Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Informasi Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://mubadalah.id/merebut-makna-disabilitas-ke-difabilitas/ Mubadalah.id] |- |Tanggal Terbit |: |24 Februari 2026...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox berita, opini|italic title=Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas|sumber=[https://mubadalah.id/merebut-makna-disabilitas-ke-difabilitas/ Mubadalah.id]|name=|author=Aulia Normalita|title_orig=Merebut Makna: Disabilitas ke Difabilitas|pub_date=24 Februari 2026|image=Berkas:Mubadalah.id.png|note=''*)Artikel ini merupakan hasil dari Mubadalah goes to Community Surakarta, kerjasama Media Mubadalah dengan UPT Perpustakaan UIN Raden Mas Said Surakarta.''}}'''Mubadalah.id -''' Tulisan ini menjadi gagasan lanjutan pascatulisan pertama mengenai bahasa yang termuat dalam laman Mubadalah.id bertajuk Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme. Persoalan perebutan makna istilah dalam bahasa yang kerap kali sepele dan teranggap tak terlalu penting untuk kita ulas lebih dalam. Padahal, di balik setiap istilah, terdapat kepentingan dan relasi kuasa yang membentuk bagaimana kita memahami realitas untuk memperlakukan sesama. | |||
{| | |||
|[https://mubadalah.id/merebut-makna-disabilitas-ke-difabilitas/ Mubadalah.id] | |||
| | |||
| | |||
|: | |||
|24 Februari 2026 | |||
|: | |||
|''*)Artikel ini merupakan hasil dari | |||
'''Mubadalah.id -''' Tulisan ini menjadi gagasan lanjutan pascatulisan pertama mengenai bahasa yang termuat dalam laman Mubadalah.id bertajuk Bahasa Disabilitas: dari Peyorasi ke Eufemisme. Persoalan perebutan makna istilah dalam bahasa yang kerap kali sepele dan teranggap tak terlalu penting untuk kita ulas lebih dalam. Padahal, di balik setiap istilah, terdapat kepentingan dan relasi kuasa yang membentuk bagaimana kita memahami realitas untuk memperlakukan sesama. | |||
Meski demikian, para pemerhati Bahasa agaknya risi ketika mendapati diksi atau istilah yang tidak sesuai dengan tempatnya. Semacam ada pemaksaan jodoh kata atau penggunaan istilah yang nekat tetap tergunakan meski memuat kesan tidak pas, begitu ungkap Eko. | Meski demikian, para pemerhati Bahasa agaknya risi ketika mendapati diksi atau istilah yang tidak sesuai dengan tempatnya. Semacam ada pemaksaan jodoh kata atau penggunaan istilah yang nekat tetap tergunakan meski memuat kesan tidak pas, begitu ungkap Eko. | ||
| Baris 22: | Baris 5: | ||
Istilah bukan sekadar rangkaian huruf, ia adalah medan kuasa, cara pandang, dan penentu posisi sosial. Ketika penggunaan istilah yang kurang baik tetap terpakai, maka ada proses melanggengkan istilah yang sebetulnya dapat kita perbaiki. Misalnya dalam istilah disabilitas atau difabilitas. | Istilah bukan sekadar rangkaian huruf, ia adalah medan kuasa, cara pandang, dan penentu posisi sosial. Ketika penggunaan istilah yang kurang baik tetap terpakai, maka ada proses melanggengkan istilah yang sebetulnya dapat kita perbaiki. Misalnya dalam istilah disabilitas atau difabilitas. | ||
== Perdebatan Istilah == | |||
Perdebatan antara istilah disabilitas atau difabilitas tidak bisa kita lihat hanya sebagai persoalan bahasa. Melainkan sebagai pertarungan makna tentang bagaimana masyarakat memandang tubuh, kemampuan, dan kemanusiaan. | Perdebatan antara istilah disabilitas atau difabilitas tidak bisa kita lihat hanya sebagai persoalan bahasa. Melainkan sebagai pertarungan makna tentang bagaimana masyarakat memandang tubuh, kemampuan, dan kemanusiaan. | ||
| Baris 42: | Baris 24: | ||
Pandangan tersebut tergambarkan sejak dari pendefinisian sebuah istilah yang mencetuskan ketidakmampuan seseorang, bukan pada kemampuan yang berbeda. | Pandangan tersebut tergambarkan sejak dari pendefinisian sebuah istilah yang mencetuskan ketidakmampuan seseorang, bukan pada kemampuan yang berbeda. | ||
== Disabilitas dalam pandangan medis == | |||
Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas Pasal 1 nomor 1 Tahun 2016 memaknai disabilitas sebagai orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama. | Undang-Undang tentang Penyandang Disabilitas Pasal 1 nomor 1 Tahun 2016 memaknai disabilitas sebagai orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama. | ||
| Baris 52: | Baris 33: | ||
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO), juga menguatkan bahwa disabilitas lebih terkenal dalam pandangan medis sebagai kondisi kesehatan atau gangguan. Selain menggunakan istilah “disability”, WHO juga memakai istilah impairment (gangguan atau kerusakan fungsi), activity limitation (pembatasan dalam melakukan aktivitas), serta participation restriction (hambatan dalam berpartisipasi). | Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO), juga menguatkan bahwa disabilitas lebih terkenal dalam pandangan medis sebagai kondisi kesehatan atau gangguan. Selain menggunakan istilah “disability”, WHO juga memakai istilah impairment (gangguan atau kerusakan fungsi), activity limitation (pembatasan dalam melakukan aktivitas), serta participation restriction (hambatan dalam berpartisipasi). | ||
== Menguak Makna Difabilitas == | |||
Istilah difabilitas atau difabel berasal dari Bahasa Inggris differently abled people yang berarti orang yang memiliki kemampuan berbeda. Istilah ini menegaskan adanya perbedaan kemampuan, bukan ketidakmampuan. Oleh karena itu, tampaknya istilah difabilitas jauh lebih halus daripada istilah disabilitas. | Istilah difabilitas atau difabel berasal dari Bahasa Inggris differently abled people yang berarti orang yang memiliki kemampuan berbeda. Istilah ini menegaskan adanya perbedaan kemampuan, bukan ketidakmampuan. Oleh karena itu, tampaknya istilah difabilitas jauh lebih halus daripada istilah disabilitas. | ||
| Baris 62: | Baris 42: | ||
Hasil penelitian memaparkan istilah tersebut mula-mula lahir dalam Konferensi Ketunanetraan Asia. Terselenggara di Singapura oleh International Federation of the Blind (IFB) bersama World Council for the Welfare of the Blind (WCWB). | Hasil penelitian memaparkan istilah tersebut mula-mula lahir dalam Konferensi Ketunanetraan Asia. Terselenggara di Singapura oleh International Federation of the Blind (IFB) bersama World Council for the Welfare of the Blind (WCWB). | ||
== Perkembangan Istilah == | |||
Perkembangan selanjutnya, istilah itu kemudian masuk ke dalam bahasa Indonesia menjadi “difabel”. Orang-orang yang mendukung penggunaan istilah tersebut menilai kurang tepat ketika menerjemahkan disability sebagai “ketidakmampuan”. | Perkembangan selanjutnya, istilah itu kemudian masuk ke dalam bahasa Indonesia menjadi “difabel”. Orang-orang yang mendukung penggunaan istilah tersebut menilai kurang tepat ketika menerjemahkan disability sebagai “ketidakmampuan”. | ||
| Baris 74: | Baris 53: | ||
Melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda. Dengan demikian, orang-orang tersebut tetap memiliki kesempatan, hak, dan nilai kemanusiaan yang sama dalam pandangan semua orang. | Melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda. Dengan demikian, orang-orang tersebut tetap memiliki kesempatan, hak, dan nilai kemanusiaan yang sama dalam pandangan semua orang. | ||
== Perjuangan Makna == | |||
Perdebatan antara disabilitas dan difabilitas menunjukkan bagaimana istilah mengandung ideologi. Isu kebahasaan dalam ranah disabilitas bukan sekadar alat penyebutan atau komunikasi, melainkan juga pembentuk cara pandang sosial. Istilah dalam bahasa bukan hanya deskripsi, tetapi simbol perlawanan yang menjadi arena perjuangan makna, menyetarakan sesuatu. | Perdebatan antara disabilitas dan difabilitas menunjukkan bagaimana istilah mengandung ideologi. Isu kebahasaan dalam ranah disabilitas bukan sekadar alat penyebutan atau komunikasi, melainkan juga pembentuk cara pandang sosial. Istilah dalam bahasa bukan hanya deskripsi, tetapi simbol perlawanan yang menjadi arena perjuangan makna, menyetarakan sesuatu. | ||
| Baris 81: | Baris 59: | ||
[[Kategori:Informasi dan Opini Kupibilitas]] | [[Kategori:Informasi dan Opini Kupibilitas]] | ||
[[Kategori:Opini Populer Kupibilitas]] | [[Kategori:Opini Populer Kupibilitas]] | ||
[[Kategori: | [[Kategori:Sosial, Budaya, dan Keagamaan]] | ||