Lompat ke isi

2026 Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Journal of Digital Islamic Thought.jpg|italic title=Reframing Hijab and Public Morality: Gender Justice through Maqāṣid and Qirā’ah Mubādalah|isbn=3124-0763|pub_date=2026-12-03|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 1 (2026): December|author=*Wahyu Elvita Rohmi (UIN Sunan Ampel Surabaya) *Almughni Mika (UIN Sunan Ampel Surabaya)|title_orig=Reframing Hijab and Public Morality: Gender Justice through Maqāṣid and Qir...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Pengembalian manual VisualEditor
 
(9 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Journal of Digital Islamic Thought.jpg|italic title=Reframing Hijab and Public Morality: Gender Justice through Maqāṣid and Qirā’ah Mubādalah|isbn=3124-0763|pub_date=2026-12-03|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 1 (2026): December|author=*Wahyu Elvita Rohmi (UIN Sunan Ampel Surabaya)
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
*Almughni Mika (UIN Sunan Ampel Surabaya)|title_orig=Reframing Hijab and Public Morality: Gender Justice through Maqāṣid and Qirā’ah Mubādalah|name=Journal of Digital Islamic Thought|notes=[https://journal.zamzamischolar.com/index.php/JDIT/article/view/26 Download PDF]|website=[https://journal.zamzamischolar.com/index.php/JDIT/article/view/26 Journal of Digital Islamic Thought]}}
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://journal.zamzamischolar.com/index.php/JDIT/article/view/26 Journal of Digital Islamic Thought]
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 2 No. 1 (2026): December
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Wahyu Elvita Rohmi, Almughni Mika
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.64685/JDIT.2026.2.1.128-149
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|-
|PDF
|:
|[https://journal.zamzamischolar.com/index.php/JDIT/article/view/26 Download PDF]
|}
|}
'''''Abstract'''''
'''Abstrak'''


''The discourse on the hijab in the contemporary context is no longer limited to a symbol of individual piety but has developed into an arena of identity contestation fraught with politicization, stereotypes, and discriminatory practices in the public sphere. This article examines these dynamics through a netnographic analysis of the Instagram account @lia_lestari29, which represents resistance to symbolic coercion, and then analyzes them through a synthesis of Quraish Shihab’s thoughts and the Qirā’ah Mubādalah approach. The results of the study show that the integration of legal flexibility based on maqāṣid al-sharī‘ah with the hermeneutics of reciprocity is capable of reconstructing textual readings that tend to be gender biased, particularly in the interpretation of the hadith kasiyāt ‘āriyāt. This study emphasizes that the construction of public morality should not be imposed exclusively on women, but rather be positioned as a collective ethical responsibility that binds men and women equally. Thus, the recontextualization of dress ethics based on the principles of al-ḥayā’ and gender justice is a prerequisite for the establishment of an inclusive, democratic social order that is free from structural exclusion.''
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.


'''''Keywords:''' Hijab, Qirā’ah Mubādalah, Quraish Shihab, Gender Justice, Ethnography, Public Morality.''
'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2026]]