Lompat ke isi

2025 LOST IN TRANSLATING THE DIVINE MESSAGE: Different Perspectives of Indonesian Muslim Feminists on Polygamy Verses in the Qur’an: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=LOST IN TRANSLATING THE DIVINE MESSAGE: Different Perspectives of Indonesian Muslim Feminists on Polygamy Verses in the Qur’an|isbn=2355-6994|pub_date=Desember 2025|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Yulianti Muthmainnah
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
*Ilham Mundzir
*Yusron Razak
*Nasr Muhammad Arif|title_orig=LOST IN TRANSLATING THE DIVINE MESSAGE: Different Perspectives of Indonesian Muslim Feminists on Polygamy Verses in the Qur’an|name=|notes=[https://jiis.uinsa.ac.id/index.php/JIIs/article/view/14563/pdf_182 Download PDF]|image_caption=[https://jiis.uinsa.ac.id/index.php/JIIs/article/view/14563 Journal of Indonesia Islam]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://jiis.uinsa.ac.id/index.php/JIIs/article/view/14563 Journal of Indonesia Islam]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
|Vol 19, No 2 (2025)
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Yulianti Muthmainnah, Ilham Mundzir,
|-
|
|
|Yusron Razak, Nasr Muhammad Arif
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|10.15642/JIIS.2025.19.2.303-328
|-
|PDF
|:
|[https://jiis.uinsa.ac.id/index.php/JIIs/article/view/14563 Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstrak'''


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.
The Indonesian government, through the Ministry of Religion, has officially translated the Qur'an to understand the content and context of the Qur'an. This translation became the only official translation for many years and serves as a public reference. However, such translation is not always well-received; some agree with it by offering notes, while some disagree and suggest new translations because they are considered biased, including gender bias. One of the verses that reflects gender bias is the translation of the Qur'an al-Nisa [4]:3 regarding polygamy. This paper analyzes the translation of the Qur'an by comparing the opinions of two Indonesian scholars, namely Siti Musdah Mulia and Faqihuddin Abdul Kodir. This research employs a qualitative methodology, focusing on literature study, interviews, and lecture observations conducted by the two scholars. This paper concludes that Kodir disagreed with the government's translation and offered a new translation regarding the verse on polygamy, while Mulia gave a different interpretation and approach to understanding the text.


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
'''''Keywords:''' Polygamy; gender bias; new interpretation; translation of the Qur’an''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal KUPI 2025]]