Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2009; Edisi 46 Selamat Tahun Baru; Refleksi Awal Tahun: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''Informasi Buletin:''' {| |Sumber |: |Yayasan Fahmina |- |Nama Buletin |: |Warkah Al-Basyar |- |Seri |: | |- |Tanggal Terbit |: | |- |Penerbit |: |Fahmina In...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(9 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov46).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 11: Baris 12:
|Seri
|Seri
|:
|:
|
|Volume VII Tahun 2009; Edisi 46
|-
|-
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|09 Januari 2009 M
|-
|
|
|
|''(12 Muharam 1430 H)''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 23: Baris 28:
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|
|KH. Mustafa Bisri
|-
|-
|Link Download
|Link Download
|:
|:
|Download Al-Basyar
|[https://drive.google.com/file/d/1T3GD89M6XApyc7YxkSVpcDK-Ayzaynzq/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}Tahun ini, tahun baru Hijriyah hampir bersamaan dengan tahun baru Masehi. Biasanya tahun baru Masehi disambut dengan hiruk-pikuk luar biasa. Sementara tahun baru Hijriyah yang sering diidentikkan dengan tahun Islam, tidak demikian. Tidak ada trek-trekan sepeda motor di jalanan. Tidak ada terompet, tidak ada panggung-panggung hiburan. Yang ada di sementara mesjid, kaum muslimin berkumpul berjamaah salat Ashar-meski biasanya tidak-lalu bersama-sama berdoa. akhir tahun; memohon agar dosa-dosa di tahun yang hendak ditinggalkan diampuni oleh Allah dan amal-amal diterima oleh-Nya. Kemudian menunggu shalat Maghrib-biasanya tidak-dan salat berjamaah lalu bersama-sama berdoa awal tahun. Memohon kepada Allah swt agar di tahun baru dibantu melawan setan dan antek-anteknya, ditolong menundukkan hawa nafsu, dan dimudahkan untuk melakukan amal-amal yang lebih mendekatkan kepada Allah swt.
 
Sejatinya, tahun baru berarti bertambahnya umur. Kita tahu umur digunakan secara baik dan efisien atau tidak, tentu saja bila kita selalu melakukan muhasabah (evaluasi). Minimal setahun sekali. Apabila tidak, insya Allah kita hanya akan mengulang- ulang apa yang sudah; atau bahkan lebih buruk dari yang sudah. Padahal ada dawuh (gaul ulama): "Barangsiapa yang hari-harinya sama, dialah orang yang merugi; barangsiapa yang hari ini-nya lebih buruk dari kemarin-nya, celakalah orang itu."


Apabila kita amati kehidupan kaum muslimin di negeri kita ini sampai dengan penghujung tahun 1428 H, boleh jadi kita bingung mengatakannya. Apakah kehidupan kaum muslimin. selama ini menggembirakan atau menyedihkan? Soalnya dari satu sisi, kehidupan keberagamaan terlihat begitu hebat di negeri ini. Al-Quran tidak hanya dibaca di mesjid, di mushalla, atau di rumah-rumah pada saat senggang, tetapi juga dilombakan dalam MTQ-MTQ Bahkan pada bulan Ramadan diteriakkan oleh pengeras suara-pengeras suara setiap waktu. Lafal-lafalnya ditulis indah-indah dalam lukisan kaligrafi. Malah dibuatkan museum agar umat melihat berbagai versi kitab suci itu dari yang produk kuno hingga yang modern; dari yang berbentuk mini hingga raksasa. Sedangkan ajarannya, juga sesekali dijadikan bahan khutbah dan ceramah para ustadz. Didiskusikan di seminar-seminar dan halqah-halqah, dicuplik oleh beberapa politisi pada saat kampanye atau rapat-rapat partai.
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Warkah Al-Basyar]]
[[Kategori:Warkah Al-Basyar]]
[[Kategori:Warkah Al-Basyar Vol7]]
[[Kategori:Warkah Al-Basyar Vol7]]

Revisi terkini sejak 19 Maret 2026 02.40

Informasi Buletin:

Sumber : Yayasan Fahmina
Nama Buletin : Warkah Al-Basyar
Seri : Volume VII Tahun 2009; Edisi 46
Tanggal Terbit : 09 Januari 2009 M
(12 Muharam 1430 H)
Penerbit : Fahmina Institute
Penulis : KH. Mustafa Bisri
Link Download : Download Warkah Al-Basyar

Tahun ini, tahun baru Hijriyah hampir bersamaan dengan tahun baru Masehi. Biasanya tahun baru Masehi disambut dengan hiruk-pikuk luar biasa. Sementara tahun baru Hijriyah yang sering diidentikkan dengan tahun Islam, tidak demikian. Tidak ada trek-trekan sepeda motor di jalanan. Tidak ada terompet, tidak ada panggung-panggung hiburan. Yang ada di sementara mesjid, kaum muslimin berkumpul berjamaah salat Ashar-meski biasanya tidak-lalu bersama-sama berdoa. akhir tahun; memohon agar dosa-dosa di tahun yang hendak ditinggalkan diampuni oleh Allah dan amal-amal diterima oleh-Nya. Kemudian menunggu shalat Maghrib-biasanya tidak-dan salat berjamaah lalu bersama-sama berdoa awal tahun. Memohon kepada Allah swt agar di tahun baru dibantu melawan setan dan antek-anteknya, ditolong menundukkan hawa nafsu, dan dimudahkan untuk melakukan amal-amal yang lebih mendekatkan kepada Allah swt.

Sejatinya, tahun baru berarti bertambahnya umur. Kita tahu umur digunakan secara baik dan efisien atau tidak, tentu saja bila kita selalu melakukan muhasabah (evaluasi). Minimal setahun sekali. Apabila tidak, insya Allah kita hanya akan mengulang- ulang apa yang sudah; atau bahkan lebih buruk dari yang sudah. Padahal ada dawuh (gaul ulama): "Barangsiapa yang hari-harinya sama, dialah orang yang merugi; barangsiapa yang hari ini-nya lebih buruk dari kemarin-nya, celakalah orang itu."

Apabila kita amati kehidupan kaum muslimin di negeri kita ini sampai dengan penghujung tahun 1428 H, boleh jadi kita bingung mengatakannya. Apakah kehidupan kaum muslimin. selama ini menggembirakan atau menyedihkan? Soalnya dari satu sisi, kehidupan keberagamaan terlihat begitu hebat di negeri ini. Al-Quran tidak hanya dibaca di mesjid, di mushalla, atau di rumah-rumah pada saat senggang, tetapi juga dilombakan dalam MTQ-MTQ Bahkan pada bulan Ramadan diteriakkan oleh pengeras suara-pengeras suara setiap waktu. Lafal-lafalnya ditulis indah-indah dalam lukisan kaligrafi. Malah dibuatkan museum agar umat melihat berbagai versi kitab suci itu dari yang produk kuno hingga yang modern; dari yang berbentuk mini hingga raksasa. Sedangkan ajarannya, juga sesekali dijadikan bahan khutbah dan ceramah para ustadz. Didiskusikan di seminar-seminar dan halqah-halqah, dicuplik oleh beberapa politisi pada saat kampanye atau rapat-rapat partai.