Mustofa Bisri: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 7: | Baris 7: | ||
Gus Mus merupakan salah satu Dewan Penasihat dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia yang digelar pada tanggal 25-27 April 2017 di Cirebon. Gus Mus menjadi salah satu kiai kharismatik NU yang menjadi tujuan panitia penyelenggara [[KUPI]] untuk melakukan silaturahmi dan memohon restu. Ia juga menjadi anggota Majelis Syuyukh Ma’had Aly Indonesia. Pada Rabu, 19 Juli 2017 ia meresmikan Ma`had Aly Kebon Jambu yang merupakan salah satu dari rekomendasi KUPI. Dalam peluncuran Ma`had Aly itu, Gus Mus menekankan pentingnya pendidikan di samping pengajaran. Pendidikan adalah soal karakter, pekerti, dan teladan. Sementara pengajaran adalah mengenai transmisi pengetahuan semata. | Gus Mus merupakan salah satu Dewan Penasihat dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia yang digelar pada tanggal 25-27 April 2017 di Cirebon. Gus Mus menjadi salah satu kiai kharismatik NU yang menjadi tujuan panitia penyelenggara [[KUPI]] untuk melakukan silaturahmi dan memohon restu. Ia juga menjadi anggota Majelis Syuyukh Ma’had Aly Indonesia. Pada Rabu, 19 Juli 2017 ia meresmikan Ma`had Aly Kebon Jambu yang merupakan salah satu dari rekomendasi KUPI. Dalam peluncuran Ma`had Aly itu, Gus Mus menekankan pentingnya pendidikan di samping pengajaran. Pendidikan adalah soal karakter, pekerti, dan teladan. Sementara pengajaran adalah mengenai transmisi pengetahuan semata. | ||
== Riwayat Hidup == | == Riwayat Hidup == | ||
Gus Mus merupakan putera dari pasangan KH Bisri Mustofa dan Nyai Marafah Cholil. Ayah Gus Mus, KH Bisri dikenal luas oleh masyarakat sebagai pengarang kitab Al-Ibriz, kitab tafsir berbahasa Jawa yang menggunakan aksara pegon. Pada 1955, Kiai Bisri mendirikan Pondok Pesantren Roudlatuth Tholibin. | Gus Mus merupakan putera dari pasangan KH Bisri Mustofa dan Nyai Marafah Cholil. Ayah Gus Mus, KH Bisri dikenal luas oleh masyarakat sebagai pengarang kitab Al-Ibriz, kitab tafsir berbahasa Jawa yang menggunakan aksara pegon. Pada 1955, Kiai Bisri mendirikan Pondok Pesantren Roudlatuth Tholibin. | ||
| Baris 14: | Baris 12: | ||
Di samping belajar di pesantren ayahnya, Gus Mus juga nyantri di berbagai pesantren. Setamat sekolah dasar tahun 1956, Gus Mus melanjut sekolah ke jenjang tsanawiyah. Ia memilih untuk tidak menyelesaikannya dan masuk ke Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuki dan KH Mahrus Ali. Setelah itu ia pindah ke Pesantren Al-Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma‘shum dan KH Abdul Qadir. Kemudian pada 1964 ia belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir mengambil jurusan studi keislaman dan bahasa Arab, hingga tamat tahun 1970. Ia satu angkatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). | Di samping belajar di pesantren ayahnya, Gus Mus juga nyantri di berbagai pesantren. Setamat sekolah dasar tahun 1956, Gus Mus melanjut sekolah ke jenjang tsanawiyah. Ia memilih untuk tidak menyelesaikannya dan masuk ke Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuki dan KH Mahrus Ali. Setelah itu ia pindah ke Pesantren Al-Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma‘shum dan KH Abdul Qadir. Kemudian pada 1964 ia belajar di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir mengambil jurusan studi keislaman dan bahasa Arab, hingga tamat tahun 1970. Ia satu angkatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). | ||
Gus Mus menikah dengan St. Fatma pada 19 September 1971. Pasangan ini dikaruniai 7 orang anak dan 13 cucu. Anak-anaknya adalah lenas Tsuroiya, Kautsar Uzmut, Rudloh Quds, Rabiatul Bisriyah, Nada, Almas, dan Muhammad Bisri Mustofa. Ia juga telah memiliki 6 orang menantu yakni Ulil Abshar Abdalla, Reza Shafi Habibi, Ahmad Sampton, Wahyu Salvana, Fadel Irawan, dan Rizal Wijaya. | Gus Mus menikah dengan St. Fatma pada 19 September 1971. Pasangan ini dikaruniai 7 orang anak dan 13 cucu. Anak-anaknya adalah lenas Tsuroiya, Kautsar Uzmut, Rudloh Quds, Rabiatul Bisriyah, Nada, Almas, dan Muhammad Bisri Mustofa. Ia juga telah memiliki 6 orang menantu yakni [[Ulil Abshar Abdalla]], Reza Shafi Habibi, Ahmad Sampton, Wahyu Salvana, Fadel Irawan, dan Rizal Wijaya. | ||
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan == | == Tokoh dan Keulamaan Perempuan == | ||
Dalam keseharian, Gus Mus memimpin Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin bersama keluarga besarnya. Pesantren ini terletak di Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebagai seorang ulama, Gus Mus adalah [[tokoh]] yang patut untuk diteladani. Ia menyampaikan pengetahuannya dengan santun dan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. | Dalam keseharian, Gus Mus memimpin Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin bersama keluarga besarnya. Pesantren ini terletak di Desa Leteh, Kecamatan Rembang Kota, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Sebagai seorang ulama, Gus Mus adalah [[tokoh]] yang patut untuk diteladani. Ia menyampaikan pengetahuannya dengan santun dan bahasa yang mudah dimengerti masyarakat. | ||
| Baris 39: | Baris 35: | ||
Selain menulis puisi, Gus Mus juga menulis esai-esai keagamaan baik asli maupun terjemahan yang diterbitkan dalam buku-buku. Gus Mus juga aktif menulis artikel ilmiah populer yang tersebar di berbagai surat kabar di daerah maupun nasional. Sebagai penulis, Gus Mus menghasilkan karya yang beragam genre. Ia pernah menulis cerita anak. Ia juga pernah menulis naskah drama sekitar tahun 1973. Naskah tersebut dikirimkannya ke TVRI dan memenangkan sayembara drama di TVRI. Kiprahnya dalam penulisan naskah drama berhenti setelah karyanya tersebut tidak ditayangkan oleh TVRI. Saat itu nama yang ia pakai adalah M. Ustov Abi Sri. Gus Mus juga menulis humor. | Selain menulis puisi, Gus Mus juga menulis esai-esai keagamaan baik asli maupun terjemahan yang diterbitkan dalam buku-buku. Gus Mus juga aktif menulis artikel ilmiah populer yang tersebar di berbagai surat kabar di daerah maupun nasional. Sebagai penulis, Gus Mus menghasilkan karya yang beragam genre. Ia pernah menulis cerita anak. Ia juga pernah menulis naskah drama sekitar tahun 1973. Naskah tersebut dikirimkannya ke TVRI dan memenangkan sayembara drama di TVRI. Kiprahnya dalam penulisan naskah drama berhenti setelah karyanya tersebut tidak ditayangkan oleh TVRI. Saat itu nama yang ia pakai adalah M. Ustov Abi Sri. Gus Mus juga menulis humor. | ||
== Penghargaan dan Prestasi == | == Penghargaan dan Prestasi == | ||
Beberapa penghargaan yang diterima Gus Mus antara lain: | Beberapa penghargaan yang diterima Gus Mus antara lain: | ||
| Baris 48: | Baris 42: | ||
* Presiden Joko Widodo atas nama negara memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Gus Mus. Acara penyematan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Agustus 2015. | * Presiden Joko Widodo atas nama negara memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada Gus Mus. Acara penyematan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Agustus 2015. | ||
* Penghargaan Yap Thiam Hien tahun 2017 diberikan Gus Mus sebagai tokoh yang memiliki perhatian yang besar terhadap perjuangan dan tegaknya nilai-nilai hak asasi manusia. | * Penghargaan Yap Thiam Hien tahun 2017 diberikan Gus Mus sebagai tokoh yang memiliki perhatian yang besar terhadap perjuangan dan tegaknya nilai-nilai hak asasi manusia. | ||
== Karya-karya == | == Karya-karya == | ||
| Baris 61: | Baris 53: | ||
* Asma‘ul Husna (terj. Berbahasa Jawa tulisan pegon, cet.1, Al Miftah, Surabaya; 1417H/1997, cet.2, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang) | * Asma‘ul Husna (terj. Berbahasa Jawa tulisan pegon, cet.1, Al Miftah, Surabaya; 1417H/1997, cet.2, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang) | ||
* Fikih Keseharian Gus Mus, Bunga Rampai Masalah-Masalah Keberagamaan (Juni 1997, cet.1, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang bersama Al-Miftah, Surabaya; April 2005, cet.2; Januari 2006, cet.3, Khalista, Surabaya & [[Komunitas]] MataAir). | * Fikih Keseharian Gus Mus, Bunga Rampai Masalah-Masalah Keberagamaan (Juni 1997, cet.1, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang bersama Al-Miftah, Surabaya; April 2005, cet.2; Januari 2006, cet.3, Khalista, Surabaya & [[Komunitas]] MataAir). | ||
=== Kumpulan Esai: === | === Kumpulan Esai: === | ||
| Baris 71: | Baris 61: | ||
* Oase Pemikiran (2007, Kanisius, Yogyakarta) | * Oase Pemikiran (2007, Kanisius, Yogyakarta) | ||
* Membuka Pintu Langit (2007, Penerbit Buku Kompas, Jakarta). | * Membuka Pintu Langit (2007, Penerbit Buku Kompas, Jakarta). | ||
=== Kumpulan Puisi: === | === Kumpulan Puisi: === | ||
| Baris 84: | Baris 73: | ||
* Aku Manusia (2007, MataAir Publishing, Surabaya) | * Aku Manusia (2007, MataAir Publishing, Surabaya) | ||
* Syi‘iran Asmaul Husna (Berbahasa Jawa, t.th., cet.1, Al Huda, Temanggung; 1997, cet.2, MataAir Publishing, Surabaya) | * Syi‘iran Asmaul Husna (Berbahasa Jawa, t.th., cet.1, Al Huda, Temanggung; 1997, cet.2, MataAir Publishing, Surabaya) | ||
=== Kumpulan Cerpen === | === Kumpulan Cerpen === | ||
| Baris 91: | Baris 78: | ||
* Cerpen A. Mustofa Bisri Gus Jakfar bersama rekan-rekan masuk dalam antologi Waktu Nayla, Cerpen Pilihan Kompas 2003 (2003, Penerbit Buku Kompas, Jakarta) | * Cerpen A. Mustofa Bisri Gus Jakfar bersama rekan-rekan masuk dalam antologi Waktu Nayla, Cerpen Pilihan Kompas 2003 (2003, Penerbit Buku Kompas, Jakarta) | ||
* Bacalah Cinta (editor Abdul wahid B.S., 2005, bukulaela, Yogyakarta). | * Bacalah Cinta (editor Abdul wahid B.S., 2005, bukulaela, Yogyakarta). | ||
=== Gubahan Humor: === | === Gubahan Humor: === | ||
* Mutiara-Mutiara Benjol (1994, cet.1, Lembaga Studi Filsafat, Yogyakarta; 2004, cet.2, Mata Air publishing Surabaya) | * Mutiara-Mutiara Benjol (1994, cet.1, Lembaga Studi Filsafat, Yogyakarta; 2004, cet.2, Mata Air publishing Surabaya) | ||
* Canda Nabi & Tawa Sufi (Pengantar KH. Abdurrahman Wahid, Juli 2002, cet.1; November 2002, cet.2, Hikmah, Bandung) | * Canda Nabi & Tawa Sufi (Pengantar KH. Abdurrahman Wahid, Juli 2002, cet.1; November 2002, cet.2, Hikmah, Bandung) | ||
=== Gubahan Dongeng untuk Anak: === | === Gubahan Dongeng untuk Anak: === | ||
* Awas Manusia (1979, Gaya Favorit Press, Jakarta) | * Awas Manusia (1979, Gaya Favorit Press, Jakarta) | ||
* Nyamuk Yang Perkasa. | * Nyamuk Yang Perkasa. | ||
== Daftar Bacaan Lanjutan == | == Daftar Bacaan Lanjutan == | ||
* Dokumen Resmi Proses dan [[Hasil Kongres]] Ulama Perempuan Indonesia 25-27 April 2017 M | * Dokumen Resmi Proses dan [[Hasil Kongres]] Ulama Perempuan Indonesia 25-27 April 2017 M | ||
* | * http://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/sastra/artikel/A_Mustofa_Bisri | ||
* | * https://amp.tirto.id/m/kh-ahmad-mustofa-bisri-hB | ||
* | * https://gusmus.net/profil | ||
* | * https://www.laduni.id/post/read/1009/biografi-kh-ahmad-mustofa-bisri-gus-mus | ||
* Itsna Noor Laila, “Pemikiran Pendidikan K.H.A. Mustofa Bisri”, Jurnal Al-Yasini, vol. 3 no. 2, November 2013. | * Itsna Noor Laila, “Pemikiran Pendidikan K.H.A. Mustofa Bisri”, Jurnal Al-Yasini, vol. 3 no. 2, November 2013. | ||
'''Editor: Nor Ismah''' | {| | ||
|'''Penulis''' | |||
|''':''' | |||
|'''Abdul Rosyidi''' | |||
|- | |||
|'''Editor''' | |||
|''':''' | |||
|'''Nor Ismah''' | |||
|- | |||
|'''Reviewer''' | |||
|''':''' | |||
|'''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]''' | |||
|} | |||
[[Kategori:Tokoh]] | [[Kategori:Tokoh]] | ||