Lompat ke isi

Analisis Penerapan Komunikasi Profetik Dalam Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Tempo. Co: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas (ULRS APD) Sentra Mulya Jaya Jakarta|isbn=3032-2413|pub_date=2024-02-04|series=Vol. 2 No. 1 (2024): February|author=*Hani Oktaviyani (Universitas Muhammadiyah Jakarta) *Sokhivah Sokhivah (Universitas Muhammadiyah Jakarta)|title_orig=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas (ULRS APD) Sentra Mulya Jaya Jakarta|isbn=3032-2413|pub_date=2024-02-04|series=Vol. 2 No. 1 (2024): February|author=*Hani Oktaviyani (Universitas Muhammadiyah Jakarta)
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Analisis Penerapan Komunikasi Profetik Dalam Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Tempo. Co|pub_date=12 Oct 2023|author=Nia Mulyawati|title_orig=Analisis Penerapan Komunikasi Profetik Dalam Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Pemberitaan Penyandang Disabilitas Di Tempo. Co|image_caption=[https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21491/ Walisongo Institutional Resiprosity]|note=[https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21491/1/1901026101_Nia%20Mulyawati_Lengkap%20Tugas%20Akhir.pdf Download PDF]|name=}}'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
*Sokhivah Sokhivah (Universitas Muhammadiyah Jakarta)|title_orig=Manajemen Kasus Bagi Anak Autis Di Unit Layanan Rehabilitasi Sosial Anak Penyandang Disabilitas (ULRS APD) Sentra Mulya Jaya Jakarta|image_caption=[https://journal.appisi.or.id/index.php/wissen/article/view/62 WISSEN: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora]|note=[https://journal.appisi.or.id/index.php/wissen/article/view/62 Download PDF]|name=}}'''Informasi Artikel Jurnal:'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://journal.appisi.or.id/index.php/wissen/article/view/62 WISSEN: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora]
|[https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21491/ Walisongo Institutional Resiprosity]
|-
|Seri
|:
|Vol. 2 No. 1 (2024): February
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| Hani Oktaviyani, Sokhivah Sokhivah
| Nia Mulyawati
|-
|-
|DOI
|Fakultas
|:
|:
|https://doi.org/10.62383/wissen.v2i1.62
|Dakwah dan Komunikasi
|}'''Abstrak'''
|}'''Abstrak'''


Manajemen kasus pada pekerjaan sosial merupakan sebuah metode pemberian layanan yang dilakukan oleh  seorang  pekerja  sosial  professional  dengan  menilai  kebutuhan  klien  dan keluarga  klien  secara  tepat. Permasalahan anak autis merupakan hal yang cukup serius, hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah anak autis dari tahun ke tahun. Dalam menyikapi permasalahan yang ada, dibutuhkan nya peran pekerja sosial untuk melakukan assesment dan intervensi terhadap permasalahan anak autis tersebut dengan menggunakan pendekatan secara holistic dengan lingkukan sosialnya. Oleh karena itu, ULRS APD Sentra Mulya Jaya melayani anak penyandang autis dengan menggunakan pendekatan manajemen kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan manajemen kasus dalam penanganan anak autis di ULRS APD Sentra Mulya Jaya Jakarta dan mengetahui kendala  pekerja  sosial  dalam  penanganan  anak  autis  di ULRS  APD  Sentra  Mulya  Jaya  Jakarta. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan manajemen kasus di ULRS  APD  yaitu  engagement  (keterlibatan),  asessment  (penilaian),  planning  (perencanaan),  intervention (intervensi),  monitoring (pemantauan), evaluation (evaluasi), termination (terminasi), dan follow up (tindak lanjut). Hambatan yang dialami adalah keterbatasan sumber daya manusia khususnya profesi pekerja sosial dan kurangnya pemahaman orang tua pendamping anak autis
Nia Mulyawati, 1901026101, Analisis Penerapan Komunikasi Profetik dalam Pemberitaan Penyandang Disabilitas di Tempo.co
 
Pemberitaan penyandang disabilitas di Indonesia masih sangat minim dan dianggap dapat merugikan penyandang disabilitas karena keberadaan teks tersebut merupakan bentuk konstruksi sosial. Penggunaan teks dalam media yang menuliskan berita mengenai penyandang disabilitas cenderung mendiskriminasi dan menggunakan kata-kata yang tidak pantas dan dapat menyakiti mereka, seperti penggunaan kata cacat, tuli, gagu, bodoh, idiot dan lain sebagainya. Teks tersebut dianggap menyakiti mereka karena terkesan merendahkan dan tidak ada unsur kemanusiaan. Contoh penggunaan kalimat tersebut dianggap tidak pantas, diskriminatif dan dapat menyakiti penyandang disabilitas termuat dalam Suara.com, Suarajogja.id dan Kagama.co yang menuliskan berita penyandang disabilitas menggunakan kata “tuli” dan “cacat”. Oleh karena itu, penting bagi jurnalis untuk menggunakan kalimat yang tidak mendiskriminasi dan menyakiti penyandang disabilitas karena bagaimanapun mereka merupakan manusia yang memiliki hak sama di kalangan publik. Berkaitan dengan hal tersebut, komunikasi profetik menjadi salah satu pionir untuk menempatkan posisi penyandang disabilitas setara dengan non disabilitas. Oleh karena itu penulis tertarik meneliti hal tersebut dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi profetik diterapkan dalam pemberitaan penyandang disabilitas pada media online Tempo.co


'''Kata Kunci:''' ''Manajemen Kasus, Autis, Rehabilitasi Sosial''
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dengan menganalisis sumber data primer yang diperoleh dalam rubrik difabel Tempo.co periode Juni-September 2022. Hasilnya, Tempo.co telah menerapkan komunikasi profetik dalam pemberitaan penyandang disabilitas yang terdiri dari komunikasi profetik humanisasi dan liberasi. Terkait penerapan komunikasi profetik transendensi pada pemberitaan penyandang disabilitas di Tempo.co belum banyak dimuat. Meski demikian, bukan berarti Tempo.co tidak mementingkan aspek transendensi dalam pemberitaannya. Akan tetapi, dikarenakan kurangnya pembahasan mengenai nilai transendendal pada pemberitaan penyandang disabilitas Tempo.co. Penerapan ketiga nilai komunikasi profetik tersebut dilakukan melalui penggunaan kata, kalimat, konteks berita dan cara penyampaian informasi yang sesuai dengan indikator komunikasi profetik humanisasi, liberasi dan transendensi.
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]]
[[Kategori:Referensi Kajian Kupibilitas]]
[[Kategori:Skripsi, Thesis dan Penelitian Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas 2022]]
[[Kategori:Artikel Skripsi Kupibilitas 2023]]