Lompat ke isi

Ar-Ra'iyyah Edisi 04; Pentingnya Fiqh Legislasi: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 25: Baris 25:
|:
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1o2hrSn2wFhP8QpEMlGL5IQT5bgcoGTG8/view?usp=drive_link Download Ar-Ra'iyyah Edisi 04]
|[https://drive.google.com/file/d/1o2hrSn2wFhP8QpEMlGL5IQT5bgcoGTG8/view?usp=drive_link Download Ar-Ra'iyyah Edisi 04]
|}Assalamu'alaikum....
|}''Assalamu'alaikum....''


Beberapa waktu lalu, ratusan Jama'ah Haji meninggal ketika berdesakan menunaikan ibadah ''Jumrah''. Diantara pemicu terjadinya tragedi Mina saat itu adalah terkonsentrasinya para Jama'ah yang hendak menunaikan ibadah ''Jumrah'' pada tempat dan waktu yang sama, yaitu ''ba'da zawal'' (setelah zuhur). Ini didasarkan pada [[hadits]] ''shahih'' yang menyatakan bahwa, waktu yang utama ''(afdhal)'' untuk melempar Jumrah adalah setelah matari condong ke Barat (setelah zuhur). Imam Syafi'i, Nawai dan Rafi'i pun memutuskan bahwa waktu menunaikan ''Jumrah'' memang setelah matahari condong ke Barat.
Beberapa waktu lalu, ratusan Jama'ah Haji meninggal ketika berdesakan menunaikan ibadah ''Jumrah''. Diantara pemicu terjadinya tragedi Mina saat itu adalah terkonsentrasinya para Jama'ah yang hendak menunaikan ibadah ''Jumrah'' pada tempat dan waktu yang sama, yaitu ''ba'da zawal'' (setelah zuhur). Ini didasarkan pada [[hadits]] ''shahih'' yang menyatakan bahwa, waktu yang utama ''(afdhal)'' untuk melempar Jumrah adalah setelah matari condong ke Barat (setelah zuhur). Imam Syafi'i, Nawai dan Rafi'i pun memutuskan bahwa waktu menunaikan ''Jumrah'' memang setelah matahari condong ke Barat.