2025 Kesetaraan Gender dalam Pengasuhan Anak: Studi Kualitatif pada Pasangan Muslim Perkotaan di Indonesia: Perbedaan antara revisi
←Membuat halaman berisi '{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Hadis-Hadis Pendidikan Laki-Laki dan Perempuan|author=Hesti Humairoh (UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi)|title_orig=Hadis-Hadis Pendidikan Laki-Laki dan Perempuan|name=|issn=3025-5694|note=[https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jirs/article/view/5775/4999 (Download Original)]|pub_date=2025-07-07|series=Vol. 2 No. 2 (2025): September|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|image_caption=|sumber=[https://ejurnal.kampusakademik.c...' |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title= | {{Infobox Jurnal Ilmiah|italic title=Kesetaraan Gender dalam Pengasuhan Anak: Studi Kualitatif pada Pasangan Muslim Perkotaan di Indonesia|author=*Ulfih Qori Khairunnisa | ||
*Alpha Amirrachman | |||
*Media Zainul Bahri | |||
*Abdul Mu’ti | |||
(Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta)|title_orig=Kesetaraan Gender dalam Pengasuhan Anak: Studi Kualitatif pada Pasangan Muslim Perkotaan di Indonesia|name=|issn=2777-0052|note=[https://www.jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/1512/1247 (Download Original)]|pub_date=2025-07-24|series=Vol. 5 No. 2 (2025)|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|image_caption=|sumber=[https://www.jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/1512 EDU SOCIETY; Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat]|doi=[https://doi.org/10.56832/edu.v5i2.1512 doi.org/10.56832/edu.v5i2.1512]}}'''Abstrak:''' Kesetaraan gender dalam pengasuhan anak merupakan isu strategis dalam membangun keadilan relasional dan karakter keluarga Muslim urban. Studi ini mengeksplorasi praktik dan makna kesetaraan dalam pengasuhan di kalangan pasangan Muslim. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 14 pasangan dari berbagai kota dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan ketegangan antara ideal kesalingan berbasis tafsir mubadalah dan praktik yang masih dipengaruhi konstruksi gender tradisional. Peran ayah mulai bergeser ke arah keterlibatan emosional dan spiritual, meskipun dibatasi struktur kerja dan norma patriarkis. Sementara itu, ibu tetap dominan dalam pengasuhan, namun menunjukkan resistensi halus melalui negosiasi peran. Pandangan egaliter tumbuh secara organik tanpa label feminisme. Pendidikan tinggi dan pemahaman agama inklusif menjadi faktor pendukung pengasuhan yang lebih setara, termasuk melalui gaya otoritatif berbasis nilai Islam. Studi ini berkontribusi pada literatur pengasuhan Islam kontemporer dengan menawarkan kerangka tafsir mubadalah dan pendekatan kesalingan sebagai dasar relasi gender. Temuan menekankan pentingnya rekonstruksi pemahaman keagamaan, edukasi gender kritis, dan kebijakan publik yang mendukung distribusi peran adil dalam keluarga Muslim. | |||
'''''Kata Kunci:''' | '''''Kata Kunci:''' Kesetaraan Gender, Mubadalah, Pengasuhan Anak, Tafsir Gender'' | ||
'''''Abstract:''' | '''''Abstract:''' Gender equality in parenting is a strategic issue in fostering relational justice and shaping the character of urban Muslim families. This study explores the practices and meanings of equality in parenting among Muslim couples. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through semi-structured interviews with 14 couples from various cities and analyzed thematically. The findings reveal a tension between the ideal of reciprocity based on tafsir mubadalahand practices still influenced by traditional gender constructs. The role of fathers is gradually shifting toward emotional and spiritual involvement, although constrained by work structures and patriarchal norms. Meanwhile, mothers remain dominant in caregiving yet demonstrate subtle resistance through role negotiation. Egalitarian views emerge organically, without being explicitly labeled as feminism. Higher education and inclusive religious understanding serve as enabling factors for more equitable parenting, including the use of an authoritative style grounded in Islamic values. This study contributes to contemporary Islamic parenting literature by offering the mubadalahinterpretive framework and reciprocal approach as foundations for gender relations. The findings highlight the importance of reconstructing religious understanding, fostering critical gender education, and promoting public policies that support a fair distribution of roles within Muslim families.'' | ||
'''''Keywords:''' | '''''Keywords:''' Gender Equality, Mubadalah, Childcare, Gender Interpretation.'' | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal]] | [[Kategori:Artikel Jurnal]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah]] | ||
[[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]] | [[Kategori:Artikel Jurnal Mubadalah 2025]] | ||
Revisi terkini sejak 23 April 2026 13.08
| Judul | Kesetaraan Gender dalam Pengasuhan Anak: Studi Kualitatif pada Pasangan Muslim Perkotaan di Indonesia |
|---|---|
| Penulis |
|
| Seri | Vol. 5 No. 2 (2025) |
Tahun terbit | 2025-07-24 |
| ISSN | 2777-0052 |
| DOI | doi.org/10.56832/edu.v5i2.1512 |
| Sumber Original | EDU SOCIETY; Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat |
| (Download Original) | |
Abstrak: Kesetaraan gender dalam pengasuhan anak merupakan isu strategis dalam membangun keadilan relasional dan karakter keluarga Muslim urban. Studi ini mengeksplorasi praktik dan makna kesetaraan dalam pengasuhan di kalangan pasangan Muslim. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 14 pasangan dari berbagai kota dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan ketegangan antara ideal kesalingan berbasis tafsir mubadalah dan praktik yang masih dipengaruhi konstruksi gender tradisional. Peran ayah mulai bergeser ke arah keterlibatan emosional dan spiritual, meskipun dibatasi struktur kerja dan norma patriarkis. Sementara itu, ibu tetap dominan dalam pengasuhan, namun menunjukkan resistensi halus melalui negosiasi peran. Pandangan egaliter tumbuh secara organik tanpa label feminisme. Pendidikan tinggi dan pemahaman agama inklusif menjadi faktor pendukung pengasuhan yang lebih setara, termasuk melalui gaya otoritatif berbasis nilai Islam. Studi ini berkontribusi pada literatur pengasuhan Islam kontemporer dengan menawarkan kerangka tafsir mubadalah dan pendekatan kesalingan sebagai dasar relasi gender. Temuan menekankan pentingnya rekonstruksi pemahaman keagamaan, edukasi gender kritis, dan kebijakan publik yang mendukung distribusi peran adil dalam keluarga Muslim.
Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Mubadalah, Pengasuhan Anak, Tafsir Gender
Abstract: Gender equality in parenting is a strategic issue in fostering relational justice and shaping the character of urban Muslim families. This study explores the practices and meanings of equality in parenting among Muslim couples. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through semi-structured interviews with 14 couples from various cities and analyzed thematically. The findings reveal a tension between the ideal of reciprocity based on tafsir mubadalahand practices still influenced by traditional gender constructs. The role of fathers is gradually shifting toward emotional and spiritual involvement, although constrained by work structures and patriarchal norms. Meanwhile, mothers remain dominant in caregiving yet demonstrate subtle resistance through role negotiation. Egalitarian views emerge organically, without being explicitly labeled as feminism. Higher education and inclusive religious understanding serve as enabling factors for more equitable parenting, including the use of an authoritative style grounded in Islamic values. This study contributes to contemporary Islamic parenting literature by offering the mubadalahinterpretive framework and reciprocal approach as foundations for gender relations. The findings highlight the importance of reconstructing religious understanding, fostering critical gender education, and promoting public policies that support a fair distribution of roles within Muslim families.
Keywords: Gender Equality, Mubadalah, Childcare, Gender Interpretation.