Lompat ke isi

2025 Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Budaya Sibaliparri Perspektif Mubadalah Masyarakat Nelayan Tamo’ Kabupaten Majene: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|author=*Nur Sa’adah Harahap *Junida Sari Hasibuan *Sakinah Azzahra Hsb *Musa Azhari *Nur Sania Dasopang (Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|name=|issn=3026-2917|note=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZa...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|author=*Nur Sa’adah Harahap
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Budaya Sibaliparri Perspektif Mubadalah Masyarakat Nelayan Tamo’ Kabupaten Majene|author=*Saldin (Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto)
*Junida Sari Hasibuan
*Faridah Ulvi Na'imah (Universitas Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto)
*Sakinah Azzahra Hsb
*Tiya Wardah Saniatul Husnah (Universitas Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto)|title_orig=Implementasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Budaya Sibaliparri Perspektif Mubadalah Masyarakat Nelayan Tamo’ Kabupaten Majene|name=|issn=3089-1973|note=[https://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/ALJSI/article/view/646/1011 (Download Original)]|pub_date=2025-12-29|series=Vol. 3 No. 1 (2025)|image=Berkas:Al Ikktiar vol3 no1.png|image_caption=|sumber=[https://journal.salahuddinal-ayyubi.com/index.php/ALJSI/article/view/646 Al-Ikhtiar: Jurnal Studi Islam]|doi=[https://doi.org/10.71242/ty4ek106 https://doi.org/10.71242/ty4ek106]}}Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam budaya sibaliparripada masyarakat nelayan Tamo’ Kabupaten Majene dengan menggunakan perspektif mubadalah. Budaya sibaliparri merupakan kearifan lokal yang menekankan prinsip kebersamaan, saling membantu, dan tanggung jawab bersama antara suami dan istri dalam kehidupan keluarga maupun aktivitas sosial-ekonomi masyarakat nelayan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama, serta keluarga nelayan yang mempraktikkan budaya sibaliparri. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sibaliparri mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang kuat, seperti nilai tauhid, keadilan, kerja sama (ta‘āwun), tanggung jawab, keikhlasan, dan musyawarah. Dalam perspektif mubadalah, relasi gender dalam budaya sibaliparri bersifat timbal balik dan setara, di mana laki-laki dan perempuan saling berbagi peran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan keluarga tanpa menafikan prinsip ajaran Islam. Implementasi nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai pendidikan Islam informal yang efektif dalam membentuk karakter religius, etos kerja, solidaritas sosial, serta ketahanan keluarga nelayan.Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya sibaliparri tidak hanya merepresentasikan tradisi lokal masyarakat nelayan Tamo’, tetapi juga menjadi model implementasi pendidikan Islam yang kontekstual, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan. Perspektif mubadalah memperkuat pemahaman bahwa nilai-nilai Islam dapat bertransformasi secara dinamis dalam budaya lokal dan berkontribusi terhadap pembangunan sosial masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
*Musa Azhari
*Nur Sania Dasopang
(Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan)|title_orig=Qiraah Mubadalah: Sebuah Alternatif Metode Tafsir Dan Praktek Kehidupan|name=|issn=3026-2917|note=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4185 (Download Original)]
[(Download Alternatif)]|pub_date=2026-01-26|series=Vol. 4 No. 1 (2026)|image=Berkas:Al Zayn vol4 no1.png|image_caption=|sumber=[https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/4185 Al-Zayn; Jurnal Ilmu Sosial & Hukum]|doi=[https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.4185 doi.org/10.61104/alz.v4i1.4185]}}'''Abstrak'''


Artikel ini mengkaji Qiraah Mubadalah sebagai metode tafsir yang ditujukan untuk mengoreksi bias patriarkal dalam penafsiran teks keagamaan. Selama ini, sebagian tafsir Al-Qur’an dan hadis cenderung memosisikan perempuan secara subordinat, padahal Islam berlandaskan keadilan, kesalingan, dan penghormatan martabat manusia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis untuk menelaah konsep dasar Mubadalah, landasan teologisnya dalam tauhid, serta penerapannya pada ayat dan hadis yang berkaitan dengan relasi gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa Mubadalah menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek moral yang setara, dengan prinsip bahwa nilai etis dalam teks berlaku timbal balik selama tidak ada dalil khusus yang membatasinya. Pendekatan ini menghasilkan pembacaan yang lebih kontekstual dan adil, sekaligus menawarkan paradigma kemitraan dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Qiraah Mubadalah relevan sebagai alternatif metode tafsir yang mendukung keadilan gender dalam kerangka syariat.
'''''Kata Kunci:''' Pendidikan Islam, Sibaliparri, Mubadalah, Masyarakat Nelayan, Kearifan Lokal.''


'''''Kata Kunci:''' Qiraah Mubadalah, tafsir, gender, kesalingan, hermeneutika''
'''''Abstract:''' This study aims to analyze the implementation of Islamic educational values within the Sibaliparri culture in the Tamo' fishing community in Majene Regency using a mubadalah perspective. Sibaliparri culture is local wisdom that emphasizes the principles of togetherness, mutual assistance, and shared responsibility between husband and wife in family life and the socio-economic activities of the fishing community. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observation, in-depth interviews, and documentation of community leaders, religious leaders, and fishing families who practice Sibaliparri culture. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that Sibaliparri culture contains strong Islamic educational values, such as monotheism, justice, cooperation (ta'āwun), responsibility, sincerity, and deliberation. From a mubadalah perspective, gender relations in Sibaliparri culture are reciprocal and equal, where men and women share roles according to the family's circumstances and needs without negating Islamic principles. The implementation of these values serves as an effective informal Islamic education in shaping religious character, work ethic, social solidarity, and resilience in fishing families. This study concludes that the Sibaliparri culture not only represents the local traditions of the Tamo' fishing community but also serves as a model for the implementation of contextual, just, and humanitarian-oriented Islamic education. The mubadalah perspective strengthens the understanding that Islamic values can dynamically transform within local culture and contribute to the sustainable social development of coastal communities.''


'''''Abstract:''' This article examines Qiraah Mubadalah as a method of interpretation aimed at correcting patriarchal bias in the interpretation of religious texts. Until now, some interpretations of the Qur'an and hadith have tended to position women as subordinate, even though Islam is based  on  justice,  reciprocity,  and  respect  for  human  dignity.  This  study  uses  a  library research method with a hermeneutic approach to examine the basic concepts of Mubadalah, its  theological  foundations  in  tawhid, and  its  application  to  versesand  hadiths  related  to gender relations. The results of the study show that Mubadalah places men and women as equal moral subjects, with the principle that ethical values in the text apply reciprocally as long  as  there  are  no  specific  arguments  that  limitthem.  This  approach  produces  a  more contextual  and  fair  reading, while  offering  a  paradigm  of  partnership  in  the  family  and society. Thus, Qiraah Mubadalah is relevant as an alternative method of interpretation that supports gender justice within the framework of Sharia.''
'''''Keywords:''' Islamic Education, Sibaliparri, Mubadalah, Fishing Community, Local Wisdom.''
 
'''''Keywords:''' Qiraah Mubadalah, interpretation, gender, reciprocity, hermeneutics''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]]