2022 Yang Muda Merawat Bangsa: Perbedaan antara revisi
Tampilan
Tidak ada ringkasan suntingan |
Tidak ada ringkasan suntingan |
||
| (2 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox book|editor=*Zahra Amin|publisher=Mubadalah.id|image=Berkas:BukuYangMudaMerawatBangsaCover.jpg|italic title=Yang Muda Merawat Bangsa|isbn=|pub_date=November 2022|cover_artist=Zannoism|pages=xii + 306 hal|series=Cetakan Pertama|author=|title_orig=Yang Muda Merawat Bangsa|note=[https://kupipedia.id/images/8/8b/BukuYangMudaMerawatBangsa.pdf (Download PDF)]|name=}}''Oleh: Zahra Amin'' | |||
''Oleh: Zahra Amin'' | |||
Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam suku, agama, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia. Namun dalam realitasnya, dinamika ekspresi keberagaman dan keberagamaan di era demokrasi terkadang berpotensi memunculkan ketegangan dan konflik antar-masyarakat, antar-umat beragama atau bahkan internal umat beragama. Oleh karena itu, diperlukan moderasi salah satunya moderasi beragama untuk menjaga keharmonisan bangsa. | Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam suku, agama, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia. Namun dalam realitasnya, dinamika ekspresi keberagaman dan keberagamaan di era demokrasi terkadang berpotensi memunculkan ketegangan dan konflik antar-masyarakat, antar-umat beragama atau bahkan internal umat beragama. Oleh karena itu, diperlukan moderasi salah satunya moderasi beragama untuk menjaga keharmonisan bangsa. | ||
| Baris 20: | Baris 15: | ||
Setelah membaca buku ini diharapkan mampu membangun kesadaran pembaca bahwa kita saat ini hidup dalam masyarakat yang plural dan multikultural. Antara satu dengan yang lain memang kita diciptakan secara berbeda. Maka memaksakan untuk menyatukanperbedaanartinya kita melanggengkan konflik. Apalagi memaksakan keadaan untuk sama sesuai dengan keyakinan kita, tak ubahnya dengan seseorang yang mendamba bahagia, namun tetap membiarkan hari-harinya berlalu tanpa warna, dan cinta. Demikian. Selamat membaca! | Setelah membaca buku ini diharapkan mampu membangun kesadaran pembaca bahwa kita saat ini hidup dalam masyarakat yang plural dan multikultural. Antara satu dengan yang lain memang kita diciptakan secara berbeda. Maka memaksakan untuk menyatukanperbedaanartinya kita melanggengkan konflik. Apalagi memaksakan keadaan untuk sama sesuai dengan keyakinan kita, tak ubahnya dengan seseorang yang mendamba bahagia, namun tetap membiarkan hari-harinya berlalu tanpa warna, dan cinta. Demikian. Selamat membaca! | ||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Buku KUPI]] | |||