Lompat ke isi

2025 Beyond the Hashtag: The Intersection of Feminist Ethics and Social Media in Fostering Safe Spaces for Women: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) *Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pem...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|image=Berkas:Jurnal Syakhshiyyah vol5 n2.jpg|italic title=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|isbn=2986-5409|pub_date=2026-01-04|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|author=*Dede Al Mustaqim (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon)
{{Infobox book|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Beyond the Hashtag: The Intersection of Feminist Ethics and Social Media in Fostering Safe Spaces for Women|isbn=2986-5409|pub_date=April 2025|series=|author=Nor Ismah|title_orig=Beyond the Hashtag: The Intersection of Feminist Ethics and Social Media in Fostering Safe Spaces for Women|name=|notes=[https://muse.jhu.edu/pub/255/article/961930/pdf Download PDF]|image_caption=[https://new-conference.unisma.ac.id/index.php/knhi/article/view/2011 Project Muse]}}
*Nazula Alfirahmah (Universitas Al-Azhar Cairo)|title_orig=Tinjauan Qira'ah Mubadalah Faqihuddin Abdul Kodir Dan Maqashid Syariah Dalam Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian|name=|notes=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Download PDF]|image_caption=[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]}}
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
'''<u>Informasi Artikel Jurnal:</u>'''
{|
{|
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://e-journal.metrouniv.ac.id/syakhsiyah/article/view/10616 Syakhshiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam]
|[https://muse.jhu.edu/pub/255/article/961930/summary Project Muse]
|-
|-
|Seri
|Seri
|:
|:
|Vol. 5 No. 2 (2025)
| -
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Dede Al Mustaqim, Nazula Alfirahmah
|Nor Ismah
|-
|-
|DOI
|DOI
|:
|:
|https://doi.org/10.32332/ek0nhr69
|[[doi:10.1353/ind.2025.a961930.|https://dx.doi.org/10.1353/ind.2025.a961930.]]
|-
|PDF
|:
|[https://muse.jhu.edu/pub/255/article/961930/summary Download PDF]
|}
|}
'''Abstrak'''
'''Abstract'''
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, melalui perspektif Qira’ah Mubadalah [[Faqihuddin Abdul Kodir]] dan Maqashid Syariah. Terdapat tiga fokus utama dalam penelitian ini: (1) bagaimana praktik pemenuhan hak anak pasca perceraian di tingkat lokal, (2) bagaimana nilai-nilai kesalingan (mubadalah) diterapkan dalam relasi orang tua pasca perceraian, dan (3) bagaimana prinsip-prinsip maqashid syariah direfleksikan dalam pemenuhan hak-hak anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan lima keluarga yang telah bercerai dan memiliki anak, observasi, serta studi dokumen. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemenuhan hak anak pascaperceraian sangat dipengaruhi oleh faktor sosial, ekonomi, dan kualitas hubungan antara kedua orang tua. Dalam beberapa kasus, prinsip Qira’ah [[Mubadalah]] seperti musyawarah dan taradhin dapat diinternalisasi melalui komunikasi yang produktif dan kolaboratif antara orang tua. Namun, terdapat pula situasi yang menunjukkan kegagalan dalam pemenuhan hak anak karena putusnya komunikasi dan abainya salah satu pihak. Dari perspektif maqashid syariah, ditemukan bahwa sebagian keluarga tetap menjaga prinsip perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta anak, meskipun dalam keterbatasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kesalingan dan perlindungan maqashid dalam merancang kebijakan dan praktik perlindungan anak pasca perceraian.


'''''Kata Kunci:''' Qira’ah Mubadalah, Maqashid Syariah, Hak Anak, Perceraian.''
''Social media platforms have become essential in the lives of many, providing a space for individuals to express themselves and connect with others. Particularly for women, including survivors of violence, these platforms can serve as tools for empowerment and a means to obtain social support. This article aims to determine the potential of social media to create safe spaces for women in Indonesia through the lens of feminist ethical principles. Through an analysis of Instagram accounts, specifically Mubadalah.idand Perempuan Berkisahand interviews with the editorial team members, this article aims to investigate the utilization of social media in establishing safe spaces that adhere to feminist ethical principles and cater to the distinctive needs of women. The article also scrutinizes the factors influencing the contextualization of feminist ethics and the structure of safe spaces created on these platforms. It explores how women can access and benefit from these safe spaces while remaining protected from threats posed by social media, unrestricted access, and a digital system that transcends time and place. This study reveals that although the two platforms grasp the notion of a safe space as a secure and inclusive environment for exchanging diverse perspectives on gender justice without confrontation or judgment, the implementation of safe spaces varies to accommodate the unique requirements of women and align with the feminist movement's context on each social media platform. Creating a safe space is fundamentally relational, involving an understanding of how its creators manage and bridge important differences. Notably, religious values appear to play a pivotal role in interpreting feminist ethics in Indonesia, a nation characterized by a Muslim-majority population.''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]