Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 22 Poligami Lengkapi Derita TKW: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov22).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 15: Baris 16:
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|25 Juli 2008 (22 Rajab 1429H)
|25 Juli 2008 M
|-
|
|
|''(22 Rajab 1429H)''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 28: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1Ckp_7skZnq0MScga27LkiSW1QWjgOVhp/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1Ckp_7skZnq0MScga27LkiSW1QWjgOVhp/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}''"Waktu kita ning Arab, anak-anak karo lakine kita ning umah. Yah adate ga wong lanang laka kitane, yah wajar bae baka sekali-kali luru wadon. Malah srog-srog bae tek kongkon. Asal pas kitane balik, karo kita",'' kata Rf, mantan TKW asal Marga Mulya, Bongas, Indramayu. Tentu saja dalam kondisi normal, tidak ada istri yang rela bila suaminya pergi ke tempat 'jajan'. Karena kondisi ekonomi yang mendesak, Rf rela menahan sakit dan derita meninggalkan anak dan suami, meski dengan kekhawatiran suaminya pergi ke PSK (Pekerja Seks Komersil). Ini ia lakukan demi perbaikan ekonomi keluarganya, karena itu ia tetap berharap, bahwa sepulangnya ke tanah air segalanya menjadi lebih baik.
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov22).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 22|title_orig=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1Ckp_7skZnq0MScga27LkiSW1QWjgOVhp/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 22]}}
 
''"Waktu kita ning Arab, anak-anak karo lakine kita ning umah. Yah adate ga wong lanang laka kitane, yah wajar bae baka sekali-kali luru wadon. Malah srog-srog bae tek kongkon. Asal pas kitane balik, karo kita",'' kata Rf, mantan TKW asal Marga Mulya, Bongas, Indramayu. Tentu saja dalam kondisi normal, tidak ada istri yang rela bila suaminya pergi ke tempat 'jajan'. Karena kondisi ekonomi yang mendesak, Rf rela menahan sakit dan derita meninggalkan anak dan suami, meski dengan kekhawatiran suaminya pergi ke PSK (Pekerja Seks Komersil). Ini ia lakukan demi perbaikan ekonomi keluarganya, karena itu ia tetap berharap, bahwa sepulangnya ke tanah air segalanya menjadi lebih baik.


Tetapi siapa dapat memastikan segalanya berjalan baik-baik saja. Siapa dapat memastikan hati yang sepih, kasih yang terbagi, dapat kembali seperti semula. Tidak ada jaminan sama sekali. Mungkin Rf masih beruntung karena suaminya masih kembali ke pangkuan sewaktu ia pulang. Tetapi tidak sedikit TKW yang kecewa berat, ketika pulang ke kampung halaman, suaminya sudah pindah ke pelukan orang. Bagaimana tidak "lara ati", kucuran keringatnya, kesepiannya, derita yang ditahannya selama dua tahun demi membantu suami dan anak-anak terkasih, dibalas dengan semena-mena oleh "laki pujaane ati".
Tetapi siapa dapat memastikan segalanya berjalan baik-baik saja. Siapa dapat memastikan hati yang sepih, kasih yang terbagi, dapat kembali seperti semula. Tidak ada jaminan sama sekali. Mungkin Rf masih beruntung karena suaminya masih kembali ke pangkuan sewaktu ia pulang. Tetapi tidak sedikit TKW yang kecewa berat, ketika pulang ke kampung halaman, suaminya sudah pindah ke pelukan orang. Bagaimana tidak "lara ati", kucuran keringatnya, kesepiannya, derita yang ditahannya selama dua tahun demi membantu suami dan anak-anak terkasih, dibalas dengan semena-mena oleh "laki pujaane ati".