita. Padahal semua manusia diciptakan dengan kenormalan masing-masing. Disabilitas normal melakukan sesuatu dengan cara mereka. Tetapi seolah-olah normal tidak normal hanya dipandang dari kewajaran secara umum. Kemudian mereka yang disebut “tidak normal” akan di diskreditkan dan dikotak-kotakkan mulai dari aspek pendidikan dan lainnya. | Istilah normal dan tidak normal hingga saat ini masih sering digunakan di masyarakat kita. Padahal semua manusia diciptakan dengan kenormalan masing-masing. Disabilitas normal melakukan sesuatu dengan cara mereka. Tetapi seolah-olah normal tidak normal hanya dipandang dari kewajaran secara umum. Kemudian mereka yang disebut “tidak normal” akan di diskreditkan dan dikotak-kotakkan mulai dari aspek pendidikan dan lainnya. | ||
Sekolah Luar Biasa (SLB) | == Sekolah Luar Biasa (SLB) == | ||
Dalam pendidikan yang sudah tidak asing lagi adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). Semua anak yang tidak termasuk dalam etika kenormalan di mata masyarakat harus berada di lingkungan tersebut. Hal ini memang tidak salah, tetapi semakin mempersempit pergaulan dan cara pandang anak terhadap dunia luar. Mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengenal dunia luar. | Dalam pendidikan yang sudah tidak asing lagi adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). Semua anak yang tidak termasuk dalam etika kenormalan di mata masyarakat harus berada di lingkungan tersebut. Hal ini memang tidak salah, tetapi semakin mempersempit pergaulan dan cara pandang anak terhadap dunia luar. Mereka tidak mendapat kesempatan untuk mengenal dunia luar. | ||
| Baris 40: | Baris 22: | ||
Hal yang saat ini masih mengakar di masyarakat kita adalah belas kasihan yang tidak mendatangkan apapun bagi disabilitas. Ketidakpahaman mereka tentang hak dan kewajiban yang sama sering menimbulkan ketimpangan dari berbagai aspek. | Hal yang saat ini masih mengakar di masyarakat kita adalah belas kasihan yang tidak mendatangkan apapun bagi disabilitas. Ketidakpahaman mereka tentang hak dan kewajiban yang sama sering menimbulkan ketimpangan dari berbagai aspek. | ||
Advokasi | == Advokasi == | ||
Meskipun saat ini pemerintah telah menggalakkan advokasi bagi penyandang disabilitas, pada kenyataannya perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan ganda dalam mengakses pendidikan yang setara dan bermutu. | Meskipun saat ini pemerintah telah menggalakkan advokasi bagi penyandang disabilitas, pada kenyataannya perempuan penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan ganda dalam mengakses pendidikan yang setara dan bermutu. | ||