Lompat ke isi

2026 Resolving Domestic Violence Issues: The Contribution of KUPI Interpretation in Gender-Responsive Qur’anic Interpretation: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:Al Fahmu.png|italic title=Resolving Domestic Violence Issues: The Contribution of KUPI Interpretation in Gender-Responsive Qur’anic Interpretation|isbn=2962-9314|pub_date=2026-03-15|series=Vol. 5 No. 1 (2026): March|author=* Sabila Dwi Jayanti (State Islamic University of Walisongo Semarang, Indonesia)
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
* Muhammad Kudhori (State Islamic University of Walisongo Semarang, Indonesia)|title_orig=Resolving Domestic Violence Issues: The Contribution of KUPI Interpretation in Gender-Responsive Qur’anic Interpretation|name=|notes=[https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu/article/view/973/157 Download PDF]|image_caption=[https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu/article/view/973 Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu/article/view/973 Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|Vol. 5 No. 1 (2026): March
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Sabila Dwi Jayanti, Muhammad Kudhori
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|https://doi.org/10.58363/alfahmu.v5i1.973
|-
|PDF
|:
|[https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu/article/view/973 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi masalah signifikan di Indonesia, dengan jumlah kasus yang tinggi setiap tahunnya. Banyak kasus ini terkait dengan ketidaksetaraan gender, dan penafsiran yang keliru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sering kali membenarkan praktik patriarkal dalam pernikahan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran KUPI terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan KDRT dan mengeksplorasi bagaimana tafsir progresif ini menawarkan solusi terhadap ketidaksetaraan gender dalam keluarga.Pendekatan kualitatif deskriptif analitis digunakan, dengan data yang diperoleh dari fatwa KUPI, literatur akademik terkait, serta wawancara dengan ulama perempuan yang terlibat dalam KUPI.Penelitian ini menemukan bahwa tafsir KUPI terhadap ayat-ayat seperti QS. al-Nisa’[4]: 34 dan QS. al-Baqarah [2]: 233 menekankan kesetaraan, penghormatan, dan keadilan, menolak kekerasan dan memperkuat hak saling dalam pernikahan.Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan tafsir Al-Qur’an yang responsif terhadap gender dan menawarkan wawasan baru dalam mengatasi KDRT melalui hukum Islam.Untuk penelitian lanjutan, disarankan adanya studi berbasis lapangan yang meneliti dampak aktual tafsir KUPI terhadap pencegahan KDRT di masyarakatMuslim, termasuk melalui wawancara dengan korban, pendamping, dan ulama perempuan yang terlibat langsung.
 
'''''Kata Kunci:''' Kekerasan dalam Rumah Tangga;Kesetaraan Gender;Hukum Islam;KUPI;Penafsiran Al-Qur’an''
 
'''Abstract:''' Domestic violence (KDRT) remains a significant issue in Indonesia, with high numbers of reported cases each year. Many of these cases are linked to gender inequality, and misinterpretations of Qur’anic verses often justify patriarchal practices within marriage. This study aims to analyze the interpretations of KUPI (Indonesian Women Ulama Congress) regarding Qur’anic verses related to KDRT and to explore how their progressive interpretations offer solutions to gender inequality in domestic settings. A qualitative, descriptive-analytical approach was used, with data sourced from KUPI’s fatwas, related academic literature, and interviews with gender-responsive scholars involved in KUPI. The study finds that KUPI’s interpretations of verses such as QS. al-Nisa’ [4]: 34 and QS. al-Baqarah [2]: 233 emphasizes equality, respect, and justice, rejecting violence and reinforcing mutual rights within marriage. This research contributes to the development of gender-responsive Qur’anic interpretation and offers new insights into addressing KDRT through Islamic law. For further research, it is recommended that field-based studies be conducted to examine the actual impact of KUPI interpretations on the prevention of domestic violence in Muslim communities, including through interviews with victims, advocates, and female religious scholars who are directly involved.


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Keywords:''''' ''Domestic Violence;Gender Equality;Islamic Law;KUPI;Qur’anic Interpretation''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2026]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI 2026]]