Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VIII Tahun 2009; Edisi 04 Probem Kebijakan Afirmatif Bagi Perempuan: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov4).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 32: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1F0FTP_aeWVQJu4QjyPUHuQDB8EFbz3f8/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1F0FTP_aeWVQJu4QjyPUHuQDB8EFbz3f8/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov4).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VIII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VIII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1F0FTP_aeWVQJu4QjyPUHuQDB8EFbz3f8/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.8 Tahun 2009; Edisi 4]}}Menjelang Pemilu 2009, menurut penelitian kajian wanita Universitas Indonesia (UI), tercatat total pemilih pada 2008 adalah 154.741.787 jiwa. Jumlah pemilih perempuan 76.659.325 jiwa, sedangkan pemilih laki-laki berjumlah 78.082.462 jiwa. Potensi pemilih perempuan sangat potensial. Namun dari hasil akhir Pemilu nampak sekali bahwa posisi dan peran perempuan nampak belum beranjak dari peran dan posisi yang masih tersubrodinasi oleh peran dan posisi politik laki-laki.
|}Menjelang Pemilu 2009, menurut penelitian kajian wanita Universitas Indonesia (UI), tercatat total pemilih pada 2008 adalah 154.741.787 jiwa. Jumlah pemilih perempuan 76.659.325 jiwa, sedangkan pemilih laki-laki berjumlah 78.082.462 jiwa. Potensi pemilih perempuan sangat potensial. Namun dari hasil akhir Pemilu nampak sekali bahwa posisi dan peran perempuan nampak belum beranjak dari peran dan posisi yang masih tersubrodinasi oleh peran dan posisi politik laki-laki.


Meski reformasi telah berjalan sepuluh tahun lebih, dan perbaikan kehidupan bangsa di berbagai bidang diselenggarakan, peran dan partisipasi perempuan dalam Pemilu 2004 belum terpenuhi secara maksimal, baik melalui mekanisme partai politik maupun keterwakilan dalam posisi dan jabatan politik tertentu.
Meski reformasi telah berjalan sepuluh tahun lebih, dan perbaikan kehidupan bangsa di berbagai bidang diselenggarakan, peran dan partisipasi perempuan dalam Pemilu 2004 belum terpenuhi secara maksimal, baik melalui mekanisme partai politik maupun keterwakilan dalam posisi dan jabatan politik tertentu.