Lompat ke isi

2025 Analysis of the Causes of Divorce Suits From A Gender Perspective in the Religious Court of Selong, East Lombok: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Tashdiq vol1 no1.jpg|italic title=Metode Qira’ah Mubadperan Wanita Dalam Kepemimpinan: Analisis Dan Penerapan|isbn=3030-8917|pub_date=2025-06-05|series=Vol. 14 No. 3 (2025)|author=*Syahri Al Hafidh (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) *Deffarul Syahroyza (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) *Anisa Cantika (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau) *Laila Sari Masyhur (Universitas Islam Ne...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Tashdiq vol1 no1.jpg|italic title=Metode Qira’ah Mubadperan Wanita Dalam Kepemimpinan: Analisis Dan Penerapan|isbn=3030-8917|pub_date=2025-06-05|series=Vol. 14 No. 3 (2025)|author=*Syahri Al Hafidh (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
{{Infobox book|image=Berkas:Al Afkar vol8 no3.jpg|italic title=Analysis of the Causes of Divorce Suits From A Gender Perspective in the Religious Court of Selong, East Lombok|isbn=2614-4905|pub_date=2025-09-20|series=Vol. 8 No. 3 (2025)|author=*Suaeb Suaeb (Universitas Islam Negeri Mataram)
*Deffarul Syahroyza (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
*Lalu Supriadi Bin Mujib
*Anisa Cantika (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
*Khairul Hamim|title_orig=Analysis of the Causes of Divorce Suits From A Gender Perspective in the Religious Court of Selong, East Lombok|name=|notes=[https://www.al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/2386/1470 Download PDF]|image_caption=[https://www.al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/2386 al-Afkar: Journal For Islamic Studies]}}
*Laila Sari Masyhur (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)|title_orig=Metode Qira’ah Mubadperan Wanita Dalam Kepemimpinan: Analisis Dan Penerapan|name=|notes=[https://cibangsa.com/index.php/tashdiq/article/view/1249 Download PDF]|image_caption=[https://cibangsa.com/index.php/tashdiq/article/view/1249 Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://cibangsa.com/index.php/tashdiq/article/view/1249 Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah]
|[https://www.al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/2386 al-Afkar: Journal For Islamic Studies]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 14 No. 3 (2025)
|Vol. 8 No. 3 (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Syahri Al Hafidh, Deffarul Syahroyza, Anisa Cantika, Laila Sari Masyhur
|Suaeb Suaeb, Lalu Supriadi Bin Mujib, Khairul Hamim
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|[https://ejournal.warunayama.org/index.php/tashdiq/article/view/6652 doi.org/10.3783/tashdiqv2i9.2461]
|https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i3.2386
|-
|PDF
|:
|[https://www.al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/2386 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Qira’ah Mubādalah is an interpretative method  that  emerges  in response to religious interpretations that lean towards patriarchal and gender-biased perspectives. This research aims to reveal the necessity and significance of Qira’ah [[Mubadalah]] in comprehending verses of the Al-Qur'an  that  are  frequently  perceived  as  undermining  women, particularly through an analysis of QS. An-Nisa verse 34. The approach adopted in this study is qualitative-descriptive utilizing a literature review methodology. This researchemploys contextual interpretation theory within  a  framework    hermeneutika  kesalingan  (mubādalah) sebagaimana  yang  diusung  oleh  [[Faqihuddin Abdul Kodir]]. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Qira’ah Mubadalah menekankan saling keterkaitan  antara  pria  dan  wanita  dalam  hubungan  sosial  dan spiritual,  serta menawarkan  pendekatan  interpretasi  yang  lebih setara terhadap teks-teks religius. Analisis terhadap QS. An-Nisa:34 melalui  sudut  pandang  ini menghasilkan  pemahaman  yang tidak menempatkan  pria  sebagai  pemimpin  absolut, melainkan  sebagai mitra  yang  setara  dalam  keluarga.  Temuan  ini  selaras  dengan pemikiran  kesetaraan gender  dalam  Islam dan  menegaskan bahwa metode Qira’ah Mubādalah  sangat  relevan untuk konteks sosial keagamaan zaman modernPenelitian  ini  menegaskan  pentingnya penafsiran  ulang  terhadap teks  religius  secara  adil,  inklusif, dan kontekstual.
Meningkatnya    perceraian    mencerminkan    perubahan    masyarakat    yang    tidak    lagi menganggap perceraian sebagai sesuatu yang tabumelainkan melainkanfenomenayang dianggaplumrah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab gugat cerai di Pengadilan Agama Selong pada perspektif gender serta menganalisis putusan-putusan gugat cerai di Pengadilan Agama Selong ditinjau dari teori mubadalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode yang digunakan adalah pendekatan kasus dan yuridis-empiris, dengan pengumpulan data primer dari putusan pengadilan dan  wawancara dengan hakim, serta data sekunder dari referensi hukumHasil penelitian memaparkan faktor penyebab gugat cerai pada Pengadilan Agama Selong adalah masalah ekonomi, KDRT, ketergantungan alkohol atau narkoba, abai terhadap salah satu pihak, dan perselihan yang berkepanjangan. Adapun putusan-putusan dalam perkara sejalan dengan teori mubadalah yaitu mencakup lima pilar yang saling mendukung, seperti membangun perjanjian yang kuat sebagai amanah dari Tuhan, menjunjung prinsip kemitraan dan timbal balikrutin berkonsultasisaling memperlakukan dengan baik, dan menciptakan kenyamanan dalam berinteraksi satu sama lain.
 
'''''Kata Kunci:'''Qira’ah Mubādalah; tafsir gender; An-Nisa:34; Faqihuddin Abdul Kodir; hermeneutics; intertextuality''
 
''Qira’ah Mubādalah is an interpretative approach that arose in response to male-dominated and gender-biased interpretations of religion. This research seeks  to  highlight  the  significance  and necessity  of  Qira’ah  Mubādalah  in the interpretation  of  Qur'anic verses often regarded as unfair towards women, particularly through the examination of QS. An-Nisa verse 34. The methodology utilized is qualitative-descriptive with a focus on literature review. This study applies  contextual  interpretation  theory  framed  within hermeneutical reciprocity (mubādalah) as developed by Faqihuddin Abdul  Kodir.  The  results  show  that  Qira’ah  Mubādalah  promotes mutual  respect  between  men  and  women  within  both  social and spiritual contextsproviding  a  more  equitable  method  for interpreting  religious  texts.  Analyzing  QS.  An-Nisa:34  from  this perspective does not depict men as sole authorities but rather as equal stakeholders in a family setting. These results resonate with the principles of gender equality in Islam and validate the importance of Qira’ah Mubādalah in contemporary socio-religious scenarios. This study underscores the importance of a just, inclusive, and context-aware reinterpretation of sacred texts.''


'''''Keywords:''' Qira’ah  Mubādalah;  gender  understanding; An-Nisa:34; Faqihuddin Abdul Kodir; interpretation theory; reciprocity''
'''''Kata Kunci:''' Gugatan Cerai, Perspektif Gender, Pengadilan Agama''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]

Revisi terkini sejak 9 April 2026 10.18

JudulAnalysis of the Causes of Divorce Suits From A Gender Perspective in the Religious Court of Selong, East Lombok
Penulis
  • Suaeb Suaeb (Universitas Islam Negeri Mataram)
  • Lalu Supriadi Bin Mujib
  • Khairul Hamim
SeriVol. 8 No. 3 (2025)
Tahun terbit
2025-09-20
ISBN2614-4905
Download PDF

Informasi Artikel Jurnal:

Sumber : al-Afkar: Journal For Islamic Studies
Seri : Vol. 8 No. 3 (2025)
Penulis : Suaeb Suaeb, Lalu Supriadi Bin Mujib, Khairul Hamim
DOI : https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i3.2386
PDF : Download PDF

Abstrak

Meningkatnya perceraian mencerminkan perubahan masyarakat yang tidak lagi menganggap perceraian sebagai sesuatu yang tabu, melainkan melainkanfenomenayang dianggaplumrah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab gugat cerai di Pengadilan Agama Selong pada perspektif gender serta menganalisis putusan-putusan gugat cerai di Pengadilan Agama Selong ditinjau dari teori mubadalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode yang digunakan adalah pendekatan kasus dan yuridis-empiris, dengan pengumpulan data primer dari putusan pengadilan dan wawancara dengan hakim, serta data sekunder dari referensi hukum. Hasil penelitian memaparkan faktor penyebab gugat cerai pada Pengadilan Agama Selong adalah masalah ekonomi, KDRT, ketergantungan alkohol atau narkoba, abai terhadap salah satu pihak, dan perselihan yang berkepanjangan. Adapun putusan-putusan dalam perkara sejalan dengan teori mubadalah yaitu mencakup lima pilar yang saling mendukung, seperti membangun perjanjian yang kuat sebagai amanah dari Tuhan, menjunjung prinsip kemitraan dan timbal balik, rutin berkonsultasi, saling memperlakukan dengan baik, dan menciptakan kenyamanan dalam berinteraksi satu sama lain.

Kata Kunci: Gugatan Cerai, Perspektif Gender, Pengadilan Agama