Kesetaraan Gender Di Indonesia Cukup Baik: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (3 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Info Artikel:''' | |||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/04/25/kesetaraan-gender-di-indonesia-cukup-baik-399779 pikiran-rakyat.com] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|25 April 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| Ani Nunung Aryani | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2017/04/25/kesetaraan-gender-di-indonesia-cukup-baik-399779 Kesetaraan Gender Di Indonesia Cukup Baik] | |||
|} | |||
[[Berkas:Berita21.jpg|bingkai]] | [[Berkas:Berita21.jpg|bingkai]] | ||
Ulama perempuan sekaligus feminis Malaysia Zaenah Anwar menilai, Indonesia sebetulnya sudah cukup baik dalam soal kesetaraan gender. | Ulama perempuan sekaligus feminis Malaysia Zaenah Anwar menilai, Indonesia sebetulnya sudah cukup baik dalam soal kesetaraan gender. | ||
| Baris 6: | Baris 25: | ||
Selain ulama perempuan Indonesia, sejumlah ulama perempuan dari negara lain seperti Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia) juga menjadi narasumber. | Selain ulama perempuan Indonesia, sejumlah ulama perempuan dari negara lain seperti Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia) juga menjadi narasumber. | ||
Seminar nasional yang dibuka Kepala Balitbang dan Diklat Kementrian Agama, Abdurrahman Mas'ud, merupakan rangkaian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia ([[KUPI]]) yang berlangsung di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa sampai Kamis 25-27 April 2017. | Seminar nasional yang dibuka Kepala Balitbang dan Diklat Kementrian Agama, Abdurrahman Mas'ud, merupakan rangkaian dari [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) yang berlangsung di Pesantren Kebon Jambu, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Selasa sampai Kamis 25-27 April 2017. | ||
Zaenah mengakui, tantangan kesetaraan perempuan memang besar. "Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara [[komunitas]] muslim dan negara, adalah membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Alquran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan," katanya. | Zaenah mengakui, tantangan kesetaraan perempuan memang besar. "Bagi kami, peran ulama perempuan di tengah hubungan antara [[komunitas]] muslim dan negara, adalah membangun pengalaman yang baik bagaimana menginterpretasi ayat-ayat Alquran dan menyelaraskannya dengan semangat kesetaraan," katanya. | ||
| Baris 12: | Baris 31: | ||
Menurutnya, dalam Islam tidak ada diskriminasi, justru menjunjung tinggi peran perempuan. | Menurutnya, dalam Islam tidak ada diskriminasi, justru menjunjung tinggi peran perempuan. | ||
Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Badriyah Fayumi mengungkapkan, pelaksanaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia diharapkan memberikan kontribusi. Khususnya untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian kemanusiaan yang adil dan beradab. | Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) [[Badriyah Fayumi]] mengungkapkan, pelaksanaan Kongres Ulama Perempuan Indonesia diharapkan memberikan kontribusi. Khususnya untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian kemanusiaan yang adil dan beradab. | ||
Sebab, katanya, ulama perempuan adalah mereka yang memiliki perhatian. Yaitu perhatian pada perspektif kesetaraan perempuan memajukan peradaban Islam dan penguatan civil society. | Sebab, katanya, ulama perempuan adalah mereka yang memiliki perhatian. Yaitu perhatian pada perspektif kesetaraan perempuan memajukan peradaban Islam dan penguatan civil society. | ||
| Baris 23: | Baris 42: | ||
Padahal, katanya, kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan. "Begitupun pesantren-pesantren yang memberikan ruang kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan," ujarnya. (Ani Nunung Aryani) | Padahal, katanya, kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan. "Begitupun pesantren-pesantren yang memberikan ruang kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan," ujarnya. (Ani Nunung Aryani) | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | |||