Lompat ke isi

2021 Pengalaman Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mengenai Pembelajaran daring selama Pandemi COVID-19: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Pengalaman Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mengenai Pembelajaran daring selama Pandemi COVID-19|isbn=2580-6475|pub_date=May 30, 2021|series=Vol. 17 No. 1 (2021)|author=*Diana Permata Sari (Universitas Sanata Dharma)
*Stephani Paska|title_orig=Pengalaman Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mengenai Pembelajaran daring selama Pandemi COVID-19|image_caption=[https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jpk/article/view/37216 Jurnal Pendidikan Khusus]|name=|note=[https://jurnal.uny.ac.id/index.php/jpk/article/view/37216 Download PDF]}}'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
Baris 7: Baris 9:
|:
|:
|Vol. 17 No. 1 (2021)
|Vol. 17 No. 1 (2021)
|-
|Tahun
|:
| May 30, 2021
|-
|-
|Penulis
|Penulis
Baris 19: Baris 17:
|:
|:
|https://doi.org/10.21831/jpk.v17i1.37216
|https://doi.org/10.21831/jpk.v17i1.37216
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Pendidikan Khusus|isbn=2580-6475|pub_date=May 30, 2021|cover_artist=|pages=|series=Vol. 17 No. 1 (2021)|author=|title_orig=Jurnal Pendidikan Khusus}}
|}'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek pendidikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali perspektif para orang tua terhadap metode pembelajaran daring (dalam [[jaringan]]/''online'') untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) selama masa pandemi COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei pertanyaan terbuka pada ''google form'' kemudian dilanjutkan dengan wawancara melalui aplikasi Whatsapp. Responden adalah 43 orang tua dari ABK yang berada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Jawa Timur.  Berdasarkan hasil analisis tematik induktif data ditemukan bahwa orang tua sebagai pendamping anak yang utama selama pembelajaran daring merasa bahwa pembelajaran daring tidak hanya memberikan pengalaman secara negatif bagi mereka namun juga memberikan pengalaman positif bagi para orang tua dan juga anak mereka. Pengalaman positif yang muncul adalah adanya komunikasi dan relasi yang terbangun lebih baik dari sebelumnya antara orang tua dengan guru. Kedua, adanya perkembangan kemampuan anak yang positif selama belajar di rumah seperti kemandirian. Terakhir, orang tua merasa kemampuan penguasaan materi maupun teknologi bertambah dengan adanya sistem pembelajaran daring. Sedangkan tema terkait pegnalaman negatif dari pembelajaran secara daring adalah adanya kebutuhan khusus tertentu yang mengalami kesulitan dengan penggunaan media daring untuk pembelajaran. Lalu, kendala kuota serta keterbatasan perangkat elektronik yang digunakan merupakan pengalaman negatif yang banyak ditemui oleh para guru serta orang tua. Beberapa orang tua menyimpulkan jika pembelajaran daring tidak cocok untuk disabilitas tertentu.  
Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek pendidikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali perspektif para orang tua terhadap metode pembelajaran daring (dalam [[jaringan]]/''online'') untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) selama masa pandemi COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei pertanyaan terbuka pada ''google form'' kemudian dilanjutkan dengan wawancara melalui aplikasi Whatsapp. Responden adalah 43 orang tua dari ABK yang berada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Jawa Timur.  Berdasarkan hasil analisis tematik induktif data ditemukan bahwa orang tua sebagai pendamping anak yang utama selama pembelajaran daring merasa bahwa pembelajaran daring tidak hanya memberikan pengalaman secara negatif bagi mereka namun juga memberikan pengalaman positif bagi para orang tua dan juga anak mereka. Pengalaman positif yang muncul adalah adanya komunikasi dan relasi yang terbangun lebih baik dari sebelumnya antara orang tua dengan guru. Kedua, adanya perkembangan kemampuan anak yang positif selama belajar di rumah seperti kemandirian. Terakhir, orang tua merasa kemampuan penguasaan materi maupun teknologi bertambah dengan adanya sistem pembelajaran daring. Sedangkan tema terkait pegnalaman negatif dari pembelajaran secara daring adalah adanya kebutuhan khusus tertentu yang mengalami kesulitan dengan penggunaan media daring untuk pembelajaran. Lalu, kendala kuota serta keterbatasan perangkat elektronik yang digunakan merupakan pengalaman negatif yang banyak ditemui oleh para guru serta orang tua. Beberapa orang tua menyimpulkan jika pembelajaran daring tidak cocok untuk disabilitas tertentu.  
Baris 26: Baris 23:
'''Kata Kunci:''' ''orang tua, ABK, pembelajaran daring, Covid-19''
'''Kata Kunci:''' ''orang tua, ABK, pembelajaran daring, Covid-19''
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]]
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]]
[[Kategori:Jurnal Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas 2021]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Kupibilitas 2021]]

Revisi terkini sejak 7 April 2026 12.18

JudulPengalaman Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Mengenai Pembelajaran daring selama Pandemi COVID-19
Penulis
  • Diana Permata Sari (Universitas Sanata Dharma)
  • Stephani Paska
SeriVol. 17 No. 1 (2021)
Tahun terbit
May 30, 2021
ISBN2580-6475
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : Jurnal Pendidikan Khusus
Seri : Vol. 17 No. 1 (2021)
Penulis : Diana Permata Sari, Stephani Paska (Universitas Sanata Dharma)
DOI : https://doi.org/10.21831/jpk.v17i1.37216

Abstrak

Pandemi COVID-19 mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek pendidikan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali perspektif para orang tua terhadap metode pembelajaran daring (dalam jaringan/online) untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) selama masa pandemi COVID-19. Pengambilan data dilakukan dengan metode survei pertanyaan terbuka pada google form kemudian dilanjutkan dengan wawancara melalui aplikasi Whatsapp. Responden adalah 43 orang tua dari ABK yang berada Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta serta Jawa Timur.  Berdasarkan hasil analisis tematik induktif data ditemukan bahwa orang tua sebagai pendamping anak yang utama selama pembelajaran daring merasa bahwa pembelajaran daring tidak hanya memberikan pengalaman secara negatif bagi mereka namun juga memberikan pengalaman positif bagi para orang tua dan juga anak mereka. Pengalaman positif yang muncul adalah adanya komunikasi dan relasi yang terbangun lebih baik dari sebelumnya antara orang tua dengan guru. Kedua, adanya perkembangan kemampuan anak yang positif selama belajar di rumah seperti kemandirian. Terakhir, orang tua merasa kemampuan penguasaan materi maupun teknologi bertambah dengan adanya sistem pembelajaran daring. Sedangkan tema terkait pegnalaman negatif dari pembelajaran secara daring adalah adanya kebutuhan khusus tertentu yang mengalami kesulitan dengan penggunaan media daring untuk pembelajaran. Lalu, kendala kuota serta keterbatasan perangkat elektronik yang digunakan merupakan pengalaman negatif yang banyak ditemui oleh para guru serta orang tua. Beberapa orang tua menyimpulkan jika pembelajaran daring tidak cocok untuk disabilitas tertentu.

Kata Kunci: orang tua, ABK, pembelajaran daring, Covid-19