Lompat ke isi

Liya Aliyah: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person|name=Liya Aliyah al-Himmah (Almh.)|birth_date=Cirebon, 5 Januari 1972|image=Berkas:Aliyah al Himmah.jpeg|imagesize=220px|known for=*Penulis Buku Tafsir Ayat-Ayat Seksualitas dalam Al-Qur'an (2006)|occupation=}}'''Liya Aliyah al-Himmah''' lahir pada 5 Januari 1972 di Arjawinangun, Cirebon. Ia wafat pada 21 Juli 2014 di usia 42 tahun. Pada masa hidupnya, ia merupakan seorang ulama perempuan yang aktif melakukan kegiatan dakwah dalam rangka mengampanyekan Islam yang ''rahmatan lil ‘alamin''. Ia merupakan kader ulama perempuan dari [[Rahima]] dan terlibat aktif di [[Fahmina]] sebagai Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pada Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.
{{Infobox person|name=Liya Aliyah al-Himmah (Almh.)|birth_date=Cirebon, 5 Januari 1972|image=Berkas:Aliyah al Himmah.jpeg|imagesize=220px|known for=*Penulis Buku Tafsir Ayat-Ayat Seksualitas dalam Al-Qur'an (2006)|occupation=}}'''Liya Aliyah al-Himmah''' lahir pada 5 Januari 1972 di Arjawinangun, Cirebon. Ia wafat pada 21 Juli 2014 di usia 42 tahun. Pada masa hidupnya, ia merupakan seorang ulama perempuan yang aktif melakukan kegiatan dakwah dalam rangka mengampanyekan Islam yang ''rahmatan lil ‘alamin''. Ia merupakan kader ulama perempuan dari [[Rahima]] dan terlibat aktif di [[Fahmina]] sebagai Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir pada Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.
== Riwayat Hidup ==
== Riwayat Hidup ==
Nyai Liya Aliyah al-Himmah yang memiliki nama asli Aliyah saja merupakan anak dari KH. Ahmad Baidlowi Sulaiman dan Nyai. Hj. Channah Syathori. Namanya berubah dari Aliyah menjadi Liya Aliyah, kemdian berubah menjadi Liya Aliyah al-Himmah sejak KH. Ali Maksum, gurunya di Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, menambahkan nama al-Himmah. Namun, keluarga dan kerabat, serta para santrinya sering memanggilnya “Angyah” sebagai panggilan akrab.  Sisipan “Ang” di awal adalah panggilan cepat dari kakang (dalam bahasa Cirebon yang berarti kakak), dan “yah” merupakan akhiran dari namanya “Aliyah”. Ia lahir dan besar hingga wafat di lingkungan Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon.
Nyai Liya Aliyah al-Himmah yang memiliki nama asli Aliyah saja merupakan anak dari KH. Ahmad Baidlowi Sulaiman dan Nyai. Hj. Channah Syathori. Namanya berubah dari Aliyah menjadi Liya Aliyah, kemdian berubah menjadi Liya Aliyah al-Himmah sejak KH. Ali Maksum, gurunya di Pesantren al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, menambahkan nama al-Himmah. Namun, keluarga dan kerabat, serta para santrinya sering memanggilnya “Angyah” sebagai panggilan akrab.  Sisipan “Ang” di awal adalah panggilan cepat dari kakang (dalam bahasa Cirebon yang berarti kakak), dan “yah” merupakan akhiran dari namanya “Aliyah”. Ia lahir dan besar hingga wafat di lingkungan Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun Cirebon.
Baris 10: Baris 8:


Sebagai ulama perempuan, selain mengajar di pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi, ia juga aktif di [[Lembaga]] Swadaya Masyarakat yang memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender. Beberapa di antaranya adalah Fahmina-''institute'' Cirebon, Rahima Jakarta, Puan Amal Hayati Jakarta, dan Lakpesdam PBNU Jakarta. Pada tahun 2005, ia bersama dengan sepupunya yang bernama Ny. Hj. Afwa Mumtaza, M.Ag. mengikuti program kaderisasi ulama perempuan yang diinisiasi oleh Rahima, yakni Pendidikan [[Ulama Perempuan]] (PUP).  
Sebagai ulama perempuan, selain mengajar di pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi, ia juga aktif di [[Lembaga]] Swadaya Masyarakat yang memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender. Beberapa di antaranya adalah Fahmina-''institute'' Cirebon, Rahima Jakarta, Puan Amal Hayati Jakarta, dan Lakpesdam PBNU Jakarta. Pada tahun 2005, ia bersama dengan sepupunya yang bernama Ny. Hj. Afwa Mumtaza, M.Ag. mengikuti program kaderisasi ulama perempuan yang diinisiasi oleh Rahima, yakni Pendidikan [[Ulama Perempuan]] (PUP).  
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Nyai Liya Aliyah al-Himmah menghabiskan waktu belajarnya di Pesantren Krapyak selama 11 tahun, sejak tahun 1987 hingga 1998. Di Pesantren Krapyak, mondok pertama kali di Komplek N, asuhan Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah hingga ia menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah. Ketika kuliah di IAIN Yogyakarta, Nyai Liya Aliyah al-Himmah pindah ke Pondok Gedung Putih yang diasuh oleh kakaknya yang bernama Nyai Hj. Luthfiyyah Baidlowi.  
Nyai Liya Aliyah al-Himmah menghabiskan waktu belajarnya di Pesantren Krapyak selama 11 tahun, sejak tahun 1987 hingga 1998. Di Pesantren Krapyak, mondok pertama kali di Komplek N, asuhan Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah hingga ia menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah. Ketika kuliah di IAIN Yogyakarta, Nyai Liya Aliyah al-Himmah pindah ke Pondok Gedung Putih yang diasuh oleh kakaknya yang bernama Nyai Hj. Luthfiyyah Baidlowi.  
Baris 40: Baris 36:


Dengan demikian, Nyai Liya Aliyah al-Himmah adalah seorang ulama perempuan dari keluarga pesantren yang telah melakukan dobrakan-dobrakan kultural untuk keluar dari tradisi pesantren yang mengungkung dan mendomestifikasi perempuan. Pada umumnya seorang perempuan dari keluarga pesantren dijodohkan oleh keluarganya dengan laki-laki yang juga dari keluarga pesantren. Namun, Nyai Liya Aliyah al-Himmah menolak tradisi ini. Ia memutuskan untuk mencari sendiri belahan jiwanya dan menikah dengan seseorang yang menjadi pilihannya.  
Dengan demikian, Nyai Liya Aliyah al-Himmah adalah seorang ulama perempuan dari keluarga pesantren yang telah melakukan dobrakan-dobrakan kultural untuk keluar dari tradisi pesantren yang mengungkung dan mendomestifikasi perempuan. Pada umumnya seorang perempuan dari keluarga pesantren dijodohkan oleh keluarganya dengan laki-laki yang juga dari keluarga pesantren. Namun, Nyai Liya Aliyah al-Himmah menolak tradisi ini. Ia memutuskan untuk mencari sendiri belahan jiwanya dan menikah dengan seseorang yang menjadi pilihannya.  
== Karya-Karya ==
== Karya-Karya ==
Karya akademik yang telah ditulis oleh Nyai Liya Aliyah al-Himmah di antaranya adalah tesis magister yang berjudul “Ayat-ayat Seksualitas dalam Al-Qur’an: Analisis Jender terhadap Tafsir al-Manar”, pada tahun 2003; buku berjudul “Tafsir Ayat-ayat Seksualitas dalam Al-Qur’an” yang diterbitkan oleh Prenada Media Group Jakarta, pada tahun 2006; buku saku berjudul “[[Kesaksian Perempuan]]: Benarkah Separoh Laki-laki?” diterbitkan oleh Rahima Jakarta, pada tahun 2008; artikel berjudul “Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Pandangan Mufassir Indonesia: Studi atas Tafsir al-Azhar dan al-Misbah” dalam buku ''Ragam Kajian Kekerasan dalam Rumah Tangga'' diterbitkan oleh ISIF Cirebon, tahun 2012;  dan buku berjudul “Telaah Kitab-kitab Hadis: Sejarah, Penulis, Metode, dan Kontribusi” diterbitkan oleh Nurjati Press Cirebon, pada tahun 2013.
Karya akademik yang telah ditulis oleh Nyai Liya Aliyah al-Himmah di antaranya adalah tesis magister yang berjudul “Ayat-ayat Seksualitas dalam Al-Qur’an: Analisis Jender terhadap Tafsir al-Manar”, pada tahun 2003; buku berjudul “Tafsir Ayat-ayat Seksualitas dalam Al-Qur’an” yang diterbitkan oleh Prenada Media Group Jakarta, pada tahun 2006; buku saku berjudul “[[Kesaksian Perempuan]]: Benarkah Separoh Laki-laki?” diterbitkan oleh Rahima Jakarta, pada tahun 2008; artikel berjudul “Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam Pandangan Mufassir Indonesia: Studi atas Tafsir al-Azhar dan al-Misbah” dalam buku ''Ragam Kajian Kekerasan dalam Rumah Tangga'' diterbitkan oleh ISIF Cirebon, tahun 2012;  dan buku berjudul “Telaah Kitab-kitab Hadis: Sejarah, Penulis, Metode, dan Kontribusi” diterbitkan oleh Nurjati Press Cirebon, pada tahun 2013.


Nyai Liya Aliyah al-Himmah juga menulis artikel ilmiah dengan judul “Membincang Tafsir al-Manar: Sejarah dan Pemikiran”, pada Jurnal ''Diya’ al-Afkar'' Vol. 1 No. 1 Desember 2012, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan artikel ilmiah dengan judul “Menyoal Relasi Gender dalam Al-Qur’an”, pada Jurnal ''Equalita'' Vol. 10 No. 2 Desember 2012, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Nyai Liya Aliyah al-Himmah juga menulis artikel ilmiah dengan judul “Membincang Tafsir al-Manar: Sejarah dan Pemikiran”, pada Jurnal ''Diya’ al-Afkar'' Vol. 1 No. 1 Desember 2012, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan artikel ilmiah dengan judul “Menyoal Relasi Gender dalam Al-Qur’an”, pada Jurnal ''Equalita'' Vol. 10 No. 2 Desember 2012, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


Adapun karya ilmiah populer yang telah ditulis oleh Nyai Liya Aliyah al-Himmah adalah artikel yang berjudul “Islam, Penelitian, dan Transformasi Sosial” dalam Harian Umum ''Kabar Cirebon,'' 27 Desember 2012,  dan artikel berjudul “Pernikahan Berarti Ke-saling-an” dalam buku ''Kembang Setaman Pernikahan'', kado pernikahan Hilyatul Awliya dengan Muh. Alfurqon, diterbitkan di Cirebon, tahun 2014.
Adapun karya ilmiah populer yang telah ditulis oleh Nyai Liya Aliyah al-Himmah adalah artikel yang berjudul “Islam, Penelitian, dan Transformasi Sosial” dalam Harian Umum ''Kabar Cirebon,'' 27 Desember 2012,  dan artikel berjudul “Pernikahan Berarti Ke-saling-an” dalam buku ''Kembang Setaman Pernikahan'', kado pernikahan Hilyatul Awliya dengan Muh. Alfurqon, diterbitkan di Cirebon, tahun 2014.
== Penghargaan dan Prestasi ==
== Penghargaan dan Prestasi ==
Nyai Liya Aliyah al-Himmah pernah memimpin Pesantren Puteri di Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun dan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Plus Dar al-Tauhid yang diangkat oleh KH. AR Ibnu Ubaidillah Syathori. Ia juga pernah menjabat Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dam Tafsir di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.
Nyai Liya Aliyah al-Himmah pernah memimpin Pesantren Puteri di Pesantren Dar al-Tauhid Arjawinangun dan menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Plus Dar al-Tauhid yang diangkat oleh KH. AR Ibnu Ubaidillah Syathori. Ia juga pernah menjabat Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dam Tafsir di Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon.
== Daftar Bacaan Lanjutan ==
== Daftar Bacaan Lanjutan ==
“Lia Aliyah: Merintis Krikulum Tafsir Berkeadilan, Kesetaraan, dan Keragaman”, dalam Nor Ismah (''Ed''.), Merintis Keulamaan untuk Kemanusiaan: Profil Kader Ulama Perempuan Rahima (Jakarta: Rahima, 2014)
“Lia Aliyah: Merintis Krikulum Tafsir Berkeadilan, Kesetaraan, dan Keragaman”, dalam Nor Ismah (''Ed''.), Merintis Keulamaan untuk Kemanusiaan: Profil Kader Ulama Perempuan Rahima (Jakarta: Rahima, 2014)




{| class="wikitable"
{|
|'''Penulis'''
|'''Penulis'''
|''':'''
|''':'''