Isu Radikalisme Agama Paling Diminati Peserta KUPI: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi 'Memasuki hari kedua pelaksanaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), panitia menggelar seminar nasional tentang peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai keisl...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://news.fajarnews.com/read/2017/04/27/15132/isu.radikalisme.agama.paling.diminati.peserta.kupi fajarnews.com] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|27 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://news.fajarnews.com/read/2017/04/27/15132/isu.radikalisme.agama.paling.diminati.peserta.kupi Isu Radikalisme Agama Paling Diminati Peserta KUPI] | |||
|} | |||
Memasuki hari kedua pelaksanaan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), panitia menggelar seminar nasional tentang peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan, Rabu (26/4). | Memasuki hari kedua pelaksanaan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), panitia menggelar seminar nasional tentang peran ulama perempuan dalam meneguhkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan, Rabu (26/4). | ||
Seminar itu bertujuan penyamaan perspektif keulamaan perempuan dalam konteks ke Indonesiaan. Seminar juga membahas tentang peranan ulama perempuan dalam kehidupan sehari-hari di tingkat akar rumput. | Seminar itu bertujuan penyamaan perspektif keulamaan perempuan dalam konteks ke Indonesiaan. Seminar juga membahas tentang peranan ulama perempuan dalam kehidupan sehari-hari di tingkat akar rumput. | ||
Sebelum seminar dimulai dilakukan testimoni ulama perempuan asal Aceh, Umi Hanisah. | Sebelum seminar dimulai dilakukan testimoni ulama perempuan asal Aceh, [[Umi Hanisah]]. | ||
Dalam pemaparannya, Umi Hanisah menguraikan eksitensi, tantangan, peran dan kiprahnya di [[komunitas]]. Menurutnya, Aceh merupakan wilayah yang unik dan istimewa, karena sejak zaman prakemerdekaan banyak perempuan yang menjadi pimpinan dan ulama di tingkat komunitas. | Dalam pemaparannya, Umi Hanisah menguraikan eksitensi, tantangan, peran dan kiprahnya di [[komunitas]]. Menurutnya, Aceh merupakan wilayah yang unik dan istimewa, karena sejak zaman prakemerdekaan banyak perempuan yang menjadi pimpinan dan ulama di tingkat komunitas. | ||
| Baris 25: | Baris 44: | ||
Ulama yang aktif dalam perjuangan perdamaian dan keadilan gender itu menuturkan, sedikitnya akan ada tiga rekomendasi yang dihasilkan dalam KUPI tersebut. | Ulama yang aktif dalam perjuangan perdamaian dan keadilan gender itu menuturkan, sedikitnya akan ada tiga rekomendasi yang dihasilkan dalam KUPI tersebut. | ||
“Dari berbagai macam persolaan itu, besok (hari ini, red) akan dikeluarkan tiga isu besar yang menjadi fatwa dari sembilan isu yang dibahas yakni perkawinan anak di bawah umur kurang dari 18 tahun, kekerasan seksual dan perusakan lingkungan,” kata Kang Husein, panggilan akrabnya. | “Dari berbagai macam persolaan itu, besok (hari ini, red) akan dikeluarkan tiga isu besar yang menjadi [[fatwa]] dari sembilan isu yang dibahas yakni perkawinan anak di bawah umur kurang dari 18 tahun, kekerasan seksual dan perusakan lingkungan,” kata Kang Husein, panggilan akrabnya. | ||
Pantauan fajarnews.com, dari sembilan diskusi pararel, yang paling banyak mendapat perhatian peserta baik dari Indonesia maupun negara-negara sahabat, yakni tema peran perempuan dalam menghadapi radikalisme agama dan tema peran ulama perempuan dalam perlindungan buruh migran. | Pantauan fajarnews.com, dari sembilan diskusi pararel, yang paling banyak mendapat perhatian peserta baik dari Indonesia maupun negara-negara sahabat, yakni tema peran perempuan dalam menghadapi radikalisme agama dan tema peran ulama perempuan dalam perlindungan buruh migran. | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | |||