2019 Fasilitasi Hak-Hak Penyandang Disabilitas Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kabupaten Semarang: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
|||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|image=Berkas:Sinov vol1 no1.png|italic title=Fasilitasi Hak-Hak Penyandang Disabilitas Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kabupaten Semarang|isbn=2797-8044|pub_date=2019-05-13|series=Vol. 1 No. 1 (2019)|author=*Tri Nurhayati | |||
*Anas Sa’bani (Universitas Wahid Hasyim) | |||
*Adhi Budi Susilo (Universitas Ngudi Waluyo)|title_orig=Fasilitasi Hak-Hak Penyandang Disabilitas Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kabupaten Semarang|image_caption=[https://sinov.semarangkab.go.id/index.php/sinov/article/view/3 SINOV: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang]|note=[https://sinov.semarangkab.go.id/index.php/sinov/article/view/3/5 Download PDF]|name=}}'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>''' | |||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https://sinov.semarangkab.go.id/index.php/sinov/article/view/3 SINOV: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang] | |[https://sinov.semarangkab.go.id/index.php/sinov/article/view/3 SINOV: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
|Vol. 1 No. 1 (2019): Juli | |Vol. 1 No. 1 (2019): Juli | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|Tri Nurhayati, Anas Sa’bani | |Tri Nurhayati, Anas Sa’bani, Adhi Budi Susilo | ||
|- | |- | ||
|DOI | |DOI | ||
|: | |: | ||
| - | | - | ||
| | |- | ||
'''Abstrak''' | |PDF | ||
|: | |||
|[https://sinov.semarangkab.go.id/index.php/sinov/article/view/3 Download PDF] | |||
|}'''Abstrak''' | |||
Penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang mencapai jumlah 4141 orang. Mereka banyak mengalami hambatan dalam mobilitas fisik maupun dalam mengakses informasi, yang selanjutnya akan menghambat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi. Namun demikian ketersediaan sarana dan prasarana ramah difabel masih jauh dari harapan sehingga mereka kehilangan hak untuk mendapatkan kemandirian ekonomi yang setara dengan masyarakat pada umumnya. | Penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang mencapai jumlah 4141 orang. Mereka banyak mengalami hambatan dalam mobilitas fisik maupun dalam mengakses informasi, yang selanjutnya akan menghambat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi. Namun demikian ketersediaan sarana dan prasarana ramah difabel masih jauh dari harapan sehingga mereka kehilangan hak untuk mendapatkan kemandirian ekonomi yang setara dengan masyarakat pada umumnya. | ||
Revisi terkini sejak 8 April 2026 19.38
| Judul | Fasilitasi Hak-Hak Penyandang Disabilitas Menuju Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kabupaten Semarang |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 1 No. 1 (2019) |
Tahun terbit | 2019-05-13 |
| ISBN | 2797-8044 |
| Download PDF | |
Informasi Artikel Jurnal:
| Sumber | : | SINOV: Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang |
| Seri | : | Vol. 1 No. 1 (2019): Juli |
| Penulis | : | Tri Nurhayati, Anas Sa’bani, Adhi Budi Susilo |
| DOI | : | - |
| : | Download PDF |
Abstrak
Penyandang disabilitas di Kabupaten Semarang mencapai jumlah 4141 orang. Mereka banyak mengalami hambatan dalam mobilitas fisik maupun dalam mengakses informasi, yang selanjutnya akan menghambat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi. Namun demikian ketersediaan sarana dan prasarana ramah difabel masih jauh dari harapan sehingga mereka kehilangan hak untuk mendapatkan kemandirian ekonomi yang setara dengan masyarakat pada umumnya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris dengan cara meneliti di lapangan serta menelaah bahan-bahan pustaka. Spesifikasi deskriptif analitis dilakukan dengan menggunakan jenis data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara kualitatif sosiologis dengan didasarkan pada kedalaman data yang akan dihimpun secara menyeluruh, sistematis, kritis dan konstruktif untuk dapat memberikan jawaban terhadap semua permasalahan dalam penelitian ini.
Kabupaten Semarang memerlukan pendekatan regulasi berupa penyusunan Peraturan Daerah karena peraturan di tingkat nasional dan Provinsi belum mencukupi sebagai instrument hukum bagi pemajuan, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak kemandirian ekonomi penyandang disabilitas yang ada di Kabupaten Semarang.
Kata Kunci: Hak, Kemandirian ekonomi, Penyandang Disabilitas, Kabupaten Semarang.