2025 Relasi Suami Isteri Dalam Perkawinan Poligami Sirri Di Kecamatan Seputih Banyak: Analisis Qira'ah Mubadalah: Perbedaan antara revisi
Tampilan
←Membuat halaman berisi '{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Reformulating the Concept of Nusyuz in Malaysian Islamic Family Law: A Mubadalah-Based Gender Justice Analysis in Malaysian Islamic Family Law|author=*Wan Abdul Rahim Bin Wan Abd Aziz (Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Malaysia) *Achmad Faishal (Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia)|title_orig=Reformulating the Concept of Nusyuz in Malaysian Islamic Family Law: A Mubadalah-Based Gender Justice Analysis in Malaysian...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title= | {{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Relasi Suami Isteri Dalam Perkawinan Poligami Sirri Di Kecamatan Seputih Banyak: Analisis Qira'ah Mubadalah|author=*Wan Abdul Rahim Bin Wan Abd Aziz (Universitas Sains Islam Malaysia (USIM), Malaysia) | ||
*Achmad Faishal (Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia)|title_orig= | *Achmad Faishal (Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia)|title_orig=Relasi Suami Isteri Dalam Perkawinan Poligami Sirri Di Kecamatan Seputih Banyak: Analisis Qira'ah Mubadalah|name=|issn=|note=[https://jurnal2.umala.ac.id/index.php/bhsa/article/view/294/112 (Download Original)]|pub_date=2025-12-09|series=Vol. 2 No. 2 (2025)|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|image_caption=[https://jurnal2.umala.ac.id/index.php/bhsa/article/view/294 Berkala Hukum, Sosial dan Agama]|sumber=[https://jurnal2.umala.ac.id/index.php/bhsa/article/view/294 Berkala Hukum, Sosial dan Agama]|doi=}}'''Abstrak:''' Poligami merupakan bentuk perkawinan antara satu laki-laki dengan beberapa perempuan. Dalam praktiknya, poligami sering menimbulkan konflik dan ketidaksetaraan, terutama jika dilakukan secara sirri tanpa pencatatan resmi. Hal ini kerap dipicu oleh kurangnyakomunikasi antara suami dan istri yang sah secara agama dan hukum. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui bentuk relasi suami istri dalam perkawinan poligami sirri di Kecamatan Seputih Banyak, dan 2) Menganalisisnya menggunakan perspektif Qiroah Mubādalah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi suami istri dalam poligami sirri tidak sesuai dengan prinsip Qiroah Mubādalahyang menekankan kesetaraan dan keadilan. Implementasi poligami sirri cenderung menimbulkan konflik dan ketimpangan peran gender. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran akan dampak negatif poligami sirri. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan perlindungan hukum bagi perempuan dan anak, serta mendorong strategi intervensi yang efektif dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan psikologi oleh akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan. | ||
'''''Kata Kunci:''' | '''''Kata Kunci:''' Relasi Suami Isteri, Poligami, Sirri, Qiroah Mubadalah'' | ||
'''''Abstract:''' | '''''Abstract:''' Polygamy is a form of marriage between one man and multiple women. In practice, polygamy often leads to conflict and inequality, especially when carried out in secret without official registration. This is often triggered by a lack of communication betweenhusband and wife, both religiously and legally. This study aims to: 1) Determine the form of husband-wife relations in secret polygamous marriages in Seputih Banyak District, and 2) Analyze it using a religious perspective.Qiraah MubādalahThe research method used was qualitative with a case study approach through observation, interviews, and documentation, as well as inductive data analysis. The results showed that the husband-wife relationship in unregistered polygamy does not conform to the principles ofQiraah Mubādalahwhich emphasizes equality and justice. The implementation of unregistered polygamy tends to create conflict and gender inequality. Therefore, increased awareness of the negative impacts of unregistered polygamy is needed. This research is expected to provide a basis for developing legal protection policies for women and children, as well as encourage effective intervention strategies in education, health, economics, and psychology by academics, practitioners, and policymakers.'' | ||
'''''Keywords:''' | '''''Keywords:''' Husband and Wife Relations, Polygamy,Secret, Qiraah Mubadalah'' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]] | ||