Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan Dalam Sejarah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Berkas:Berita58.jpg|kiri|jmpl|<small>''Cirebon, NU Online. KH Husein Muhammad menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti seperti Rahmah el-Y...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://www.nu.or.id/post/read/77401/ulama-perempuan-indonesia-diperhitungkan-dalam-sejarah NU Online] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|26 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://www.nu.or.id/post/read/77401/ulama-perempuan-indonesia-diperhitungkan-dalam-sejarah Ulama Perempuan Indonesia Diperhitungkan Dalam Sejarah] | |||
|} | |||
[[Berkas:Berita58.jpg|kiri|jmpl|<small>''Cirebon, NU Online. KH Husein Muhammad menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti seperti Rahmah el-Yunusiyah (Padang Panjang, Sumatera Barat), Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang),Teungku Fakinah (Aceh), Sultanah Safiatudin (Aceh), Fatimah (Banjarmasin)''</small>]] | [[Berkas:Berita58.jpg|kiri|jmpl|<small>''Cirebon, NU Online. KH Husein Muhammad menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti seperti Rahmah el-Yunusiyah (Padang Panjang, Sumatera Barat), Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang),Teungku Fakinah (Aceh), Sultanah Safiatudin (Aceh), Fatimah (Banjarmasin)''</small>]] | ||
KH. [[Husein Muhammad]] menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti Rahmah el-Yunusiyah (Padang Panjang, Sumatera Barat), Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang), Teungku Fakinah (Aceh), Sultanah Safiatudin (Aceh), Fatimah (Banjarmasin). | KH. [[Husein Muhammad]] menyebutkan sejumlah ulama perempuan Indonesia yang popular seperti Rahmah el-Yunusiyah (Padang Panjang, Sumatera Barat), Nyai Khoiriyah Hasyim (Jombang), Teungku Fakinah (Aceh), Sultanah Safiatudin (Aceh), Fatimah (Banjarmasin). | ||
| Baris 4: | Baris 23: | ||
Bahkan sejumlah penelitian belakangan menunjukkan ratusan bahkan ribuan perempuan Indonesia dengan kemampuan ilmiah yang setara dengan laki-laki. Mereka bekerja dalam dunia ilmiah, majelis ta’lim dan pesantren, maupun modern, pendidikan tinggi dan pusat-pusat riset sosial keagamaan. | Bahkan sejumlah penelitian belakangan menunjukkan ratusan bahkan ribuan perempuan Indonesia dengan kemampuan ilmiah yang setara dengan laki-laki. Mereka bekerja dalam dunia ilmiah, majelis ta’lim dan pesantren, maupun modern, pendidikan tinggi dan pusat-pusat riset sosial keagamaan. | ||
“Mereka adalah ulama,” kata Kiai Husein pada makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4). | “Mereka adalah ulama,” kata Kiai Husein pada makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) di Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy|Kebon Jambu al-Islamy]] Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4). | ||
Ia mengatakan, saat ini dunia sangat membutuhkan lahirnya banyak ulama perempuan dengan seluruh makna keulamaannya. Peran perempuan harus dimaksimalkan dalam segala aspek kehidupan di ruang domestik maupun publik. | Ia mengatakan, saat ini dunia sangat membutuhkan lahirnya banyak ulama perempuan dengan seluruh makna keulamaannya. Peran perempuan harus dimaksimalkan dalam segala aspek kehidupan di ruang domestik maupun publik. | ||
| Baris 12: | Baris 31: | ||
“Mereka dibutuhkan untuk memberi makna-makna baru atas kehidupan yang berkeadilan dan berkemanusiaan,” tambahnya. | “Mereka dibutuhkan untuk memberi makna-makna baru atas kehidupan yang berkeadilan dan berkemanusiaan,” tambahnya. | ||
Pada seminar itu juga menghadirkan pembicara lain, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yoyakarta Siti Aisyah, dan Guru Besar UIN Suna Kalijaga Yogyakarta Machasin. | Pada seminar itu juga menghadirkan pembicara lain, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yoyakarta Siti Aisyah, dan Guru Besar UIN Suna Kalijaga Yogyakarta [[Machasin]]. | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | |||