Lompat ke isi

UIN Sunan Kalijaga: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox lembaga nonstruktural Indonesia|nama=ALIMAT|nama_pimpinan4=#Nur Rofiah #Athiyatul Ulya|nama_pimpinan7=#Helmy Ali #Nani Zulmirnani|pimpinan7=Bidang Kelembagaan dan Jaringan|nama_pimpinan6=AD Kusumaningtyas|pimpinan6=Bidang Publikasi dan Dokumentasi|nama_pimpinan5=#Kuntrhi Tridewiyanti #Sri Wiyanti Eddyono|pimpinan5=Bidang Riset dan Kajian|pimpinan4=Bidang Pendidikan dan Peningkatan Kapasitas|nama_pimpinan3=Maria Ulfah Anshor|pimpinan3=Bendah...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox lembaga nonstruktural Indonesia|nama=ALIMAT|nama_pimpinan4=#[[Nur Rofiah]]
'''Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta''' adalah perguruan tinggi Islam negeri yang memiliki tradisi akademik panjang dalam pengembangan studi keislaman yang integratif dan interkonektif. Berakar dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berdiri pada 1951, UIN Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu pelopor transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN dengan pendekatan integrasi ilmu agama dan ilmu umum.
#[[Athiyatul Ulya]]|nama_pimpinan7=#Helmy Ali
#Nani Zulmirnani|pimpinan7=Bidang Kelembagaan dan Jaringan|nama_pimpinan6=AD Kusumaningtyas|pimpinan6=Bidang Publikasi dan Dokumentasi|nama_pimpinan5=#Kuntrhi Tridewiyanti
#Sri Wiyanti Eddyono|pimpinan5=Bidang Riset dan Kajian|pimpinan4=Bidang Pendidikan dan Peningkatan Kapasitas|nama_pimpinan3=[[Maria Ulfah Anshor]]|pimpinan3=Bendahara|nama_pimpinan2=[[Faqihuddin Abdul Kodir]]|pimpinan2=Sekretaris|nama_pimpinan1=[[Badriyah Fayumi]]|pimpinan1=Ketua|didirikan=12 Mei 2009|alamat=Jl. Lapangan I No 2A Kel. Duren Sawit Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur 13440|gambar=[[Berkas:Logo_Alimat.jpg|180px]]}}


'''Alimat''' adalah gerakan pemikiran dan aksi masyarakat Indonesia yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam keluarga dengan perspektif Islam. Gerakan ini didirikan pada tanggal 12 Mei 2009 di Jakarta oleh sejumlah aktivis baik individu maupun yang tergabung dalam organisasi yang memiliki kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi perempuan dalam tatanan keluarga.  
Paradigma integratif-interkonektif yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga menekankan dialog antara teks keagamaan, realitas sosial, dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Pendekatan ini menjadikan kampus sebagai ruang akademik yang terbuka terhadap isu-isu keadilan sosial, hak asasi manusia, demokrasi, dan kesetaraan gender dalam perspektif Islam.


Sejumlah aktivis organisasi diantaranya berasal dari [[Komnas Perempuan]], [[Fatayat NU]], [[’Aisyiyah]], [[Nasyiatul ’Aisyiyah]], [[Yayasan Fahmina|Fahmina-institute]], Gerakan Perempuan Pembela Buruh Migran (GPPBM), [[Rahima]], Pemberdayaan [[Perempuan Kepala Keluarga]] (Pekka), Koalisi Perempuan Indonesia (KPI), LAKPESDAM NU, Pusat Studi Wanita UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Pekalongan, dan Universitas Pancasila.  
== Fokus Keilmuan dan Pengembangan Studi Islam ==
UIN Sunan Kalijaga memiliki beragam fakultas dan pusat studi yang mengembangkan kajian tafsir, hadis, hukum Islam, pemikiran Islam, sosiologi agama, hingga studi interdisipliner yang mengaitkan Islam dengan ilmu sosial dan humaniora. Kampus ini dikenal aktif dalam:


ALIMAT merupakan gerakan yang mensinergikan ikhtiar-ikhtiar gerakan perempuan muslim Indonesia dan gerakan global dalam menciptakan keadilan keluarga, yakni Musawah yang di dalamnya tergabung berbagai aktivis dari kurang lebih 40 negara-negara di dunia. Sebagai wadah gerakan, Alimat memiliki perhatian terhadap [[Hukum Keluarga|hukum keluarga]] di Indonesia sebagai basis hukum yang diterapkan kepada setiap warga negara, baik perempuan maupun laki-laki. Perhatian Alimat adalah pada bagaimana memastikan hukum keluarga di Indonesia menjunjung tinggi prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan.
* Pengembangan metodologi tafsir kontekstual.
* Studi Islam dan gender.
* Dialog antaragama dan pluralisme.
* Penguatan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam konteks kebangsaan.


Visi Alimat adalah gerakan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan keluarga Indonesia dalam perspektif Islam. Sementara misinya adalah: meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesetaraan dan keadilan dalam keluarga guna mewujudkan tatanan sosial yang bermartabat; mendorong proses pengambilan kebijakan keluarga yang setara dan adil gender melalui penyediaan argumentasi keislaman yang berbasis realitas kehidupan keluarga yang beragam; dan memperkuat simpul-simpul [[jaringan]] untuk gerakan kesetaraan dan keadilan dalam keluarga.
Tradisi akademik tersebut menjadikan UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu rujukan nasional dalam diskursus Islam progresif dan moderat.


Keanggotaan Alimat terdiri atas individu berbasis organisasi atau tidak berbasis organisasi yang memperjuangkan  keadilan dan kesetaraan gender dalam keluarga Indonesia. Saat ini, Alimat dipimpin oleh 10 orang anggota pengurus. Yaitu Badriyah Fayyumi (Ketua), Faqihuddin Abdul Kodir (Sekretaris), Maria Ulfah Anshor (Bendahara), Nur Rofiah dan Athiyatul Ulya (Bidangan Pendidikan dan Peningkatan Kapasitas), Kuntrhi Tridewiyanti dan [[Sri Wiyanti Eddyono]] (Bidang Riset dan Kajian), AD Kusumaningtyas (Bidang Publikasi dan Dokumentasi), Helmy Ali dan Nani Zulmirnani (Bidang Kelembagaan dan Jaringan).  
== Keterlibatan dalam Penguatan Keulamaan Perempuan ==
Dalam konteks pengembangan keulamaan perempuan, UIN Sunan Kalijaga menjadi mitra strategis Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Kampus ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan rangkaian kegiatan menuju Kongres ke-3 KUPI, termasuk Halaqah Kubra dan Dialog Publik bertema ''“Membumikan Spirit Keulamaan Perempuan untuk Peradaban Islam yang Ma’ruf, Mubadalah, dan Berkeadilan Hakiki.”''
 
Forum tersebut mempertemukan akademisi, ulama perempuan, aktivis, dan mahasiswa dalam ruang diskusi ilmiah yang menegaskan arah pengembangan keulamaan perempuan yang transformatif, sistematis, dan berkelanjutan. Partisipasi Guru Besar dan dosen UIN Sunan Kalijaga dalam forum ini mencerminkan dukungan institusional terhadap penguatan otoritas keilmuan perempuan dalam wacana keislaman.
 
Keterlibatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memperkuat integrasi perspektif mubadalah, keadilan substantif, dan kesetaraan gender dalam diskursus akademik kampus. Dialog tersebut juga menjadi bagian dari Halaqah Kubra KUPI yang menghubungkan ruang akademik dengan praksis gerakan sosial-keagamaan.
 
== Signifikansi dalam Jaringan ==
Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga dengan KUPI menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keulamaan perempuan. Melalui forum ilmiah, riset, dan ruang kaderisasi, kampus berperan sebagai arena epistemik yang memungkinkan perempuan menjadi subjek pengetahuan dan otoritas keagamaan.
 
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mengembangkan studi Islam yang inklusif dan kontekstual, UIN Sunan Kalijaga berkontribusi dalam memperluas jaringan akademik dan intelektual KUPI di tingkat nasional. Sinergi ini memperkuat upaya bersama untuk menghadirkan tradisi keulamaan yang ma’ruf, mubadalah, dan berkeadilan hakiki dalam kehidupan sosial-keagamaan Indonesia.


[[Kategori:Jaringan]]
[[Kategori:Jaringan]]
[[Kategori:Lembaga]]
[[Kategori:Lembaga Perguruan Tinggi]]
[[Kategori:Perguruan Tinggi]]

Revisi terkini sejak 9 April 2026 16.30

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah perguruan tinggi Islam negeri yang memiliki tradisi akademik panjang dalam pengembangan studi keislaman yang integratif dan interkonektif. Berakar dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berdiri pada 1951, UIN Sunan Kalijaga dikenal sebagai salah satu pelopor transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN dengan pendekatan integrasi ilmu agama dan ilmu umum.

Paradigma integratif-interkonektif yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga menekankan dialog antara teks keagamaan, realitas sosial, dan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Pendekatan ini menjadikan kampus sebagai ruang akademik yang terbuka terhadap isu-isu keadilan sosial, hak asasi manusia, demokrasi, dan kesetaraan gender dalam perspektif Islam.

Fokus Keilmuan dan Pengembangan Studi Islam

UIN Sunan Kalijaga memiliki beragam fakultas dan pusat studi yang mengembangkan kajian tafsir, hadis, hukum Islam, pemikiran Islam, sosiologi agama, hingga studi interdisipliner yang mengaitkan Islam dengan ilmu sosial dan humaniora. Kampus ini dikenal aktif dalam:

  • Pengembangan metodologi tafsir kontekstual.
  • Studi Islam dan gender.
  • Dialog antaragama dan pluralisme.
  • Penguatan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam konteks kebangsaan.

Tradisi akademik tersebut menjadikan UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu rujukan nasional dalam diskursus Islam progresif dan moderat.

Keterlibatan dalam Penguatan Keulamaan Perempuan

Dalam konteks pengembangan keulamaan perempuan, UIN Sunan Kalijaga menjadi mitra strategis Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Kampus ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan rangkaian kegiatan menuju Kongres ke-3 KUPI, termasuk Halaqah Kubra dan Dialog Publik bertema “Membumikan Spirit Keulamaan Perempuan untuk Peradaban Islam yang Ma’ruf, Mubadalah, dan Berkeadilan Hakiki.”

Forum tersebut mempertemukan akademisi, ulama perempuan, aktivis, dan mahasiswa dalam ruang diskusi ilmiah yang menegaskan arah pengembangan keulamaan perempuan yang transformatif, sistematis, dan berkelanjutan. Partisipasi Guru Besar dan dosen UIN Sunan Kalijaga dalam forum ini mencerminkan dukungan institusional terhadap penguatan otoritas keilmuan perempuan dalam wacana keislaman.

Keterlibatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memperkuat integrasi perspektif mubadalah, keadilan substantif, dan kesetaraan gender dalam diskursus akademik kampus. Dialog tersebut juga menjadi bagian dari Halaqah Kubra KUPI yang menghubungkan ruang akademik dengan praksis gerakan sosial-keagamaan.

Signifikansi dalam Jaringan

Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga dengan KUPI menunjukkan pentingnya dukungan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem keulamaan perempuan. Melalui forum ilmiah, riset, dan ruang kaderisasi, kampus berperan sebagai arena epistemik yang memungkinkan perempuan menjadi subjek pengetahuan dan otoritas keagamaan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mengembangkan studi Islam yang inklusif dan kontekstual, UIN Sunan Kalijaga berkontribusi dalam memperluas jaringan akademik dan intelektual KUPI di tingkat nasional. Sinergi ini memperkuat upaya bersama untuk menghadirkan tradisi keulamaan yang ma’ruf, mubadalah, dan berkeadilan hakiki dalam kehidupan sosial-keagamaan Indonesia.