2026 Dinamika Pergulatan Teks Dan Realitas: Telaah Hermeneutika Nur Rofiah Atas Tafsir Ayat-Ayat Gender: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book | {{Infobox book|image=Berkas:Al-Fikrah vol6 no1.png|italic title=Dinamika Pergulatan Teks Dan Realitas: Telaah Hermeneutika Nur Rofiah Atas Tafsir Ayat-Ayat Gender|isbn=2809-2252|pub_date=2026-02-25|series=Vol 6 No 1 (2026): Alfikrah|author=*Sitti Nur Sapiah Husnah (Universitas PTIQ Jakarta) | ||
*Mohamad Zaenal Arifin (Universitas PTIQ Jakarta)|title_orig=Dinamika Pergulatan Teks Dan Realitas: Telaah Hermeneutika Nur Rofiah Atas Tafsir Ayat-Ayat Gender|name= | *Mohamad Zaenal Arifin (Universitas PTIQ Jakarta)|title_orig=Dinamika Pergulatan Teks Dan Realitas: Telaah Hermeneutika Nur Rofiah Atas Tafsir Ayat-Ayat Gender|name=|notes=[https://ejournal.ibi.ac.id/Alfikrah/article/view/877 Download PDF]|image_caption=[https://ejournal.ibi.ac.id/Alfikrah/article/view/877 Al-Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam]}}'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>''' | ||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
| Baris 17: | Baris 17: | ||
|: | |: | ||
|https://doi.org/10.51476/alfikrah.v6i1.877 | |https://doi.org/10.51476/alfikrah.v6i1.877 | ||
|} | |} | ||
'''Abstrak''' | '''Abstrak''' | ||
Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya Nur Rofiah, sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender. | Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya [[Nur Rofiah]], sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender. | ||
'''''Keywords:''' Hermeneutika, Tafsir Ayat Gender, Nur Rofiah'' | '''''Keywords:''' Hermeneutika, Tafsir Ayat Gender, Nur Rofiah'' | ||
| Baris 30: | Baris 26: | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | [[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI | [[Kategori:Artikel Jurnal KUPI 2026]] | ||
Revisi terkini sejak 5 April 2026 11.44
| Judul | Dinamika Pergulatan Teks Dan Realitas: Telaah Hermeneutika Nur Rofiah Atas Tafsir Ayat-Ayat Gender |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol 6 No 1 (2026): Alfikrah |
Tahun terbit | 2026-02-25 |
| ISBN | 2809-2252 |
| Download PDF | |
Informasi Artikel Jurnal:
| Sumber | : | Al-Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam |
| Seri | : | Vol 6 No 1 (2026): Alfikrah |
| Penulis | : | Sitti Nur Sapiah Husnah, Mohamad Zaenal Arifin |
| DOI | : | https://doi.org/10.51476/alfikrah.v6i1.877 |
Abstrak
Kajian Al-Qur’an merupakan bidang yang dinamis dan senantiasa berkembang seiring perubahan sosial, budaya, dan kebutuhan metodologis baru. Dalam menafsirkan Al-Qur’an, sebagian kalangan menekankan supremasi teks dengan penafsiran literal, sedangkan pihak lain berusaha mengkontekstualisasikan makna sesuai dengan kebutuhan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemikiran hermeneutika Nur Rofiah dalam tafsir ayat-ayat gender. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer diperoleh dari karya Nur Rofiah, sementara data sekunder meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen lainnya yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk menampilkan gagasan Nur Rofiah tentang pergulatan antara teks dan realitas dalam konteks tafsir ayat-ayat gender dan implikasi sosial dan teologis yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nur Rofiah menawarkan model hermeneutika yang menekankan interaksi dinamis antara teks, konteks, dan pembaca. Ia menegaskan perlunya meninjau kembali tafsir yang bias gender, menolak klaim kebenaran tunggal, dan menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menyimpulkan pendekatan kontekstual dalam memahami ayat-ayat gender menghadirkan paradigma baru yang menegakkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan terhadap nilai-nilai etis yang terkandung dalam ayat-ayat gender.
Keywords: Hermeneutika, Tafsir Ayat Gender, Nur Rofiah