Lompat ke isi

Tanasul Edisi 01; Jangan Salah Informasi, Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita: Perbedaan antara revisi

Dari Kupipedia
←Membuat halaman berisi '{{Infobox book|publisher=Fahmina Institute|image=Berkas:Blakasuta Vol05.jpg|italic title=Menakar Kepedulian APBD Kota Cirebon terhadap Kesehatan Perempuan|pub_date=2024|series=Volume 05 Tahun 2004|title_orig=Menakar Kepedulian APBD Kota Cirebon terhadap Kesehatan Perempuan|name=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1n2ADbxx43sa1h-gmV4HZKwZpG5Nwvfry/view?usp=drive_link Download PDF]|image_caption=[https://kupipedia.id/index.php/Buletin_Blakasuta Buletin Blakasut...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(4 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox book|publisher=Fahmina Institute|image=Berkas:Blakasuta Vol05.jpg|italic title=Menakar Kepedulian APBD Kota Cirebon terhadap Kesehatan Perempuan|pub_date=2024|series=Volume 05 Tahun 2004|title_orig=Menakar Kepedulian APBD Kota Cirebon terhadap Kesehatan Perempuan|name=|notes=[https://drive.google.com/file/d/1n2ADbxx43sa1h-gmV4HZKwZpG5Nwvfry/view?usp=drive_link Download PDF]|image_caption=[https://kupipedia.id/index.php/Buletin_Blakasuta Buletin Blakasuta Volume 05]}}'''<u>Informasi Buletin:</u>'''
{{Infobox buletin, majalah|italic title=Jangan Salah Informasi, Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita|sumber=Yayasan [[Fahmina]]|name=|image_caption=[[Buletin Tanasul]]|title_orig=Jangan Salah Informasi, Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita|series=Tanasul Edisi 01; Juni 2010|published=Fahmina Institute|image=Berkas:Tanasul Ed01.png|note=[https://drive.google.com/file/d/1VZJ9VALq_GmBtYlQIBDJjR5GIF4tzNn5/view?usp=drive_link (Download PDF)]}}Salam sahabat TANASUL,
{|
|Sumber
|:
|Yayasan [[Fahmina]]
|-
|Nama Buletin
|:
|[[Buletin Blakasuta]]
|-
|Seri
|:
|Volume 05 Tahun 2004
|}
''Assalamu'alaikum, Wr. Wb.''


Dalam setiap dialog mengenai agama dan perempuan, selalu muncul ungkapan bahwa kebanyakan perempuan bersahabat dengan agama tetapi kebanyakan agama tidak bersahabat dengan perempuan. Mungkin kebanyakan [[tokoh]] agama akan menyanggah pernyataan ini. Tetapi pengalaman perempuan menyiratkan betapa banyak orang, dengan mengatasnamakan agama, seringkali tidak menutup akses yang seharusnya dinikmati perempuan. Merekapun kemudian sering menjadi obyek pembicaraan, daripada menjadi subyek yang membicarakan, apalagi menentukan.
Kami bersyukur dan sangat berbahagia, karena tiba juga saatnya kami menjumpai sahabat TANASUL semuanya. Menjumpai sahabat melalui bulletin mungil ini, bukan sekadar untuk berbagi informasi seputar isu kesehatan reproduksi (Kespro). Tetapi juga mengajak sahabat untuk berbagi informasi tentang pengalaman seputar Kespro.


Pada masa kecil dahulu, kita sering mendengar nyanyian yang sangat menyentuh mengenai kasih ibu.
Maka jangan heran kalau di dalam TANASUL ada rubrik Santri Bertanya. Di rubrik-rubrik tersebut, kami akan dengan senang hati dan setia mendengarkan kisah sahabat semuanya. Karena kami ingin benar-benar menjadi salah satu sahabat dari sahabat TANASUL.


Kasih ibu kepada beta
Untuk sebuah awal, kami berharap bulletin ini bisa memberikan media alternative yang memberikan informasi tentang pentingnya hak-hak kesehatan reproduksi (Kespro). Seperti di edisi perdana ini, dalam rubric Kabar Santri, kami ingin berbagi tentang mitos-mitos seputar Kespro yang selama ini dipahami oleh santri puteri.


Tak terhingga sepanjang masa
Berangkat dari pengalaman melakukan pendampingan untuk pendalaman isu kesehatan reproduksi remaja pada kelompok muda Bayt al Hikmah yang telah berlangsung sejak tahun 2007, Fahmina-institute Cirebon merasakan perlu melakukan perluasan wilayah dampingan kepada kelompok muda di pesantren.


Hanya memberi tak harap kembali
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, khususnya remaja pesantren secara optimal dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Selain Kabar Santri, kami juga berbagi tentang profil Pondok Pesantren "Pondok Jambu" di Ciwaringin. Tidak lupa kami menyorot sejumlah aktifitas santri di dalamnya. Wawasan sahabat TANASUL akan lebih kaya dengan membaca opini salah satu sahabat kita dalam rubrik Munadhoroh, Bahtsul Kitab, dan Dunia TANASUL. Jangan lupa, kita rileks sebentar melihat aksi sahabat santri di rubrik Rihlah.


Bagai sang surya menyinari dunia
Selamat membaca...
 
Nyanyian ini indah dan menyentuh perasaan semua orang. Betapa ibu seringkali harus berkorban tanpa mengharap imbalan sama sekali. Nyanyian ini sebenarnya untuk mengingatkan kita; betapa jasa ibu sangat besar, agung dan mulia. Setiap orang pasti akan mengingat betapa besar pengorbanan ibu terhadap anak-anaknya.
 
Tetapi bait ketiga dan keempat dari nyanyian itu: Hanya memberi tak harap kembali- Bagai sang surya menyinari dunia- mengendap dalam kesadaran setiap kita, bahwa mereka para ibu memang benar-benar laksana sang surya yang terus diminta berkorban, memberi, melayani dan mengasihi untuk orang lain. Sementara diri mereka terlupakan, atau secara sengaja dilupakan.
 
Para perempuan benar-benar harus laksana surya yang membakar diri mereka untuk kepentingan orang lain, sementara orang lain itu tidak perlu harus berbuat sesuatu yang sama. Mereka tidak perlu diperhatikan, karena kitalah yang seharusnya diperhatikan mereka. Mereka tidak perlu dipikirkan, karena kitalah yang harus dipikirkan mereka. Bahkan, kesehatan mereka tidak perlu dianggarkan, karena kitalah yang sebenarnya memerlukan anggaran kesehatan.
 
Sekalipun semua orang sepakat bahwa reproduksi merupakan amanah kemanusiaan yang harus diemban perempuan, tetapi tidak banyak yang memikirkan bahwa seorang perempuan untuk mengemban amanah reproduksi itu memerlukan kesehatan yang prima. Karena itu, memerlukan akses pendidikan dan ekonomi yang juga prima. Sangat sedikit sekali, diantara kita yang benar- benar memikirkan akses sosial ekonomi yang menjadi hak dasar perempuan.
 
Tidak semestinya kita mengagungkan para ibu, hanya dengan pujian dan kata-kata manis semata. Kita harus benar-benar memastikan kesehatan mereka, baik secara fisik, mental maupun sosial. Mereka bukanlah dewa atau malaikat yang hanya diciptakan untuk dipuja dan diagungkan. Mereka adalah manusia, yang perlu hidup dengan layak, perlu pendidikan dan kesehatan.
 
Blakasuta pada nomor ini memebicarakan sejauhmana institusi-institusi sosial kita sudah memanusiakan perempuan, terutama dari APBD dan kebijakan-kebijakan publik lain.
 
Selamat membaca!
 
''Wallahu al-Musta'an, Wassalam''
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin]]
[[Kategori:Buletin Tanasul]]
[[Kategori:Buletin Tanasul]]

Revisi terkini sejak 25 April 2026 18.45

JudulJangan Salah Informasi, Saatnya Kenali Masalah Kespro Kita
SeriTanasul Edisi 01; Juni 2010
DiterbitkanFahmina Institute
SumberYayasan Fahmina
(Download PDF)

Salam sahabat TANASUL,

Kami bersyukur dan sangat berbahagia, karena tiba juga saatnya kami menjumpai sahabat TANASUL semuanya. Menjumpai sahabat melalui bulletin mungil ini, bukan sekadar untuk berbagi informasi seputar isu kesehatan reproduksi (Kespro). Tetapi juga mengajak sahabat untuk berbagi informasi tentang pengalaman seputar Kespro.

Maka jangan heran kalau di dalam TANASUL ada rubrik Santri Bertanya. Di rubrik-rubrik tersebut, kami akan dengan senang hati dan setia mendengarkan kisah sahabat semuanya. Karena kami ingin benar-benar menjadi salah satu sahabat dari sahabat TANASUL.

Untuk sebuah awal, kami berharap bulletin ini bisa memberikan media alternative yang memberikan informasi tentang pentingnya hak-hak kesehatan reproduksi (Kespro). Seperti di edisi perdana ini, dalam rubric Kabar Santri, kami ingin berbagi tentang mitos-mitos seputar Kespro yang selama ini dipahami oleh santri puteri.

Berangkat dari pengalaman melakukan pendampingan untuk pendalaman isu kesehatan reproduksi remaja pada kelompok muda Bayt al Hikmah yang telah berlangsung sejak tahun 2007, Fahmina-institute Cirebon merasakan perlu melakukan perluasan wilayah dampingan kepada kelompok muda di pesantren.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mewujudkan kesehatan masyarakat, khususnya remaja pesantren secara optimal dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Selain Kabar Santri, kami juga berbagi tentang profil Pondok Pesantren "Pondok Jambu" di Ciwaringin. Tidak lupa kami menyorot sejumlah aktifitas santri di dalamnya. Wawasan sahabat TANASUL akan lebih kaya dengan membaca opini salah satu sahabat kita dalam rubrik Munadhoroh, Bahtsul Kitab, dan Dunia TANASUL. Jangan lupa, kita rileks sebentar melihat aksi sahabat santri di rubrik Rihlah.

Selamat membaca...