2025 Isu Subordinasi Gender: Koloni Semut dalam Q.S. An-Naml: 18 Perspektif Tafsir Ilmi dan Teori Mubadalah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Tashdiq vol1 no1.jpg|italic title=Metode Qira’ah Mubadperan Wanita Dalam Kepemimpinan: Analisis Dan Penerapan|isbn=3030-8917|pub_date=2025-06-05|series=Vol. 14 No. 3 (2025)|author=*Syahri Al Hafidh (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) *Deffarul Syahroyza (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) *Anisa Cantika (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) *Laila Sari Masyhur (Universitas Islam Ne...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|image=Berkas: | {{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Isu Subordinasi Gender: Koloni Semut dalam Q.S. An-Naml: 18 Perspektif Tafsir Ilmi dan Teori Mubadalah|isbn=2963-4024|pub_date=2025|series=Vol. 4, No. 1 (2025)|author=*Masrul Maulana Pratama (Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin) | ||
* | *Muhammad Abizar Algifary (Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin) | ||
* | *Hasbi Hamid (Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin) | ||
* | *Ahmad Mujahid (Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin)|title_orig=Isu Subordinasi Gender: Koloni Semut dalam Q.S. An-Naml: 18 Perspektif Tafsir Ilmi dan Teori Mubadalah|name=|notes=[https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-muhith/article/view/5091 Download PDF]|image_caption=[https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-muhith/article/view/5091 Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits]}} | ||
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>''' | '''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>''' | ||
{| | {| | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://jurnal.stiq-amuntai.ac.id/index.php/al-muhith/article/view/5091 Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits] | ||
|- | |- | ||
|Seri | |Seri | ||
|: | |: | ||
|Vol. | |Vol. 4, No. 1 (2025) | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Masrul Maulana Pratama, Muhammad Abizar Algifary, | ||
|- | |||
| | |||
| | |||
|Hasbi Hamid, Ahmad Mujahid | |||
|- | |- | ||
|DOI | |DOI | ||
|: | |: | ||
| | | http://dx.doi.org/10.35931/am.v4i1.5091 | ||
|} | |} | ||
'''Abstrak''' | '''Abstrak''' | ||
Artikel ini bertujuan untuk mengkonter penafsiran yang mensubordinasi peran perempuan dalam relasi gender melalui kajian terhadap Q.S. an-Naml: 18. Pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an kerap bias terhadap dominasi laki-laki, seolah mengafirmasi superioritas gender tertentu. Namun, Q.S. an-Naml: 18 justru menampilkan semut betina sebagai pemimpin komunitasnya, sejalan dengan prinsip [[mubadalah]] yang menekankan ketersalingan peran tanpa subordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ayat tersebut melalui Perspektif tafsir ilmi serta teori mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir|Faqihuddin Abdul]] [[Faqihuddin Abdul Kodir|Kodir]] guna menegaskan bahwa Islam tidak mendukung relasi gender yang timpang. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta teknik analisis deskriptif, penelitian ini mengintegrasikan kajian tafsir dan sosial untuk menelaah pola kerja semut yang mencerminkan sistem kerja berbasis fungsi, bukan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial semut dalam ayat ini memberikan pelajaran berharga bagi manusia dalam membangun relasi yang adil dan setara, tanpa konstruksi hierarki yang menindas. Tafsir ilmi Kemenag juga menegaskan bahwa ayat ini bukan sekadar kisah hewan, tetapi mengandung isyarat mendalam mengenai keseimbangan peran dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa Islam, sebagaimana tercermin dalam ayat ini, tidak mendukung relasi gender yang bersifat hegemonik, melainkan menekankan prinsip kesalingan yang adil dan harmonis. | |||
'''''Kata Kunci:''' | '''''Kata Kunci:'''Subordinasi Gender, Semut, Tafsir Ilmi, Mubadalah'' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]] | ||