Lompat ke isi

2025 Husbands’ Resistance to Family Planning: A Mubādalah Study of Urban and Rural Muslim Families in Indonesia: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal JIMI vol3 no1.jpg|italic title=Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah|isbn=3047-2121|pub_date=2026-01-19|series=Vol. 3 No. 1 (2026)|author=*Tiara Cintia Maneza (UIN Sultan Syarif Kasim) *Jumni Nelli (UIN Sultan Syarif Kasim) *Afrizal Ahmad (UIN Sultan Syarif Kasim)|title_orig=Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah|...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal JIMI vol3 no1.jpg|italic title=Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah|isbn=3047-2121|pub_date=2026-01-19|series=Vol. 3 No. 1 (2026)|author=*Tiara Cintia Maneza (UIN Sultan Syarif Kasim)
{{Infobox book|image=Berkas:Smart vol5 no2.png|italic title=Husbands’ Resistance to Family Planning: A Mubādalah Study of Urban and Rural Muslim Families in Indonesia|isbn=2807-8368|pub_date=01-01-2026|series=Vol. 5 No. 2 December (2025)|author=Indrawati Imron ( Regional Office of the Ministry of Law of Lampung Province, Indonesia)|title_orig=Husbands’ Resistance to Family Planning: A Mubādalah Study of Urban and Rural Muslim Families in Indonesia|name=|notes=[https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/smart/article/view/28448/10231 Download PDF]|image_caption=[https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/smart/article/view/28448 SMART: Journal of Sharia, Traditon and Modernity]}}
*Jumni Nelli (UIN Sultan Syarif Kasim)
*Afrizal Ahmad (UIN Sultan Syarif Kasim)|title_orig=Relasi Kesalingan Dalam Rumah Tangga: Kajian Atas Pola Hubungan Suami-Istri Perspektif Mubadalah|name=|notes=[https://journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/1478 Download PDF]|image_caption=[https://journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/1478 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://journal.smartpublisher.id/index.php/jimi/article/view/1478 Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu (JIMI)]
|[https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/smart/article/view/28448 SMART: Journal of Sharia, Traditon and Modernity]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 3 No. 1 (2026)
|Vol. 5 No. 2 December (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Tiara Cintia Maneza, Jumni Nelli, Afrizal Ahmad
|Indrawati Imron
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.69714/zmzegh71
|https://doi.org/10.24042/pjmpd151
|-
|PDF
|:
|[https://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/smart/article/view/28448 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Penelitian ini menganalisis pola relasi suami-istri berdasarkan perspektif mubadalah, yang menekankan kesalingan, keadilan, dan kerja sama dalam rumah tangga. Studi dilaksanakan di Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dengan pendekatan kualitatif dan teknik wawancara mendalam terhadap pasangan suami-istri sebagai informan utama. Hasil penelitian mengidentifikasi empat pola relasi yang berkembang: (1) Owner–Property, (2) Head–Complement, (3) Senior–Junior, dan (4) Equal Partner. Di antara keempat pola tersebut, hanya pola Equal Partner yang secara penuh merefleksikan nilai-nilai mubadalah, sementara pola lainnya menunjukkan variasi dalam tingkat kesetaraan dan keterlibatan pasangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relasi suami-istri yang ideal seharusnya dibangun di atas prinsip mubadalah dan taradhin (kerelaan bersama) demi terwujudnya rumah tangga yang harmonis, adil, dan setara.
Penelitian ini mengkaji resistensi suami terhadap program Keluarga Berencana (KB)  serta  dampaknya  terhadap  kesejahteraan  keluarga.  Tujuan  menganalisis faktor penyebab  penolakan  KB  dan  implikasinya  bagi  relasi suami-istri dan kesejahteraan rumah tangga. Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kualitatifteknik pengumpulan melalui  wawancara dan  observasi,  yang  melibatkan  10  informan utama,  terdiri  atas suami  yang   menolak  KB  di  Kota  Bandar  Lampung  dan  Kota  Metro  (perkotaan), Kabupaten  Pesawaran  dan   Pringsewu  (pedesaan)   dan   praktisi  kesehatan. Teori mubādalah sebagai  pisau  analisis  untuk  menilai  relasi kesalingan  dan keadilan  gender dalam  pengambilan  keputusan  keluarga.   Hasil  menunjukkan  bahwa  penolakan  KB dipengaruhi oleh faktor agama dan keyakinan, budaya dan sosial, psikologis dan persepsi maskulinitas, serta faktor ekonomi dan pendidikan. Di wilayah perkotaan, resistensi lebih dominan  dipicu  oleh  pertimbangan  ekonomi, stigma  sosial, dan  kekhawatiran  efek samping  kontrasepsi,   sedangkan  di  pedesaan  dipengaruhi  rendahnya  pendidikan, keterbatasan  akses  layanan  kesehatan, dan  keyakinan  tradisional  tentang  banyak  anak sebagai  sumber  rezeki.   Rekomendasi  diperlukan  penguatan  edukasi  KB  berbasis keadilan gender, pelibatan aktif laki-laki, serta kebijakan layanan kesehatan.
 
'''''Kata Kunci:''' Relasi suami-istri, mubadalah, kesetaraan gender, pola relasi keluarga, keadilan domestik.''
 
'''''Abstract:''''' ''This study analyzes the patterns of husband-wife relationships based on the mubadalah perspective, which emphasizes reciprocity, fairness, and cooperation in the household. The study was conducted in Sidomulyo Timur Village, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City, using a qualitative approach and in-depth interviews with married couples as the main informants. The results of the study identified four developing relationship patterns: (1) Owner–Property, (2) Head–Complement, (3) Senior–Junior, and (4) Equal Partner. Among these four patterns, only the Equal Partner pattern fully reflects the values of mubadalah, while the other patterns show variations in the level of equality and involvement of the couple. This study concludes that an ideal husband-wife relationship should be built on the principles of mubadalah and taradhin (mutual consent) in order to achieve a harmonious, fair, and equal household.''


'''''Keywords:''' Marital relations, mubadalah, gender equality, family relationship patterns, domestic justice''
'''''Kata Kunci:''' Keluarga Berencana, Mubādalah, Peran Suami, Gender''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]