Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 03 Tahun Baru Hijriyah; Refleksi Untuk Kesetaraan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(6 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov3).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 15: Baris 16:
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|01 Februari 2008 (23 Muharram 1428H)
|01 Februari 2008 M
|-
|
|
|''(23 Muharram 1428H)''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 28: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1fuS2unP3Dxx3t3ZHxMKMUgOIv-YhrkKD/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1fuS2unP3Dxx3t3ZHxMKMUgOIv-YhrkKD/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}Akhir-akhir ini, kita menyaksikan baik secara langsung maupun melalui media massa, begitu banyak bencana yang menimpa bumi pertiwi ini. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung dan berbagai bencana lainnya setiap saat mengintai dan menimpa berbagai wilayah di nuantara ini. Ratusan jiwa menjadi korban, dan tidak sedikit pula yang menderita akibat kehilangan harta benda, bahkan tempat tinggal.
Akhir-akhir ini, kita menyaksikan baik secara langsung maupun melalui media massa, begitu banyak bencana yang menimpa bumi pertiwi ini. Banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung dan berbagai bencana lainnya setiap saat mengintai dan menimpa berbagai wilayah di nuantara ini. Ratusan jiwa menjadi korban, dan tidak sedikit pula yang menderita akibat kehilangan harta benda, bahkan tempat tinggal.


Akibat dari bencana ini, setumpuk persoalan muncul, terutama pada aspek sosial-ekonomi terutama yang menimpa para korban bencana. Persoalan lainnya adalah pendistribusian berbagai bantuan bencana dengan adil dan merata. Juga bagaimana bantuan tersebut betul-betul dibelanjakan untuk kepentingan semua korban tanpa membedakan jenis klamin dan usia. Biasanya ketika bantuan mengalir kelompok yang termarjinalkan dari bantuan adalah perempuan dan anak. Keperluan dua kelompok ini seringkali luput dari panitia, sehingga mereka rentan terhadap berbagai penyakit. Demikian juga pihak berwenang, seperti pemerintah, dalam memberikan bantuan seringkali keperluan perempuan perempuan, terlupakan baik pada saat penanganan maupun pasca bencana. Misalnya, perempuan hamil, menyusui, dan anak-anak yang relatif memerlukan gizi lebih, tapi sulit didapat karena bantuan yang ada hanya berupa mie instan, rokok, dan lain sebagainya. Belum lagi persoalan-persoalan sosial yang muncul bagi perempuan akibat bencana seperti kondisi pengungsian yang kurang layak dan mengkhawatirkan dari sisi kenyamanan dan keamanan bagi perempuan.
Akibat dari bencana ini, setumpuk persoalan muncul, terutama pada aspek sosial-ekonomi terutama yang menimpa para korban bencana. Persoalan lainnya adalah pendistribusian berbagai bantuan bencana dengan adil dan merata. Juga bagaimana bantuan tersebut betul-betul dibelanjakan untuk kepentingan semua korban tanpa membedakan jenis klamin dan usia. Biasanya ketika bantuan mengalir kelompok yang termarjinalkan dari bantuan adalah perempuan dan anak. Keperluan dua kelompok ini seringkali luput dari panitia, sehingga mereka rentan terhadap berbagai penyakit. Demikian juga pihak berwenang, seperti pemerintah, dalam memberikan bantuan seringkali keperluan perempuan perempuan, terlupakan baik pada saat penanganan maupun pasca bencana. Misalnya, perempuan hamil, menyusui, dan anak-anak yang relatif memerlukan gizi lebih, tapi sulit didapat karena bantuan yang ada hanya berupa mie instan, rokok, dan lain sebagainya. Belum lagi persoalan-persoalan sosial yang muncul bagi perempuan akibat bencana seperti kondisi pengungsian yang kurang layak dan mengkhawatirkan dari sisi kenyamanan dan keamanan bagi perempuan.