Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume VIII Tahun 2009; Edisi 18 Berantas Korupsi! Inspirasi dari Islam: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
[[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov18).jpg|kiri|nirbing|397x397px]]
[[Berkas:AlBasyar Vol8 (Cov18).jpg|kiri|397x397px|jmpl]]
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
{|
Baris 34: Baris 34:
|[https://drive.google.com/file/d/1JU7q3GF21tdNR2NvJ6uIxyvywfOLaMnD/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|[https://drive.google.com/file/d/1JU7q3GF21tdNR2NvJ6uIxyvywfOLaMnD/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}Salah satu kenyataan yang secara sadar dinilai buruk dan merusak, tetapi berulang kali dilakukan oleh banyak orang di negeri ini adalah “korupsi”. Bukan tidak mau menghindar dan bertobat, melainkan jika tidak melakukannya rasanya tidak wajar dan tidak memperoleh tambahan yang berarti dari yang dilakukannya. Ini yang seringkali dijadikan alibi oleh “para koruptor” bahwa korupsi itu bukan karena tindakan yang kotor melainkan sistem birokrasi dan sistem pemerintahan kita yang mengkondisikan para birokrat, politisi, dan semua yang bersentuhan dengan sistem itu (termasuk masyarakat) terlibat dalam tindak korupsi.
|}Salah satu kenyataan yang secara sadar dinilai buruk dan merusak, tetapi berulang kali dilakukan oleh banyak orang di negeri ini adalah “korupsi”. Bukan tidak mau menghindar dan bertobat, melainkan jika tidak melakukannya rasanya tidak wajar dan tidak memperoleh tambahan yang berarti dari yang dilakukannya. Ini yang seringkali dijadikan alibi oleh “para koruptor” bahwa korupsi itu bukan karena tindakan yang kotor melainkan sistem birokrasi dan sistem pemerintahan kita yang mengkondisikan para birokrat, politisi, dan semua yang bersentuhan dengan sistem itu (termasuk masyarakat) terlibat dalam tindak korupsi.
''Warkah al-Basyar Vol. VIII Edisi 18 ().''


Salah satu kenyataan yang secara sadar dinilai buruk dan merusak, tetapi berulang kali dilakukan oleh banyak orang di negeri ini adalah “korupsi”. Bukan tidak mau menghindar dan bertobat, melainkan jika tidak melakukannya rasanya tidak wajar dan tidak memperoleh tambahan yang berarti dari yang dilakukannya. Ini yang seringkali dijadikan alibi oleh “para koruptor” bahwa korupsi itu bukan karena tindakan yang kotor melainkan sistem birokrasi dan sistem pemerintahan kita yang mengkondisikan para birokrat, politisi, dan semua yang bersentuhan dengan sistem itu (termasuk masyarakat) terlibat dalam tindak korupsi.
Salah satu kenyataan yang secara sadar dinilai buruk dan merusak, tetapi berulang kali dilakukan oleh banyak orang di negeri ini adalah “korupsi”. Bukan tidak mau menghindar dan bertobat, melainkan jika tidak melakukannya rasanya tidak wajar dan tidak memperoleh tambahan yang berarti dari yang dilakukannya. Ini yang seringkali dijadikan alibi oleh “para koruptor” bahwa korupsi itu bukan karena tindakan yang kotor melainkan sistem birokrasi dan sistem pemerintahan kita yang mengkondisikan para birokrat, politisi, dan semua yang bersentuhan dengan sistem itu (termasuk masyarakat) terlibat dalam tindak korupsi.