Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 37 Gelorakan Semangat "Sumpah Pemuda" Belajar dari Kiai Hajar Dewantara dan Bung Hatta: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov37).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 15: Baris 16:
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|07 November 2008 (09 Dzul Qa'idah 1429H)
|07 November 2008 M
|-
|
|
|''(09 Dzul Qa'idah 1429 H)''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 28: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1MCequ3yKgLcctM4hdljw7aemoycmwsBN/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1MCequ3yKgLcctM4hdljw7aemoycmwsBN/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}Sejatinya, penanggalan 28 oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda menyimpan pesan moral dan simpul perjuangan bangsa Indonesia dalam menyatukan harapan. Meski saat itu ada perkumpulan Pemuda Jawa, Pemuda Sumatera, Pemuda Suwalwesi dan lain-lannya, generasi muda saat itu sadar bahwa Indonesia akan merdeka, perjuangan akan berhasil bila mereka bersatu, tanpa memandang perbedaan daerah, suku dan bahasa.
Sejatinya, penanggalan 28 oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda menyimpan pesan moral dan simpul perjuangan bangsa Indonesia dalam menyatukan harapan. Meski saat itu ada perkumpulan Pemuda Jawa, Pemuda Sumatera, Pemuda Suwalwesi dan lain-lannya, generasi muda saat itu sadar bahwa Indonesia akan merdeka, perjuangan akan berhasil bila mereka bersatu, tanpa memandang perbedaan daerah, suku dan bahasa.


Peringatan Hari Sumpah Pemuda, telah berlalu. Kalau kita perhatikan, ada kesan menarik di balik makna peringatan itu. Beberapa pemuda memperingatinya dengan cara yang berbeda-beda. Namun, sebagian lagi, mereka tidak tahu bahwa hari itu adalah peringatan hari sumpah pemuda. Lebih-lebih para pemuda yang hidup di pedesaan, yang kebanyakan  tidak memiliki kerjaan tetap, atau bekerja tetapi hidup terasa susah, kemungkinan besar lupa atau ‘melupakan’ bahwa ada sejarah emas yang bernama ‘sumpah pemuda’.  
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, telah berlalu. Kalau kita perhatikan, ada kesan menarik di balik makna peringatan itu. Beberapa pemuda memperingatinya dengan cara yang berbeda-beda. Namun, sebagian lagi, mereka tidak tahu bahwa hari itu adalah peringatan hari sumpah pemuda. Lebih-lebih para pemuda yang hidup di pedesaan, yang kebanyakan  tidak memiliki kerjaan tetap, atau bekerja tetapi hidup terasa susah, kemungkinan besar lupa atau ‘melupakan’ bahwa ada sejarah emas yang bernama ‘sumpah pemuda’.