2025 Mubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir: Perbedaan antara revisi
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 27: | Baris 27: | ||
'''Abstrak''' | '''Abstrak''' | ||
Pendekatan ''Mubadalah'' yang dikembangkan oleh Faqih Abdul Qadir merupakan metode tafsir yang menekankan prinsip kesalingan dan keadilan dalam memahami teks-teks keagamaan. Awalnya diterapkan dalam konteks relasi gender, pendekatan ini menawarkan kerangka etis yang relevan untuk membangun hubungan yang adil antara kelompok agama mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pemikiran, metode tafsir, serta contoh penerapan ''Mubadalah'' dalam konteks relasi antaragama. Melalui studi literatur terhadap karya-karya Faqih Abdul Qadir, seperti ''Qira’ah Mubādalah'' dan tulisan-tulisan lainnya, ditemukan bahwa pendekatan ini mengedepankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kemitraan dalam menafsirkan teks keagamaan. Dengan demikian, ''Mubadalah'' dapat menjadi paradigma etis yang mendukung terciptanya harmoni dan inklusivitas dalam masyarakat pluralistik. | Pendekatan ''Mubadalah'' yang dikembangkan oleh Faqih Abdul Qadir merupakan metode tafsir yang menekankan prinsip kesalingan dan keadilan dalam memahami teks-teks keagamaan. Awalnya diterapkan dalam konteks relasi gender, pendekatan ini menawarkan kerangka etis yang relevan untuk membangun hubungan yang adil antara kelompok agama mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pemikiran, metode tafsir, serta contoh penerapan ''[[Mubadalah]]'' dalam konteks relasi antaragama. Melalui studi literatur terhadap karya-karya Faqih Abdul Qadir, seperti ''Qira’ah Mubādalah'' dan tulisan-tulisan lainnya, ditemukan bahwa pendekatan ini mengedepankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kemitraan dalam menafsirkan teks keagamaan. Dengan demikian, ''Mubadalah'' dapat menjadi paradigma etis yang mendukung terciptanya harmoni dan inklusivitas dalam masyarakat pluralistik. | ||
'''''Kata Kunci:''' Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, relasi antaragama, mayoritas-minoritas, etika Islam'' | '''''Kata Kunci:''' Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, relasi antaragama, mayoritas-minoritas, etika Islam'' | ||
Revisi terkini sejak 5 April 2026 12.01
| Judul | Mubadalah Sebagai Pendekatan Etis Dalam Relasi Agama Mayoritas Dan Minoritas: Studi Pemikiran Faqih Abdul Qadir |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 14 No. 5 (2025) |
Tahun terbit | 2025-06-12 |
| ISBN | 3030-8917 |
| Download PDF | |
Informasi Artikel Jurnal:
| Sumber | : | Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah |
| Seri | : | Vol. 14 No. 5 (2025) |
| Penulis | : | Rafil Abil Alfarisi, Syifa Qalbina Izzah S, |
| Sidik Amanah Hasibuan, Laila Sari Masyhur | ||
| DOI | : | doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461 |
Abstrak
Pendekatan Mubadalah yang dikembangkan oleh Faqih Abdul Qadir merupakan metode tafsir yang menekankan prinsip kesalingan dan keadilan dalam memahami teks-teks keagamaan. Awalnya diterapkan dalam konteks relasi gender, pendekatan ini menawarkan kerangka etis yang relevan untuk membangun hubungan yang adil antara kelompok agama mayoritas dan minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pemikiran, metode tafsir, serta contoh penerapan Mubadalah dalam konteks relasi antaragama. Melalui studi literatur terhadap karya-karya Faqih Abdul Qadir, seperti Qira’ah Mubādalah dan tulisan-tulisan lainnya, ditemukan bahwa pendekatan ini mengedepankan prinsip kesalingan, keadilan, dan kemitraan dalam menafsirkan teks keagamaan. Dengan demikian, Mubadalah dapat menjadi paradigma etis yang mendukung terciptanya harmoni dan inklusivitas dalam masyarakat pluralistik.
Kata Kunci: Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, relasi antaragama, mayoritas-minoritas, etika Islam
The Mubadalahapproach developed by Faqih Abdul Qadir is a method of interpretation that emphasizes the principles of equity and justice in understanding religious texts. Initially applied in the context of gender relations, this approach offers a relevant ethical framework for building fair relations between majority and minority religious groups. This study aims to analyze the rationale, interpretation methods, and examples of the application of Mubadalah in the context of interfaith relations. Through a literature study of Faqih Abdul Qadir's works, such as Qira'ah Mubādalah and other writings, it is found that this approach prioritizes the principles of equality, justice, and partnership in interpreting religious texts. Thus, Mubadalah can be an ethical paradigm thatsupports the creation of harmony and inclusiveness in a pluralistic society.
Keywords :Mubadalah, Faqih Abdul Qadir, tafsir, interfaith relations, majority-minority, Islamic ethics