Majlis Ta’lim Rahmah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox lembaga nonstruktural Indonesia|nama=Majlis Ta’lim Rahmah|gambar=[[Berkas:Rahmah.jpg|180px]]|didirikan=Akhir Tahun 2016|pimpinan1=Pendiri|nama_pimpinan1=Nyai Hj. Luluk Faridah|pimpinan2=|nama_pimpinan2=*|pimpinan3=Badan Pengurus|nama_pimpinan3=*|alamat=Pesona Mutiara Tidar Jl. Tidar Villa Estate Karangwidoro Dau Malang Jawa TImur|website=}} | {{Infobox lembaga nonstruktural Indonesia|nama=Majlis Ta’lim Rahmah|gambar=[[Berkas:Rahmah.jpg|180px]]|didirikan=Akhir Tahun 2016|pimpinan1=Pendiri|nama_pimpinan1=Nyai Hj. Luluk Faridah|pimpinan2=|nama_pimpinan2=*|pimpinan3=Badan Pengurus|nama_pimpinan3=*|alamat=Pesona Mutiara Tidar Jl. Tidar Villa Estate Karangwidoro Dau Malang Jawa TImur|website=}}'''Majlis Ta’lim Rahmah''' adalah sebuah forum pengajian bagi perempuan muslimah di kawasan perumahan Pesona Mutiara Tidar, perbatasan antara Kota Malang dan Kab. Malang. Majlis Ta’lim Rahmah berada di kawasan masyarakat dengan kondisi mayoritas non-Muslim, tepatnya di Pesona Mutiara Tidar Jl. Tidar Villa Estate Karangwidoro Dau Malang. Kegiatan pengajian bermula pada tahun 2016 hanya untuk menfasilitasi kebutuhan tetangga muslim yang minoritas. Ini semua, berawal dari menjelang perayaan kemerdekann tahun 2016, ada seorang seorang perempuan datang ke rumah [[Luluk Farida]] untuk memperkenalkan diri dan mengajak berpartisipasi di hari kemerdekaan. | ||
Majlis | |||
Kedua kalinya, dia datang lagi mengajak Luluk Farida untuk ikut gerak jalan sehat perayaan kemerdekaan. Ketiga kalinya, perempuan tersebut datang untuk mengajak Luluk Farida mengikuti kegiatan rutin bulanan agar ada ikatan sesama warga. Agar warga mau berkenalan dengan tetangga, perempuan tersebut berinisiatif mengadakan arisan bulanan sembari diisi dengan siraman rohani. Mengingat warga mayoritas adalah non muslim (Nasrani), perempuan tersebut meminta Luluk Farida untuk mengkordinir warga muslim. Perempuan itu biasa dipanggil Bu Endang Bagyo. Dia sendiri beragama Kristen, tetapi cukup antusias membuka jalan pengajian bagi tetangga-tetangganya yang Muslim. Lalu terjadilah pertemuan warga untuk pertama kalinya. Dan ternyata warga muslim menyambut meriah kehadiran Luluk Farida untuk segera membuka kegiatan pengajian. Berawal dari 4 perempuan Muslimah, pengajian dimulai pada akhir 2016 dan kemudian berkembang menjadi majlis taklim Rahmah. | Kedua kalinya, dia datang lagi mengajak Luluk Farida untuk ikut gerak jalan sehat perayaan kemerdekaan. Ketiga kalinya, perempuan tersebut datang untuk mengajak Luluk Farida mengikuti kegiatan rutin bulanan agar ada ikatan sesama warga. Agar warga mau berkenalan dengan tetangga, perempuan tersebut berinisiatif mengadakan arisan bulanan sembari diisi dengan siraman rohani. Mengingat warga mayoritas adalah non muslim (Nasrani), perempuan tersebut meminta Luluk Farida untuk mengkordinir warga muslim. Perempuan itu biasa dipanggil Bu Endang Bagyo. Dia sendiri beragama Kristen, tetapi cukup antusias membuka jalan pengajian bagi tetangga-tetangganya yang Muslim. Lalu terjadilah pertemuan warga untuk pertama kalinya. Dan ternyata warga muslim menyambut meriah kehadiran Luluk Farida untuk segera membuka kegiatan pengajian. Berawal dari 4 perempuan Muslimah, pengajian dimulai pada akhir 2016 dan kemudian berkembang menjadi majlis taklim Rahmah. | ||
| Baris 31: | Baris 28: | ||
Kepengurusan majlis ta’lim Rahmah sampai hari ini juga belum dibentuk. Sejauh ini, Luluk Farida meleading seluruh kegiatan sendiri dengan dibantu oleh jamaah yang rela dan ikhlas menjalankan tanpa ada ikatan kepengurusan secara resmi. Pengorganisasian kegiatan didasarkan pada kesiapan jamaah untuk mengkordinir tanpa ada ikatan kepengurusan. Asas ikhlas beramal dan beramal dengan ikhals menjadi pegangan bagi setiap jamaah yang tergerak mengorganisasikan kegiatan. Sejauh ini ada jamaah yang secara konsisten (istiqomah) membantu pelaksanaan kegiatan yaitu Mbak Kustillah, Indarti, Mbak Minayah, dan Lek Nadzifah. Pernah dibentuk pengurus sekolah Ibu Cerdas (bukan pengurus Majlis Taklim Rahmah), namun kepengurusan berakhir seiring berakhirnya program 1 tahun sekolah I bu Cerdas, yaitu periode September 2019-September 2020. Mereka adalah: Kustilah (ketua); didukung oleh Bu Any, Bu Puja, mbak puspa, Mbk Tya, dan Indarti. Selanjutnya kegiatan sekolah Ibu Cerdas hingga kini menjadi agenda bulanan majlis taklim Rahmah yang diselenggarakan tanpa kepengurusan. | Kepengurusan majlis ta’lim Rahmah sampai hari ini juga belum dibentuk. Sejauh ini, Luluk Farida meleading seluruh kegiatan sendiri dengan dibantu oleh jamaah yang rela dan ikhlas menjalankan tanpa ada ikatan kepengurusan secara resmi. Pengorganisasian kegiatan didasarkan pada kesiapan jamaah untuk mengkordinir tanpa ada ikatan kepengurusan. Asas ikhlas beramal dan beramal dengan ikhals menjadi pegangan bagi setiap jamaah yang tergerak mengorganisasikan kegiatan. Sejauh ini ada jamaah yang secara konsisten (istiqomah) membantu pelaksanaan kegiatan yaitu Mbak Kustillah, Indarti, Mbak Minayah, dan Lek Nadzifah. Pernah dibentuk pengurus sekolah Ibu Cerdas (bukan pengurus Majlis Taklim Rahmah), namun kepengurusan berakhir seiring berakhirnya program 1 tahun sekolah I bu Cerdas, yaitu periode September 2019-September 2020. Mereka adalah: Kustilah (ketua); didukung oleh Bu Any, Bu Puja, mbak puspa, Mbk Tya, dan Indarti. Selanjutnya kegiatan sekolah Ibu Cerdas hingga kini menjadi agenda bulanan majlis taklim Rahmah yang diselenggarakan tanpa kepengurusan. | ||
Demikian juga nara sumber yang terlibat dalam kegiatan, benar-benar berasas kerelaan dan keikhlasan. Sekolah Ibu Cerdas misalnya, didirikan dengan dukungan seorang teman ahli parenting dari Sidoarjo yaitu Syahida Amalia sebagai naras umber utama. Selanjutnya pada kegiatannya, sekolah ibu cerdas mendapat dukungan dari LPKP dan KOPPATARA untuk menjadi nara sumber. Adapun kegiatan-kegiatan bulanan, dan tahunan, majlis taklim Rahmah membangun kerjasama dengan memanfaatkan persahabat dan jaringan untuk menjadi nara sumber. Seperti Nur Hasaniyah (dosen UIN), Lailatul Fithriyah (dari Aisyiyah Malang), Gus Hisa (pon.pes. PPIQ Darul Hidayah), Gus Isa (pon.pes. Bengkel Akidah Malang), dan jaringan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] [[Rahima|RAHIMA]] seperti Nyai Ruqoyyah (Bondowoso), Anisatul Hamidah (Bondowoso), dan Anis Su’adah (Lamongan). | Demikian juga nara sumber yang terlibat dalam kegiatan, benar-benar berasas kerelaan dan keikhlasan. Sekolah Ibu Cerdas misalnya, didirikan dengan dukungan seorang teman ahli parenting dari Sidoarjo yaitu Syahida Amalia sebagai naras umber utama. Selanjutnya pada kegiatannya, sekolah ibu cerdas mendapat dukungan dari LPKP dan KOPPATARA untuk menjadi nara sumber. Adapun kegiatan-kegiatan bulanan, dan tahunan, majlis taklim Rahmah membangun kerjasama dengan memanfaatkan persahabat dan [[jaringan]] untuk menjadi nara sumber. Seperti Nur Hasaniyah (dosen UIN), Lailatul Fithriyah (dari Aisyiyah Malang), Gus Hisa (pon.pes. PPIQ Darul Hidayah), Gus Isa (pon.pes. Bengkel Akidah Malang), dan jaringan [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] [[Rahima|RAHIMA]] seperti Nyai Ruqoyyah (Bondowoso), [[Anisatul Hamidah]] (Bondowoso), dan Anis Su’adah (Lamongan). | ||
[[Kategori:Jaringan]] | |||
[[Kategori:Komunitas]] | [[Kategori:Komunitas]] | ||