Indeks Ketidaksetaraan Gender Indonesia Tinggi: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Indonesia tercatat sebagai salahsatu negara dengan Indeks Ketidaksetaraan Gender (IKG) yang tinggi jika dibandingkan negara ASEAN lainnya. Salah satu masalah krusial y...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://news.fajarnews.com/read/2017/04/26/15098/indeks.ketidaksetaraan.gender.indonesia.tinggi fajarnews.com] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|26 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| Vian | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://news.fajarnews.com/read/2017/04/26/15098/indeks.ketidaksetaraan.gender.indonesia.tinggi Indeks Ketidaksetaraan Gender Indonesia Tinggi] | |||
|} | |||
Indonesia tercatat sebagai salahsatu negara dengan Indeks Ketidaksetaraan Gender (IKG) yang tinggi jika dibandingkan negara ASEAN lainnya. Salah satu masalah krusial yang dihadapi perempuan Indonesia adalah tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). | Indonesia tercatat sebagai salahsatu negara dengan Indeks Ketidaksetaraan Gender (IKG) yang tinggi jika dibandingkan negara ASEAN lainnya. Salah satu masalah krusial yang dihadapi perempuan Indonesia adalah tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). | ||
| Baris 15: | Baris 34: | ||
“Dalam organisasi perempuan tersebut terjadi pergumulan termasuk ideologi dan pembangunan di masa orde baru. Ulama perempuan hari ini memiliki peran yang beragam dari mulai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan,” ujarnya. | “Dalam organisasi perempuan tersebut terjadi pergumulan termasuk ideologi dan pembangunan di masa orde baru. Ulama perempuan hari ini memiliki peran yang beragam dari mulai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan,” ujarnya. | ||
Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah KUPI, Hj. Badriyah Fayumi mengatakan, tujuan kongres tersebut salah satunya adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi juga eksistensinya dihargai dan diakui. | Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah KUPI, Hj. [[Badriyah Fayumi]] mengatakan, tujuan kongres tersebut salah satunya adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi juga eksistensinya dihargai dan diakui. | ||
“Sebab dominasi budaya patriarkhi berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik, padahal kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan,” katanya. | “Sebab dominasi budaya patriarkhi berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik, padahal kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan,” katanya. | ||
Kongres ini, kata dia, diharapkan agar dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, serta memiliki perhatian pada perspektif untuk kesetaraan perempuan dalam memajukan peradaban Islam dan penguatan ''civil society''. '''(Vian)''' | Kongres ini, kata dia, diharapkan agar dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian nilai-nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, serta memiliki perhatian pada perspektif untuk kesetaraan perempuan dalam memajukan peradaban Islam dan penguatan ''civil society''. '''(Vian)''' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | |||