Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VII Tahun 2008; Edisi 43 Meneladani Ketegaran Nabi Ibrahim AS: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov43).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 15: Baris 16:
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|19 Desember 2008 (22 Dzulhijjah 1429H)
|19 Desember 2008 M
|-
|
|
|''(22 Dzulhijjah 1429 H)''
|-
|-
|Penerbit
|Penerbit
Baris 28: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1bct_o4cKIQcwgcc3MfWsTlqX5jJV-rrV/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1bct_o4cKIQcwgcc3MfWsTlqX5jJV-rrV/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
|}Ada sepuluh hari pertama di bulan Dzul Hijjah (bulan ke dua belas dalam kalender hijriyah), umat Islam disuguhi tiga "ibadah tahunan" secara bersamaan, yaitu ibadah haji, ibadah kurban, dan sholat Idul adha. Tiga jenis ibadah ini akan mengingatkan kita pada sosok Ibrahim AS (sekitar 2013 SM). Melalui tiga jenis ibadah ini pula, kita dapat mengambil pelajaran dari kisah hidupannya, untuk kita jadikan spirit dalam menjalani kehidupan saat ini.
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol7 (Cov43).jpg|italic title=Volume VII Tahun 2008; Edisi 43|title_orig=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1bct_o4cKIQcwgcc3MfWsTlqX5jJV-rrV/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.7 Tahun 2008; Edisi 43]}}
 
Ada sepuluh hari pertama di bulan Dzul Hijjah (bulan ke dua belas dalam kalender hijriyah), umat Islam disuguhi tiga "ibadah tahunan" secara bersamaan, yaitu ibadah haji, ibadah kurban, dan sholat Idul adha. Tiga jenis ibadah ini akan mengingatkan kita pada sosok Ibrahim AS (sekitar 2013 SM). Melalui tiga jenis ibadah ini pula, kita dapat mengambil pelajaran dari kisah hidupannya, untuk kita jadikan spirit dalam menjalani kehidupan saat ini.


Nabi Ibrahim AS, yang kemudian dinisbatkan kepadanya tiga agama sekaligus (Yahudi, Kristen dan Islam) dengan sebutan agama-agama Ibrahimi atau Samawi, menjadi central pertalian nasab (keturunan) para nabi dan rasul yang hidup setelah zamannya.
Nabi Ibrahim AS, yang kemudian dinisbatkan kepadanya tiga agama sekaligus (Yahudi, Kristen dan Islam) dengan sebutan agama-agama Ibrahimi atau Samawi, menjadi central pertalian nasab (keturunan) para nabi dan rasul yang hidup setelah zamannya.