2025 Revitalizing the Role of Women for the Effectiveness of Strategic Management of Sustainable Regional Development: Reconstruction of Gender Ideology in the Perspective of Islamic Law: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Reinterpretation of the Nusyūz Verse in the Al-Taḥrīr wa Tanwīr Exegesis from a Mubadalah Perspective|author=*Faiz Faricha (IAI Al Muhammad Cepu) | {{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Reinterpretation of the Nusyūz Verse in the Al-Taḥrīr wa Tanwīr Exegesis from a Mubadalah Perspective|author=*Faiz Faricha (IAI Al Muhammad Cepu) | ||
*Abdul Halim (IAI Al Muhammad Cepu)|title_orig=Reinterpretation of the Nusyūz Verse in the Al-Taḥrīr wa Tanwīr Exegesis from a Mubadalah Perspective|name=|issn=3090-7470|note=[https://journal.metanusantara.com/jenius/index.php/jem/article/view/17/37 (Download Original)]|pub_date=2025-12-15|series=Vol. 2 No. 02 (2025)|image=Berkas: | *Abdul Halim (IAI Al Muhammad Cepu)|title_orig=Reinterpretation of the Nusyūz Verse in the Al-Taḥrīr wa Tanwīr Exegesis from a Mubadalah Perspective|name=|issn=3090-7470|note=[https://journal.metanusantara.com/jenius/index.php/jem/article/view/17/37 (Download Original)]|pub_date=2025-12-15|series=Vol. 2 No. 02 (2025)|image=Berkas:Genius vol2 no2.jpg|image_caption=[https://journal.metanusantara.com/jenius/index.php/jem/article/view/17 GENIUS; Jurnal Ekonomi dan Manajemen]|sumber=[https://journal.metanusantara.com/jenius/index.php/jem/article/view/17 GENIUS; Jurnal Ekonomi dan Manajemen]|doi=[https://doi.org/10.010124/kd44z353 https://doi.org/10.010124/kd44z353]}}'''Abstrak:''' Akselerasi pembangunan daerah berkelanjutan seringkali terhambat oleh bias konstruksi teologis dan inefisiensi manajerial yang membatasi potensi modal manusia perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi ideologi gender dalam perspektif hukum Islam serta menganalisis strategi revitalisasi peran perempuan dalam manajemen pembangunan daerah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus socio-legal, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi terpumpun dengan informan kunci dari unsur pengurus KOPRI PMII, perencana pembangunan pemerintah daerah (Bappeda), serta ulama/ahli hukum Islam. Temuan penelitian mengungkapkan adanya stagnasi epistemologis di mana kurikulum pengkaderan masih didominasi oleh narasi fikih domestik yang gagal melegitimasi kepemimpinan publik perempuan. Selain itu, ditemukan kesenjangan kapabilitas yang signifikan antara tingginya militansi ideologis dengan rendahnya kompetensi teknokratis di era digital, yang mengakibatkan partisipasi perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) terjebak pada praktik tokenisme atau sekadar formalitas simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas manajemen strategis daerah menuntut transformasi gerakan perempuan dari paradigma tekstualis menuju pendekatan Mubadalah (kesalingan), yang disertai dengan penguasaan analisis kebijakan berbasis data untuk memastikan keterlibatan substantif dalam politik anggaran daerah. | ||
'''''Kata Kunci:''' Ideologi Gender, Hukum Islam, Manajemen Strategis.'' | '''''Kata Kunci:''' Ideologi Gender, Hukum Islam, Manajemen Strategis.'' | ||