Warkah Al-Basyar Volume IX Tahun 2010; Edisi 01 Kondisi Buruh Migran, Cermin Wajah Negara: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Informasi Buletin:''' | [[Berkas:AlBasyar Vol9 (Cov1).jpg|kiri|nirbing|458x458px]] | ||
'''<u>Informasi Buletin:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 32: | Baris 33: | ||
|: | |: | ||
|Download Warkah Al-Basyar | |Download Warkah Al-Basyar | ||
| | |}Hari-hari Susi (10 tahun), gadis kecil asal Cianjur, kian tak menentu. Pasalnya, sudah hampir 2 tahun ia kehilangan semangat dan pegangan hidup karena Icah (38 tahun), ibunya, tak memberi sepotong kabar pun dari Malaysia. Menurut keterangan beberapa kawan seprofesinya, sekitar 2 tahun sebelumnya Icah pernah menyatakan bahwa ia tidak betah bekerja di Kuala Lumpur dan berniat pindah kerja ke sebuah restoran Cina di Johor. Semenjak itu, kabar Icah tak terdengar. | ||
Ketidakjelasan kabar seorang buruh migran juga terjadi pada Siti Hajar (33 tahun). Sungguh malang, warga Garut itu baru diketahui rimbanya setelah tersiar kabar bahwa dia disiram air panas oleh majikannya di Malaysia. Akibat penganiayaan tersebut, kulit wajah Siti berubah pucat keputih-putihan. | Ketidakjelasan kabar seorang buruh migran juga terjadi pada Siti Hajar (33 tahun). Sungguh malang, warga Garut itu baru diketahui rimbanya setelah tersiar kabar bahwa dia disiram air panas oleh majikannya di Malaysia. Akibat penganiayaan tersebut, kulit wajah Siti berubah pucat keputih-putihan. | ||