Lompat ke isi

Danial: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Mashunah Hanafi|birth_date=Banjarmasin, 17 Desember 1952|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|imagesize=220px|known for=*Penulis buku “Nusyuz: Apa dan Ken...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person|name=Mashunah Hanafi|birth_date=Banjarmasin, 17 Desember 1952|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|imagesize=220px|known for=*Penulis buku “Nusyuz: Apa dan Kenapa?” (2010)|occupation=*Pensiunan Dosen di IAIN Antasari Banjarmasin. AKtif di MUI Kalsesl, DMI Kalsel, dan BKMT Kalsel}}'''Danial''' lahir di Dayah Mesjid, pada tanggal 26 Februari 1976. Ia menjabat sebagai rektor di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe periode 2021-2025.
{{Infobox person|name=Danial|birth_date=|image=Berkas:Danial.jpg|imagesize=220px|known for=* -
* -
* -|occupation=* -
* -
* -}}'''Danial''' lahir di Dayah Mesjid, pada tanggal 26 Februari 1976. Ia menjabat sebagai rektor di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe periode 2021-2025.


Danial memiliki perhatian berkaitan dengan perlunya kampus mendesain bangunan yang sensitif disabilitas, perempuan, dan anak. Kampus bisa menyediakan sarana dan prasarana yang ''friendly''. Ia juga ingin memperkuat Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di kampusnya karena sudah 20 tahun belum pernah ada. Ia meminta semua jajaran turun ke [[Lembaga]] Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) agar memberi perhatian khusus untuk PSGA. Ia menghendaki adanya riset tentang gender, mengajak dan mengarahkan mereka untuk melakukan silaturahmi dengan [[tokoh]]-tokoh di bidang gender, termasuk dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), Flower Aceh, Balai Syura, Ibu Lies Marcoess, Ibu Sandra Hamid, dan yang lainnya.  
Danial memiliki perhatian berkaitan dengan perlunya kampus mendesain bangunan yang sensitif disabilitas, perempuan, dan anak. Kampus bisa menyediakan sarana dan prasarana yang ''friendly''. Ia juga ingin memperkuat Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di kampusnya karena sudah 20 tahun belum pernah ada. Ia meminta semua jajaran turun ke [[Lembaga]] Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) agar memberi perhatian khusus untuk PSGA. Ia menghendaki adanya riset tentang gender, mengajak dan mengarahkan mereka untuk melakukan silaturahmi dengan [[tokoh]]-tokoh di bidang gender, termasuk dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), Flower Aceh, Balai Syura, Ibu Lies Marcoess, Ibu Sandra Hamid, dan yang lainnya.  
Baris 33: Baris 37:


== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Sewaktu bersekolah MAN-PK Banda Aceh, Danial sudah dikenalkan dengan pluralitas pemikiran secara formal. Tepatnya saat ia mempelajari kitab ''Bidayatul Mujtahid''. Ia menjumpai tradisi berpikir para ulama yang terbiasa menggelontorkan banyak ide dan pendapat. Cara berpikir yang terbuka ini juga mengetuk rasa penasaran Danial untuk mengupas tema Pendidikan Seks dalam Islam, dalam tugas karya tulisnya menjelang lulus Aliyah. Guru-gurunya sebetulnya terkejut meski tidak menampakkan. Mereka mencoba mengalihkan dan mengarahkan Danial ke judul lain. Namun, Danial tetap berkeras hati pada keputusannya semula.  
Sewaktu bersekolah MAN-PK Banda Aceh, Danial sudah dikenalkan dengan pluralitas pemikiran secara formal. Tepatnya saat ia mempelajari kitab ''Bidayatul Mujtahid''. Ia menjumpai [[tradisi]] berpikir para ulama yang terbiasa menggelontorkan banyak ide dan pendapat. Cara berpikir yang terbuka ini juga mengetuk rasa penasaran Danial untuk mengupas tema Pendidikan Seks dalam Islam, dalam tugas karya tulisnya menjelang lulus Aliyah. Guru-gurunya sebetulnya terkejut meski tidak menampakkan. Mereka mencoba mengalihkan dan mengarahkan Danial ke judul lain. Namun, Danial tetap berkeras hati pada keputusannya semula.  


Lalu ketika di Yogyakarta, saat Danial hendak merampungkan studi S1, ia memilih tema Hak-Hak Politik Perempuan dalam Pandangan Syekh Abu Syiah Kuala. Sejak itu, ia menggali banyak literatur dan penelitian tentang perempuan. Saat membicarakan syarat-syarat menjadi hakim, dalam kitab karangannya, ''Miiratut Thullab'', Syekh tidak mensyaratkan dzakar/laki-laki sebagai syarat. Bahkan pada saat itu, perempuan menjadi ratunya, terlepas karena alasan politis ataupun tidak.  
Lalu ketika di Yogyakarta, saat Danial hendak merampungkan studi S1, ia memilih tema Hak-Hak Politik Perempuan dalam Pandangan Syekh Abu Syiah Kuala. Sejak itu, ia menggali banyak literatur dan penelitian tentang perempuan. Saat membicarakan syarat-syarat menjadi hakim, dalam kitab karangannya, ''Miiratut Thullab'', Syekh tidak mensyaratkan dzakar/laki-laki sebagai syarat. Bahkan pada saat itu, perempuan menjadi ratunya, terlepas karena alasan politis ataupun tidak.  
Baris 49: Baris 53:
Sehari-hari Danial juga kerap menerima aduan dari masyarakat, baik dari lingkungan kampus, jamaah pengajiannya, bahkan saat ia menjabat sebagai Kepala KUA sebelum ia masuk di lingkungan kampus. Mereka yang datang mengungkapkan problem dan minta pandangan Danial atas persoalan yang menimpa, terutama kasus kekerasan seksual. Tentu saja bila sifatnya klinis, Danial akan menyarankan ke psikiater.  
Sehari-hari Danial juga kerap menerima aduan dari masyarakat, baik dari lingkungan kampus, jamaah pengajiannya, bahkan saat ia menjabat sebagai Kepala KUA sebelum ia masuk di lingkungan kampus. Mereka yang datang mengungkapkan problem dan minta pandangan Danial atas persoalan yang menimpa, terutama kasus kekerasan seksual. Tentu saja bila sifatnya klinis, Danial akan menyarankan ke psikiater.  


Sayangnya cara pandang Danial yang terbilang berani di tengah kuatnya pandangan konservatif di masyarakat, membuatnya dilabeli Jamaah Islam Liberal (JIL). Dalam sebuah ceramah maulid, Danial secara lugas mengatakan bahwa selama ini banyak ayat dan hadits yang disembunyikan untuk perempuan. Misalnya, tentang menyusui, mencuci pakaian di mana hal itu sebenarnya tugas seorang suami, sebab mereka menanggung nafkah sandang, pangan, dan papan. Rupanya hal itu membuat laki-laki jadi terganggu. Peristiwa tersebut bahkan sempat menjadi ''headline'' media lokal yang menulis tentang bahaya ''firqah dhalalah''.  
Sayangnya cara pandang Danial yang terbilang berani di tengah kuatnya pandangan konservatif di masyarakat, membuatnya dilabeli Jamaah Islam Liberal (JIL). Dalam sebuah ceramah maulid, Danial secara lugas mengatakan bahwa selama ini banyak ayat dan hadits yang disembunyikan untuk perempuan. Misalnya, tentang menyusui, mencuci pakaian di mana hal itu sebenarnya tugas seorang suami, sebab mereka menanggung [[nafkah]] sandang, pangan, dan papan. Rupanya hal itu membuat laki-laki jadi terganggu. Peristiwa tersebut bahkan sempat menjadi ''headline'' media lokal yang menulis tentang bahaya ''firqah dhalalah''.  


Danial bahkan pernah diboikot di beberapa masjid, sampai hari ini. Ia tidak diundang khutbah, mengisi pengajian, apalagi dilibatkan di acara-acara masjid tersebut. Beberapa ormas juga begitu. Untunglah jumlahnya sangat sedikit dan lama-kelamaan kesadaran masyarakat untuk tak mudah termakan pemahaman konservatif, juga semakin meningkat.  
Danial bahkan pernah diboikot di beberapa masjid, sampai hari ini. Ia tidak diundang khutbah, mengisi pengajian, apalagi dilibatkan di acara-acara masjid tersebut. Beberapa ormas juga begitu. Untunglah jumlahnya sangat sedikit dan lama-kelamaan kesadaran masyarakat untuk tak mudah termakan pemahaman konservatif, juga semakin meningkat.  
Baris 77: Baris 81:
# Konflik Aceh dan Upaya Penyelesaiannya, Serambi Indonesia (2001), Syari’at Islam dan Kekerasan terhadap Perempuan (2006).   
# Konflik Aceh dan Upaya Penyelesaiannya, Serambi Indonesia (2001), Syari’at Islam dan Kekerasan terhadap Perempuan (2006).   


'''Daftar Bacaan Lanjutan'''
== Daftar Bacaan Lanjutan ==
 
# https://serambiwiki.tribunnews.com/2021/03/03/kisah-danial-dari-karier-kepala-kua-lalu-direktur-pascasarjana-sekarang-rektor-iain-lhokseumawe?page=all
# https://serambiwiki.tribunnews.com/2021/03/03/kisah-danial-dari-karier-kepala-kua-lalu-direktur-pascasarjana-sekarang-rektor-iain-lhokseumawe?page=all
# http://diktis.kemenag.go.id/v1/berita/iain-lhokseumawe-bebaskan-ukt-mahasiswa-yang-orangtuanya-wafat-terdampak-covid-19  
# http://diktis.kemenag.go.id/v1/berita/iain-lhokseumawe-bebaskan-ukt-mahasiswa-yang-orangtuanya-wafat-terdampak-covid-19