Lompat ke isi

Blakasuta Edisi 49 Gerakan Ulama Perempuan; Menyusuri Perjalanan dari Cirebon: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(20 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol1 (Cov1).jpg|italic title=Warkah Al-Basyar Volume I|title_orig=Warkah Al-Basyar Volume I|notes=[https://drive.google.com/file/d/1RhPjbVO9L0WK-wxoEp-r4U5ocK2YVm6Q/view?usp=drive_link Download Vol.1 Tahun 2002; Edisi 1]}}
{{Infobox buletin, majalah|italic title=Gerakan Ulama Perempuan; Menyusuri Perjalanan dari Cirebon|sumber=Yayasan [[Fahmina]]|name=|title_orig=Gerakan Ulama Perempuan; Menyusuri Perjalanan dari Cirebon|series=Volume 49 Juli - Desember 2022|published=Fahmina Institute|image=Berkas:Blakasuta Vol49.jpg|note=[https://drive.google.com/file/d/15Fquvb2VOfKvTRWWTpgXAaIo31pU_zdS/view?usp=drive_link Download PDF]}}Salam sehat, untuk seluruh pembaca Blakasuta yang budiman.


'''Informasi Buletin:'''
Episode Blakasuta kali ini, semoga mejnadi bagian literasi yang ditunggu-tunggu oleh pembaca semua, bahkan oleh seluruh jajaran redaksi Blakasuta itu sendiri. Kenapa? Karena Blakasuta kali ini menyajikan informasi-informasi edisi khusus terkait Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) ke-2.  
{|
|Sumber
|:
|Yayasan [[Fahmina]]
|-
|Nama Buletin
|:
|[[Warkah Al-Basyar]]
|-
|Seri
|:
|Volume I Tahun 2002; Edisi 01
|-
|Tanggal Terbit
|:
|05 Juli 2002 M
|-
|
|
|''(24 Rabiul Akhir 1423 H)''
|-
|Penerbit
|:
|Fahmina Institute
|-
|Penulis
|:
|Rosidin
|-
|Link Download
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1RhPjbVO9L0WK-wxoEp-r4U5ocK2YVm6Q/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}


Kita sering mendengar pembantu rumah tangga asal indonesia diperkosa, di pukuli dan hilang di negeri orang. Bahkan ada yang di vonis hukuman mau karena di tuduh membunuh. Pada tanggal 21 Juni 2000 misalnya, mata seorang pebantu bernama Iroh di cukil majikannya di Abu Dabi. Tanggal 3 Agustus 2000 lima TKW asal Kalimantan barat di nodai di serawak Ma- laysia. Kemudian, LSM peduli buruh migran menemukan 21 orang menjadi gila setelah bekerja di Malaysia. Begitulah yang di beritakan di media massa dan diungkapkan dalam berbagai laporan kasus oleh asosiasi pekerja yang ada. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah? Juga oleh kita?
Ya, KUPI yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu, kini setelah 5 tahun berlalu, KUPI 2 akan kembali diadakan di Pondok Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] Jepara, Jawa Tengah. Bagi sebagian orang, ulama perempuan, akademisi, aktivis maupun kelompok masyarakat yang lain, momen ini rasanya tidak ingin dilewatkan, berbagai pengalaman dan pengetahuan, menyerap berkah dari para ulama, dan tentu saja ajang bertemu dengan sahabat, teman, mitra yang lama tidak berjumpa.


Pembaca yang senantiasa percaya bahwa ulama perempuan juga meiliki otoritas pengetahuan agama. 
Kongres pertama memang diselenggarakan pada April 2017 tetapi ini merupakan gerakan berkelanjutan yang senantiasa dikawal oleh orang-orang, [[lembaga]]-lembaga, dan [[komunitas]]-komunitas yang percaya bahwa ulama perempuan akan terus tumbuh-bergerak dimanapun dan kapanpun, pun proses [[Pengkaderan Ulama Perempuan|pengkaderan ulama perempuan]], harus senantiasa dilakukan. 
Sebagaimana kita juga percaya bahwa pengakuan terhadap otoritas ulama perempuan yang sudah semakin gemilang, bukan ujug-ujug ada, tetapi merupakan kerja gerakan dari banyak pihak, orang, lembaga dan komunitas yang setia pada gerakan keadilan dan kesetaraan gender adalah sekelompok orang yang turut andil besar. 
Pembaca yang yakin bahwa Islam adalah agama yang ramah terhadap perempuan. 
Dalam Blakasuta kali ini, redaksi ingin menyajikan informasi yang lengkap mengenai KUPI, kami mengulas peran Fahmina dalam gerakan KUPI dalam rubrik Fokus, lalu ada kerja-kerja pemberdayaan ulama perempuan dalam konteks program di Liputan Khusus, selain itu redaksi juga memperkenalkan 4 profil alumni [[Dawrah Kader Ulama Perempuan]] ([[DKUP]]) dalam rubrik Sosok, dan dalam rubrik Opini pembaca akan mendapatkan sajian tentang Gerakan Ulama Perempuan. 
Masih banyak lagi informasi-informasi yang disajikan, diantaranya cerita tentang kegiatan-kegiatan dalam rangka kaderisasi ulama perempuan, dan cerita advokasi yang dilakukan oleh ulama perempuan di komunitasnya, tak ketinggalan serba-serbi cerita persiapan KUPI 2 yang tentunya akan sangat disayangkan jika pembaca melewatkan menikmatinya. 
Akhirulkalam, selamat membaca. dan jika kita bertemu di ajang KUPI 2, jangan lupa saling sapa, dan saling berbagi cerita. Tabik. [] 
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin Blakasuta]]
[[Kategori:Buletin Blakasuta]]

Revisi terkini sejak 26 April 2026 19.42

JudulGerakan Ulama Perempuan; Menyusuri Perjalanan dari Cirebon
SeriVolume 49 Juli - Desember 2022
DiterbitkanFahmina Institute
SumberYayasan Fahmina
Download PDF

Salam sehat, untuk seluruh pembaca Blakasuta yang budiman.

Episode Blakasuta kali ini, semoga mejnadi bagian literasi yang ditunggu-tunggu oleh pembaca semua, bahkan oleh seluruh jajaran redaksi Blakasuta itu sendiri. Kenapa? Karena Blakasuta kali ini menyajikan informasi-informasi edisi khusus terkait Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) ke-2.

Ya, KUPI yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu, kini setelah 5 tahun berlalu, KUPI 2 akan kembali diadakan di Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Bangsri Jepara, Jawa Tengah. Bagi sebagian orang, ulama perempuan, akademisi, aktivis maupun kelompok masyarakat yang lain, momen ini rasanya tidak ingin dilewatkan, berbagai pengalaman dan pengetahuan, menyerap berkah dari para ulama, dan tentu saja ajang bertemu dengan sahabat, teman, mitra yang lama tidak berjumpa.

Pembaca yang senantiasa percaya bahwa ulama perempuan juga meiliki otoritas pengetahuan agama.

Kongres pertama memang diselenggarakan pada April 2017 tetapi ini merupakan gerakan berkelanjutan yang senantiasa dikawal oleh orang-orang, lembaga-lembaga, dan komunitas-komunitas yang percaya bahwa ulama perempuan akan terus tumbuh-bergerak dimanapun dan kapanpun, pun proses pengkaderan ulama perempuan, harus senantiasa dilakukan.

Sebagaimana kita juga percaya bahwa pengakuan terhadap otoritas ulama perempuan yang sudah semakin gemilang, bukan ujug-ujug ada, tetapi merupakan kerja gerakan dari banyak pihak, orang, lembaga dan komunitas yang setia pada gerakan keadilan dan kesetaraan gender adalah sekelompok orang yang turut andil besar.

Pembaca yang yakin bahwa Islam adalah agama yang ramah terhadap perempuan.

Dalam Blakasuta kali ini, redaksi ingin menyajikan informasi yang lengkap mengenai KUPI, kami mengulas peran Fahmina dalam gerakan KUPI dalam rubrik Fokus, lalu ada kerja-kerja pemberdayaan ulama perempuan dalam konteks program di Liputan Khusus, selain itu redaksi juga memperkenalkan 4 profil alumni Dawrah Kader Ulama Perempuan (DKUP) dalam rubrik Sosok, dan dalam rubrik Opini pembaca akan mendapatkan sajian tentang Gerakan Ulama Perempuan.

Masih banyak lagi informasi-informasi yang disajikan, diantaranya cerita tentang kegiatan-kegiatan dalam rangka kaderisasi ulama perempuan, dan cerita advokasi yang dilakukan oleh ulama perempuan di komunitasnya, tak ketinggalan serba-serbi cerita persiapan KUPI 2 yang tentunya akan sangat disayangkan jika pembaca melewatkan menikmatinya.

Akhirulkalam, selamat membaca. dan jika kita bertemu di ajang KUPI 2, jangan lupa saling sapa, dan saling berbagi cerita. Tabik. []