Lompat ke isi

KUPI Perjuangkan Stop Kekerasan Perempuan Atas Nama Agama: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi ''''<u>Informasi Artikel Berita:</u>''' {| |Sumber Original |: |[https://www.idntimes.com/news/indonesia/ulama-perempuan-dorong-pemilu-2024-berlangsung-bersih-dan-bermartabat-00-sbfjr-y18fvx IDN News] |- |Penulis |: |Lia Hutasoit |- |Tanggal Tayang |: |20 Nov 2023, 19:04 WIB |} {| |Artikel Lengkap: '''''[https://www.idntimes.com/news/indonesia/ulama-perempuan-dorong-pemilu-2024-berlangsung-bersih-dan-bermartabat-00-sbfjr-y18fvx Ulama Perempuan Dorong Pemilu 2024 B...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://www.idntimes.com/news/indonesia/ulama-perempuan-dorong-pemilu-2024-berlangsung-bersih-dan-bermartabat-00-sbfjr-y18fvx IDN News]
|Konde.co
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Lia Hutasoit
|Tim Konde.co
|-
|-
|Tanggal Tayang
|Tanggal Tayang
|:
|:
|20 Nov 2023, 19:04 WIB
|March 17, 2023
|}
|}
{|
{|
|Artikel Lengkap: '''''[https://www.idntimes.com/news/indonesia/ulama-perempuan-dorong-pemilu-2024-berlangsung-bersih-dan-bermartabat-00-sbfjr-y18fvx Ulama Perempuan Dorong Pemilu 2024 Berlangsung Bersih dan Bermartabat]'''''
|Artikel Lengkap: '''''[https://www.konde.co/2023/03/hasil-kongres-ulama-perempuan-ii-menghasilkan-lima-isu-utama/ KUPI Perjuangkan Stop Kekerasan Perempuan Atas Nama Agama]'''''
|}
|}
'''Jakarta, IDN Times''' - Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) mendorong agar pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 harus bersih dan bermartabat.
Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) merupakan forum musyawarah keagamaan yang memproduksi pandangan keagamaan dalam merespon persoalan kemanusiaan, kebangsaan, dan kesemestaan yang berdampak langsung pada kehidupan perempuan.


“KUPI memandang bahwa pemilihan umum merupakan wasilah (sarana) menuju pencapaian cita-cita luhur berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, norma-norma dan proses-prosesnya harus makruf, dalam arti sesuai peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi akal sehat, dan memberi ketenangan batin rakyat,” kata Ketua Majelis Musyawarah KUPI, Badriyah Fayumi, Senin (20/11/2023).
Pada 24-26 November 2022, KUPI 2 sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Acara KUPI yang dilaksanakan melalui prosedur bertahap ini diawali dengan sejumlah halaqah yang dilakukan oleh empat organisasi keagamaan, yaitu Fahmina, Rahima, Alimat, dan Aman. Selanjutnya, kajian khusus dilakukan di Jepara, Medan, Yogyakarta, dan Makassar, serta dikonsolidasikan melalui halaqah nasional di Jakarta untuk menfinalisasi naskah yang dibahas dalam pertemuan utama dalam kongres.
 
KUPI merefleksikan gerakan eksistensi ulama perempuan yang memiliki kecerdasan intelektual, kultural, sosial, dan spiritual. Musyawarah keagamaan KUPI mendasarkan pada tiga konsep kunci, yaitu keadilan hakiki, mubadalah, dan ma’ruf melalui 7 alur sistematika penulisan, yaitu 1) deskripsi masalah (''tashawwur'') dan persoalan (''as’ilah'')nya, 2) dasar-dasar hukum (''adillah''), 3) analisis yang mendasari keputusan (''istidlal''), 4) sikap dan pandangan keagamaan, 5) rekomendasi (''taushiyah''), 6) referensi (''maraji’''), dan 7) lampiran-lampiran (''mulhaqat''). Isu yang dipilih dalam KUPI didasarkan pada dua aspek, yaitu problem dijumpai terjadi secara massif di berbagai konteks; dan problem berada di wilayah kultural dan struktural.
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita KUPI]]
[[Kategori:Berita 2023]]
[[Kategori:Berita 2023]]

Revisi terkini sejak 9 April 2026 14.37

Informasi Artikel Berita:

Sumber Original : Konde.co
Penulis : Tim Konde.co
Tanggal Tayang : March 17, 2023
Artikel Lengkap: KUPI Perjuangkan Stop Kekerasan Perempuan Atas Nama Agama

Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) merupakan forum musyawarah keagamaan yang memproduksi pandangan keagamaan dalam merespon persoalan kemanusiaan, kebangsaan, dan kesemestaan yang berdampak langsung pada kehidupan perempuan.

Pada 24-26 November 2022, KUPI 2 sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Acara KUPI yang dilaksanakan melalui prosedur bertahap ini diawali dengan sejumlah halaqah yang dilakukan oleh empat organisasi keagamaan, yaitu Fahmina, Rahima, Alimat, dan Aman. Selanjutnya, kajian khusus dilakukan di Jepara, Medan, Yogyakarta, dan Makassar, serta dikonsolidasikan melalui halaqah nasional di Jakarta untuk menfinalisasi naskah yang dibahas dalam pertemuan utama dalam kongres.

KUPI merefleksikan gerakan eksistensi ulama perempuan yang memiliki kecerdasan intelektual, kultural, sosial, dan spiritual. Musyawarah keagamaan KUPI mendasarkan pada tiga konsep kunci, yaitu keadilan hakiki, mubadalah, dan ma’ruf melalui 7 alur sistematika penulisan, yaitu 1) deskripsi masalah (tashawwur) dan persoalan (as’ilah)nya, 2) dasar-dasar hukum (adillah), 3) analisis yang mendasari keputusan (istidlal), 4) sikap dan pandangan keagamaan, 5) rekomendasi (taushiyah), 6) referensi (maraji’), dan 7) lampiran-lampiran (mulhaqat). Isu yang dipilih dalam KUPI didasarkan pada dua aspek, yaitu problem dijumpai terjadi secara massif di berbagai konteks; dan problem berada di wilayah kultural dan struktural.