Lompat ke isi

Pangeran Charles Soal Tradisi Islam di Indonesia: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''<u>Informasi Artikel Berita:</u>''' {| |Sumber Original |: |[https://fahmina.id/kupi-rancang-pelatihan-penulisan-short-bio-untuk-perkuat-ekosistem-gerakan-ulama-perempuan/ Yayasan Fahmina] |- |Penulis |: |Zaenal Abidin |- |Tanggal Terbit |: |9 Februari 2026 |- |Artikel Lengkap |: |[https://fahmina.id/kupi-rancang-pelatihan-penulisan-short-bio-untuk-perkuat-ekosistem-gerakan-ulama-perempuan/ KUPI Rancang Pelatihan Penulisan Short Bio untuk Perkuat Ekosistem Ger...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://fahmina.id/kupi-rancang-pelatihan-penulisan-short-bio-untuk-perkuat-ekosistem-gerakan-ulama-perempuan/ Yayasan Fahmina]
|[https://www.antaranews.com/berita/693791/pangeran-charles-soal-tradisi-islam-di-indonesia Antara]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Zaenal Abidin
|Editor: Ade P Marboen
|-
|-
|Tanggal Terbit
|Tanggal Terbit
|:
|:
|9 Februari 2026
|Minggu, 18 Maret 2018 04:49 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://fahmina.id/kupi-rancang-pelatihan-penulisan-short-bio-untuk-perkuat-ekosistem-gerakan-ulama-perempuan/ KUPI Rancang Pelatihan Penulisan Short Bio untuk Perkuat Ekosistem Gerakan Ulama Perempuan]
|[https://www.antaranews.com/berita/693791/pangeran-charles-soal-tradisi-islam-di-indonesia Pangeran Charles Soal Tradisi Islam di Indonesia]
|}
|}
Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Divisi Syiar menggelar rapat koordinasi di Griya Gus Dur, Jumat (6/2/2026), untuk merancang pelaksanaan program Co-Impact: Penguatan Ekosistem Gerakan Ulama Perempuan, khususnya melalui pelatihan penulisan short bio ulama perempuan.
London (ANTARA News) - Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles kagum dengan tradisi Islam di Indonesia dimana kaum perempuan dapat dengan bebas melenggang di dalam mesjid dan bahkan saat sholat berjamah pun jamaah perempuan melakukan sembahyang bersama-sama kaum pria dalam mesjid dengan hanya dipisahkan oleh pembatas.


Rapat ini dihadiri oleh perwakilan lima lembaga penyangga KUPI, yaitu Yayasan Fahmina, Gusdurian, AMAN Indonesia, Alimat, dan Rahima, serta perwakilan media sistem Mubadalah dan Islami.co. Hadir pula jajaran Divisi Syiar KUPI, di antaranya Jay Akhmad, Faqih Abdul Kodir, dan Iklilah Muzayyanah, bersama Kamala Chandrakirana dari Majelis Musyawarah KUPI.
Hal itu diungkapkan guru besar bidang sejarah dan kebudayaan Islam dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sharif Hidayatullah, Prof Dr Azyumardi Azra CBE, dalam diskusi Peran Perempuan Ulama dan Pesantren Indonesia dalam Memupuk Toleransi & Perdamaian, di London, Jumat.


Selain itu, rapat juga diikuti oleh Sarjoko S. dari Gusdurian, Fachrul dari Mubadalah, Zenit dari Kupipedia, Zaenal Abidin dari Yayasan Fahmina, Dedik Priyatno dari Islami.co, serta Fitriyatunisa dari Rahima.
Hadir pada diskusi itu staf dan pimpinan Kedutaan Besar Indonesia di London, perantauan Indonesia (''diaspora''), dan para pelajar dan mahasiswa.
 
Pertemuan dibuka oleh Jay Akhmad yang menegaskan bahwa rapat bertujuan menghasilkan gambaran utuh pelaksanaan program Co-Impact agar berjalan strategis, terukur, dan selaras dengan mandat gerakan KUPI.
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita 2028]]
[[Kategori:Berita 2028]]

Revisi terkini sejak 8 April 2026 23.48

Informasi Artikel Berita:

Sumber Original : Antara
Penulis : Editor: Ade P Marboen
Tanggal Terbit : Minggu, 18 Maret 2018 04:49 WIB
Artikel Lengkap : Pangeran Charles Soal Tradisi Islam di Indonesia

London (ANTARA News) - Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles kagum dengan tradisi Islam di Indonesia dimana kaum perempuan dapat dengan bebas melenggang di dalam mesjid dan bahkan saat sholat berjamah pun jamaah perempuan melakukan sembahyang bersama-sama kaum pria dalam mesjid dengan hanya dipisahkan oleh pembatas.

Hal itu diungkapkan guru besar bidang sejarah dan kebudayaan Islam dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sharif Hidayatullah, Prof Dr Azyumardi Azra CBE, dalam diskusi Peran Perempuan Ulama dan Pesantren Indonesia dalam Memupuk Toleransi & Perdamaian, di London, Jumat.

Hadir pada diskusi itu staf dan pimpinan Kedutaan Besar Indonesia di London, perantauan Indonesia (diaspora), dan para pelajar dan mahasiswa.