Lompat ke isi

2025 Analysis of Act 23 Of 2004 Concerning the Elimination of Domestic Violence Article 8 From the Perspective of Mubadalah and its Implications on the Harmony of Families: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:KnE Social 202504.png|italic title=Analysis of Act 23 Of 2004 Concerning the Elimination of Domestic Violence Article 8 From the Perspective of Mubadalah and its Implications on the Harmony of Families|isbn=2518-668x|pub_date=Apr 17 2025|series=|author=*Hervin Yoki Pradikta (Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Indonesia)
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
*M. Nur Fadillah (Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Indonesia)
*Tiara Rica Dayani (Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Indonesia)
*Habib Shulton Asnawi (Universitas Maarif Lampung (UMALA), Indonesia)|title_orig=Analysis of Act 23 Of 2004 Concerning the Elimination of Domestic Violence Article 8 From the Perspective of Mubadalah and its Implications on the Harmony of Families|name=|notes=[https://kneopen.com/kne-social/article/view/18474/17120/ Download PDF]|image_caption=[https://kneopen.com/kne-social/article/view/18474/17120/ KnE Social Sciences]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://kneopen.com/kne-social/article/view/18474/17120/ KnE Social Sciences]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
| -
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Hervin Yoki Pradikta, M. Nur Fadillah,
|-
|
|
|Tiara Rica Dayani, Habib Shulton Asnawi
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|[https://doi.org/10.18502/kss.v10i8.18474 10.18502/kss.v10i8.18474]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''''Abstract'''''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
''Coercion occurs as a result of sexual relations between husband and wife or vice versa. This is not allowed in Islamic teachings because the fulfillment of spiritual needs in a marriage is prioritized through mutual willingness and sincerity. The aim of this study is to analyze Act 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence Article 8 from the perspective of Mubadalah studies and its implication on the harmony of families. This study is analytical-descriptive and used a qualitative method through library research, which is a data collection method that studies theories from various literature related to the topic. The results of this study found that Article 8 applies to not only to the husband but also to the wife. Thus, it concludes that this Act is in accordance with the principle of mubadalah, which is the principle of mutuality and includes all values of equality and humanity. The perspective of Mubadalah states that men and women are equal subjects whose relationship is based on cooperation, mutuality, and mutual assistance. Article 8 can also have implications for the realization of a harmonious family because it encourages the establishment of a good relationship between husband and wife, healthy marital intimacy, educated children, fulfilled needs, establishment of good community life, and increased faith.''


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Keywords:''' act, domestic violence, mubadalah, family''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]