Lompat ke isi

Warkah Al-Basyar Volume I Tahun 2002; Edisi 01 Keuntungan Dalam Ketertindasan; Ada Apa Dengan Buruh Migran Kita?: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(21 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Journal of Digital Islamic Thought.jpg|italic title=Reframing Hijab and Public Morality: Gender Justice through Maqāṣid and Qirā’ah Mubādalah|isbn=3124-0763|pub_date=2026-12-03|cover_artist=|pages=|series=Vol. 2 No. 1 (2026): December|author=*Wahyu Elvita Rohmi (UIN Sunan Ampel Surabaya)
{{Infobox book|image=Berkas:AlBasyar Vol1 (Cov1).jpg|italic title=Keuntungan Dalam Ketertindasan; Ada Apa Dengan Buruh Migran Kita?|pub_date=05 Juli 2002 M (24 Rabiul Akhir 1423 H)|series=Volume I Tahun 2002; Edisi 01|author=Rosidin|title_orig=Keuntungan Dalam Ketertindasan; Ada Apa Dengan Buruh Migran Kita?|name=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1RhPjbVO9L0WK-wxoEp-r4U5ocK2YVm6Q/view?usp=drive_link Download PDF]|sumber=Yayasan [[Fahmina]]|image_caption=[[Warkah Al-Basyar]]|published=Fahmina Institute}}
*Almughni Mika (UIN Sunan Ampel Surabaya)|title_orig=Reframing Hijab and Public Morality: Gender Justice through Maqāṣid and Qirā’ah Mubādalah|name=Journal of Digital Islamic Thought|notes=[https://journal.zamzamischolar.com/index.php/JDIT/article/view/26 Download PDF]|website=[https://journal.zamzamischolar.com/index.php/JDIT/article/view/26 Journal of Digital Islamic Thought]}}[[Berkas:AlBasyar Vol1 (Cov1).jpg|kiri|nirbing|460x460px]]
 
'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{|
|Sumber
|:
|Yayasan [[Fahmina]]
|-
|Nama Buletin
|:
|[[Warkah Al-Basyar]]
|-
|Seri
|:
|Volume I Tahun 2002; Edisi 01
|-
|Tanggal Terbit
|:
|05 Juli 2002 M
|-
|
|
|''(24 Rabiul Akhir 1423 H)''
|-
|Penerbit
|:
|Fahmina Institute
|-
|Penulis
|:
|Rosidin
|-
|Link Download
|:
|[https://drive.google.com/file/d/1RhPjbVO9L0WK-wxoEp-r4U5ocK2YVm6Q/view?usp=drive_link Download Warkah Al-Basyar]
|}
Kita sering mendengar pembantu rumah tangga asal indonesia diperkosa, di pukuli dan hilang di negeri orang. Bahkan ada yang di vonis hukuman mau karena di tuduh membunuh. Pada tanggal 21 Juni 2000 misalnya, mata seorang pebantu bernama Iroh di cukil majikannya di Abu Dabi. Tanggal 3 Agustus 2000 lima TKW asal Kalimantan barat di nodai di serawak Malaysia. Kemudian, LSM peduli buruh migran menemukan 21 orang menjadi gila setelah bekerja di Malaysia. Begitulah yang di beritakan di media massa dan diungkapkan dalam berbagai laporan kasus oleh asosiasi pekerja yang ada. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah? Juga oleh kita?
Kita sering mendengar pembantu rumah tangga asal indonesia diperkosa, di pukuli dan hilang di negeri orang. Bahkan ada yang di vonis hukuman mau karena di tuduh membunuh. Pada tanggal 21 Juni 2000 misalnya, mata seorang pebantu bernama Iroh di cukil majikannya di Abu Dabi. Tanggal 3 Agustus 2000 lima TKW asal Kalimantan barat di nodai di serawak Malaysia. Kemudian, LSM peduli buruh migran menemukan 21 orang menjadi gila setelah bekerja di Malaysia. Begitulah yang di beritakan di media massa dan diungkapkan dalam berbagai laporan kasus oleh asosiasi pekerja yang ada. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah? Juga oleh kita?