Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 38 Partisipasi Perempuan di Kursi Dewan: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi ''''Informasi Buletin:''' {| |Sumber |: |Yayasan Fahmina |- |Nama Buletin |: |Warkah Al-Basyar |- |Seri |: | |- |Tanggal Terbit |: | |- |Penerbit |: |Fahmina In...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (6 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Buletin:''' | [[Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov38).jpg|kiri|nirbing|459x459px]] | ||
'''<u>Informasi Buletin:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 11: | Baris 12: | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
| | |Volume VII Tahun 2008; Edisi 38 | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Terbit | |Tanggal Terbit | ||
|: | |: | ||
|14 November 2008 M | |||
|- | |||
| | | | ||
| | |||
|''(16 Dzul Qa'idah 1429 H)'' | |||
|- | |- | ||
|Penerbit | |Penerbit | ||
| Baris 23: | Baris 28: | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Alifatul Arifiati | ||
|- | |- | ||
|Link Download | |Link Download | ||
|: | |: | ||
|Download Al-Basyar | |[https://drive.google.com/file/d/1DuqeAK-yTj8tk1i4v2qGKnjdbAsPykwi/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar] | ||
|} | |}Selama ini kita sering melihat betapa banyak perempuan yang hadir ketika ada acara pos pelayanan terpadu (posyandu), dengan tertib dan telaten memeriksakan kondisi kesehatan anak-anak mereka. Ini sangat berbeda ketika kita melihat kantor- kantor pemerintahan, berapa perempuan yang bekerja di sana? Atau berapa banyak Ibu-Ibu yang diundang pada rapat warga, setingkat RW, misalnya? Padahal yang lebih tahu kondisi rumah dan lingkungan lingkungan sekitarnya adalah perempuan. Tapi setiap kali membuat keputusan untuk warga, hanya laki-laki yang diajak bermusyawarah. | ||
Kini, perempuan Indonesia pantas bergembira Atas keluarnya UU No. 2 tahun 2008 tentang kewajiban bagi Partai Politik agar memberi kuota 30% bagi Calon lagislatif perempuan. Perempuan kini tak melulu menunaikan kerja-kerja domestik, kerja-kerja rumah tangga semata, tetapi diberi kesempatan lebar-lebar untuk memasuki dunia politik. Guna turut serta dalam menentukan kebijakan public, terutama menentukan perbaikan nasib perempuan itu sendiri. | |||
Memang UU No 12 tahun 2003 tentang Pemilu yang hanya 'memperhatikan kuota 30%' tetapi pada UU No. 2 tahun 2008 sudah mulai ada memberi angin segar karena jelas tercantum dalam Pasal 2 ayat 2: Pendirian dan pembentukan partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menyertakan 30% (tiga puluh Kini, perempuan Indonesia perseratus) keterwakilan perempuan. pants bergembira atas keluarnya UU Pada pasal 2 ayat 5 dinyatakan bahwa No. 2 tahun 2008 tentang kewajiban bagi "Kepengurusan partai politik tingkat Partai Politik agar memberi kuota 30% pusat sebagaimana dimaksud pada ayat bagi calon lagislatif perempuan. (3) disusun dengan menyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. Sedangkan pada Pasal 20 dinyatakan bahwa: "Kepengurusan partai politik tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 19 ayat (2) dan ayat (3) disusun dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) yang diatur dalam AD dan ART partai politik masing-masing". | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Buletin]] | [[Kategori:Buletin]] | ||
[[Kategori:Warkah Al-Basyar]] | [[Kategori:Warkah Al-Basyar]] | ||
[[Kategori:Warkah Al-Basyar Vol7]] | [[Kategori:Warkah Al-Basyar Vol7]] | ||