Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VIII Tahun 2009; Edisi 10 Kepala Keluarga Mengapa Mesti Laki-laki?: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
'''Informasi Buletin:'''
[[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov10).jpg|kiri|nirbing|459x459px]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 32: Baris 33:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1daVMaph6cH_WuZoekiPYmmSLjCk2U02m/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1daVMaph6cH_WuZoekiPYmmSLjCk2U02m/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov10).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume VIII|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume VIII|notes=[https://drive.google.com/file/d/1daVMaph6cH_WuZoekiPYmmSLjCk2U02m/view?usp=drive_link Download Al-Basyar Vol.8 Tahun 2009; Edisi 10]}}Normativitas pembagian peran dan posisi suami-istri dalam kehidupan berumah tangga begitu kental dianut dalam masyarakat. Bahwa untuk kedamaian dan ketentraman rumah tangga, laki-laki harus menjadi kepala rumah tangga dan perempuan mengurusi dan melayani keluarga. Laki-laki berkewajiban memberi [[nafkah]] dan menjadi penopang perekonomian keluarga,  sedangkan perempuan hanya mendukung dan membantu saja.   
|}Normativitas pembagian peran dan posisi suami-istri dalam kehidupan berumah tangga begitu kental dianut dalam masyarakat. Bahwa untuk kedamaian dan ketentraman rumah tangga, laki-laki harus menjadi kepala rumah tangga dan perempuan mengurusi dan melayani keluarga. Laki-laki berkewajiban memberi [[nafkah]] dan menjadi penopang perekonomian keluarga,  sedangkan perempuan hanya mendukung dan membantu saja.   


“Lanange kita kuh enakan bae. Esuk-esuk pisan kita kudu ning pasar ngulak dagangan, balike kudu nyiapaken sarapan, nyiapaken kopi, nyuci pakean, ngemong bocah, jaga warung, pokoke kabeh kita sing ngerjai. Ari deweke sih cuma ngatur-ngatur bae. (Suami saya tuh enak saja. Setiap pagi buta saya harus pergi ke pasar untuk membeli stok barang dagangan, pulangnya harus menyiapkan makan pagi, menyiapkan kopi, mencuci pakaian, mengurusi anak, menjaga toko. Pokoknya se-mua saya yang mengerjakan. Dia sih kerjanya cuma memerintah saja).
“Lanange kita kuh enakan bae. Esuk-esuk pisan kita kudu ning pasar ngulak dagangan, balike kudu nyiapaken sarapan, nyiapaken kopi, nyuci pakean, ngemong bocah, jaga warung, pokoke kabeh kita sing ngerjai. Ari deweke sih cuma ngatur-ngatur bae. (Suami saya tuh enak saja. Setiap pagi buta saya harus pergi ke pasar untuk membeli stok barang dagangan, pulangnya harus menyiapkan makan pagi, menyiapkan kopi, mencuci pakaian, mengurusi anak, menjaga toko. Pokoknya se-mua saya yang mengerjakan. Dia sih kerjanya cuma memerintah saja).