Lompat ke isi

2025 Kesalingan Hak dan Kewajiban Suami-Istri: Kajian Mubadalah dalam Perspektif Gender untuk Mewujudkan Keadilan di Rumah Tangga: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Jurnal Heksa vol1 no1.jpg|italic title=Kesalingan Hak dan Kewajiban Suami-Istri: Kajian Mubadalah dalam Perspektif Gender untuk Mewujudkan Keadilan di Rumah Tangga|isbn=-|pub_date=30-05-2025|series=Vol. 1 No. 1 (2025)|author=*Siti Nurjanah (Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung)
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Heksa vol1 no1.jpg|italic title=Kesalingan Hak dan Kewajiban Suami-Istri: Kajian Mubadalah dalam Perspektif Gender untuk Mewujudkan Keadilan di Rumah Tangga|isbn=-|pub_date=30-05-2025|series=Vol. 1 No. 1 (2025)|author=*Siti Nurjanah (Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung)
*Ahmad Isnaeni (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)
*Ahmad Isnaeni (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)
*Ali Abdul Wakhid (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)"|title_orig=Mubadalah sebagai Paradigma Kesalingan dalam Relasi Suami Istri|name=Jurnal Heksa|notes=[https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/25 Download PDF]|website=[https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/25 Jurnal Heksa (Hukum, Ekonomi dan Studi Agama)]}}
*Ali Abdul Wakhid (Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)"|title_orig=Mubadalah sebagai Paradigma Kesalingan dalam Relasi Suami Istri|name=|notes=[https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/25 Download PDF]|image_caption=[https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/25 Jurnal Heksa (Hukum, Ekonomi dan Studi Agama)]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|Jurnal Heksa (Hukum, Ekonomi dan Studi Agama)
|[https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/25 Jurnal Heksa (Hukum, Ekonomi dan Studi Agama)]
|-
|-
|Seri
|Seri
Baris 19: Baris 19:
|:
|:
| -
| -
|-
|PDF
|:
|[https://ejournal.tarqi.or.id/index.php/heksa/article/view/25 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Ketimpangan relasi suami-istri dalam rumah tangga masih menjadi persoalan serius akibat pemahaman hak dan kewajiban yang bersifat hierarkis dan bias gender. Kondisi tersebut kerap dilegitimasi melalui penafsiran teks keagamaan yang tidak kontekstual, sehingga berimplikasi pada terjadinya ketidakadilan dalam praktik kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesalingan hak dan kewajiban suami-istri melalui pendekatan mubadalah dalam perspektif gender sebagai upaya mewujudkan keadilan dalam rumah tangga. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan rekonstruksi pemahaman hukum keluarga Islam agar lebih adil, humanis, dan responsif terhadap realitas sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menjadikan pendekatan mubadalah sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mubadalah mampu menghadirkan pemahaman relasi suami-istri yang bersifat resiprokal, kontekstual, dan berkeadilan gender. Pendekatan ini mendorong pergeseran paradigma relasi rumah tangga dari pola dominatif menuju kemitraan yang setara, sekaligus memperkuat basis normatif pembaruan hukum keluarga Islam yang berorientasi pada keadilan substantif.
Ketimpangan relasi suami-istri dalam rumah tangga masih menjadi persoalan serius akibat pemahaman hak dan kewajiban yang bersifat hierarkis dan bias gender. Kondisi tersebut kerap dilegitimasi melalui penafsiran teks keagamaan yang tidak kontekstual, sehingga berimplikasi pada terjadinya ketidakadilan dalam praktik kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kesalingan hak dan kewajiban suami-istri melalui pendekatan [[mubadalah]] dalam perspektif gender sebagai upaya mewujudkan keadilan dalam rumah tangga. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan rekonstruksi pemahaman hukum keluarga Islam agar lebih adil, humanis, dan responsif terhadap realitas sosial kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menjadikan pendekatan mubadalah sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan mubadalah mampu menghadirkan pemahaman relasi suami-istri yang bersifat resiprokal, kontekstual, dan berkeadilan gender. Pendekatan ini mendorong pergeseran paradigma relasi rumah tangga dari pola dominatif menuju kemitraan yang setara, sekaligus memperkuat basis normatif pembaruan hukum keluarga Islam yang berorientasi pada keadilan substantif.


'''Kata kunci:''' ''Hak dan Kewajiban Suami-Istri, Mubadalah, Perspektif Gender, Keadilan Rumah Tangga''
'''Kata kunci:''' ''Hak dan Kewajiban Suami-Istri, Mubadalah, Perspektif Gender, Keadilan Rumah Tangga''