Lompat ke isi

2025 Metode Mubadalah Dalam Tafsir Kontemporer: Analisis Pendekatan Kesetaraan Gender Faqihuddin Abdul Qodir: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Jurnal At Tasyrih.png|italic title=Sinergitas Konsep Mubadalah dalam Kehidupan Rumah Tangga di Era Media Sosial|isbn=2502-2997|pub_date=2025-09-21|series=Vol. 11 No. 2 (2025)|author=*Nurul Hidayah (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) *Nasrulloh (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)|title_orig=Sinergitas Konsep Mubadalah dalam Kehidupan Rumah Tangga di Era Media Sosial|name=Jurnal At-Tasyrih|notes=[https://ejournal.unisbajambi.ac....'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=|image=Berkas:Jurnal At Tasyrih.png|italic title=Sinergitas Konsep Mubadalah dalam Kehidupan Rumah Tangga di Era Media Sosial|isbn=2502-2997|pub_date=2025-09-21|series=Vol. 11 No. 2 (2025)|author=*Nurul Hidayah (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Mahabbah.png|italic title=Metode Mubadalah Dalam Tafsir Kontemporer: Analisis Pendekatan Kesetaraan Gender Faqihuddin Abdul Qodir|isbn=3089-5901|pub_date=2025-07-31|series=Vol. 1 No. 2 (2025)|author=*Else Afrilia (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
*Nasrulloh (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)|title_orig=Sinergitas Konsep Mubadalah dalam Kehidupan Rumah Tangga di Era Media Sosial|name=Jurnal At-Tasyrih|notes=[https://ejournal.unisbajambi.ac.id/index.php/attasyrih/article/view/342 Download PDF]|website=[https://ejournal.unisbajambi.ac.id/index.php/attasyrih/article/view/342 At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam]}}
*Fadil Fauzan (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)|title_orig=Metode Mubadalah Dalam Tafsir Kontemporer: Analisis Pendekatan Kesetaraan Gender Faqihuddin Abdul Qodir|name=|notes=[https://journal.iai-daraswaja-rohil.ac.id/index.php/mahabbah/article/view/114 Download PDF]|image_caption=[https://journal.iai-daraswaja-rohil.ac.id/index.php/mahabbah/article/view/114 MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://ejournal.unisbajambi.ac.id/index.php/attasyrih/article/view/342 At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam]
|[https://journal.iai-daraswaja-rohil.ac.id/index.php/mahabbah/article/view/114 MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 11 No. 2 (2025)
|Vol. 1 No. 2 (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Hadi Saputra, Abdul Qodir Zaelani, Intan Suciana Ramadhan,
|Else Afrilia, Fadil Fauzan
|-
|
|
|Safarika Khumayiroh, Kunidhurotul Fikriah, Dian Eka Putri
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.55849/attasyrih.v11i2.342
| -
|-
|PDF
|:
|[https://ejournal.unisbajambi.ac.id/index.php/attasyrih/article/view/342 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Media sosial dapat berdampak positif maupun negatif tergantung pada penggunanya, penyalahgunaan media sosial dapat menimbulkan permasalahan sosial dalam kehidupan terkhusus dalam rumah tanggga, hingga terjadinya perceraian. Masalah yang muncul umumnya meliputi rasa cemburu karena interaksi pasangan dengan lawan jenis di media sosial, kurangnya komunikasi, hingga perselingkuhan di dunia maya. Oleh karena itu teori mubadalah hadir dengan membawa konsep dalam berkehidupan, terkhusus kehidupan dalam rumah tangga dengan prinsip kesalingan atau resiprokal, sehingga menghasilkan rasa berkeadilan dan keluarga yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi konsep sinergitas mubadalah dalam kehidupan rumah tangga di era media sosial dan bagaimana dampaknya dalam kehidupan rumah tangga di era media sosial. Sebagai penelitian normatif, penelitian ini menerapkan pendekatan konseptual. Yaitu dengan mengumpulkan data dengan menggunakan studi dokumentasi atau penelitian kepustakaan, kemudian menganalisis data dengan cara membaca, memeriksa, menghubungkan dan menafsirkan data, dan kemudian menguraikan data secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya sinergisasi konsep mubadalah pada rumah tangga di era media sosial sangatlah tepat, dimana prinsip kesalingan dan keadilan ini tidak hanya dapat diberlakukan pada tanggung jawab yang bersifat domestik saja akan tetapi juga ranah publik. penyinergian konsep mubadalah ke dalam rumah tangga era media sosial ini menghasilkan dampak positif yang secara lagsung dirasakan yaitu, dalam konteks nafkah suami yang kekurangan secara materil merasa terbantu finansialnya, dengan adanya prinsip kesalingan maka istri menjadi lebih ringan dalam hal tanggung jawab yang sifatnya domestik seperti mengurus anak, sebagai bentuk tanggung jawab bersama, bahkan hingga ranah pengambilan keputusan tertentu bernilai keadilan yaitu dilakukan dengan bermusyawarah.
Isu kesetaraan gender dalam Islam menjadi topik yang semakin relevan dalam wacana keagamaan kontemporer. Penafsiran terhadap teks-teks keagamaan sering kali merefleksikan norma-norma patriarkal, sehingga memunculkan perlunya pendekatan baru yang lebih adil dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang muncul sebagai respons terhadap bias gender dalam tafsir klasik adalah metode Mubadalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Qodir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi metode Mubadalah dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan relasi gender, khususnya dalam hal kepemimpinan perempuan, relasi suami-istri, dan pembagian warisan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur primer berupa karya Qira’ah Mubadalah dan literatur sekunder dari karya akademik lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tiga tahap: identifikasi konsep Mubadalah, analisis implementatif, dan evaluasi relevansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Mubadalah menawarkan paradigma tafsir yang berpijak pada prinsip kesalingan (reciprocality) dan keadilan. Tafsir dilakukan dengan memperhatikan konteks sosial, budaya, dan historis serta prinsip universal Islam. Dengan pendekatan ini, relasi gender dalam Al-Qur’an tidak lagi dilihat secara hierarkis, melainkan sebagai hubungan kemitraan yang setara. Metode ini menjadi kontribusi penting dalam membangun tafsir yang inklusif dan adil gender dalam masyarakat Muslim kontemporer.


'''Kata kunci:''' ''Mubadalah, Rumah Tangga, Media Sosial''
'''Kata kunci:''' ''Mubadalah, Faqihuddin, Tafsir, Gender''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]

Revisi terkini sejak 5 April 2026 11.58

JudulMetode Mubadalah Dalam Tafsir Kontemporer: Analisis Pendekatan Kesetaraan Gender Faqihuddin Abdul Qodir
Penulis
  • Else Afrilia (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
  • Fadil Fauzan (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
SeriVol. 1 No. 2 (2025)
Tahun terbit
2025-07-31
ISBN3089-5901
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Seri : Vol. 1 No. 2 (2025)
Penulis : Else Afrilia, Fadil Fauzan
DOI : -

Abstrak

Isu kesetaraan gender dalam Islam menjadi topik yang semakin relevan dalam wacana keagamaan kontemporer. Penafsiran terhadap teks-teks keagamaan sering kali merefleksikan norma-norma patriarkal, sehingga memunculkan perlunya pendekatan baru yang lebih adil dan kontekstual. Salah satu pendekatan yang muncul sebagai respons terhadap bias gender dalam tafsir klasik adalah metode Mubadalah yang dikembangkan oleh Faqihuddin Abdul Qodir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan implementasi metode Mubadalah dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan relasi gender, khususnya dalam hal kepemimpinan perempuan, relasi suami-istri, dan pembagian warisan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur primer berupa karya Qira’ah Mubadalah dan literatur sekunder dari karya akademik lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tiga tahap: identifikasi konsep Mubadalah, analisis implementatif, dan evaluasi relevansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Mubadalah menawarkan paradigma tafsir yang berpijak pada prinsip kesalingan (reciprocality) dan keadilan. Tafsir dilakukan dengan memperhatikan konteks sosial, budaya, dan historis serta prinsip universal Islam. Dengan pendekatan ini, relasi gender dalam Al-Qur’an tidak lagi dilihat secara hierarkis, melainkan sebagai hubungan kemitraan yang setara. Metode ini menjadi kontribusi penting dalam membangun tafsir yang inklusif dan adil gender dalam masyarakat Muslim kontemporer.

Kata kunci: Mubadalah, Faqihuddin, Tafsir, Gender