Lompat ke isi

Dokumen Kongres 2: Perbedaan antara revisi

Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(7 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
'''[[Dokumen Kongres]] 2''' adalah data-data terkait penyelenggaraan Kongres yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] Jepara Jawa Tengah, pada 24 - 26 November 2022 M bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir - 2 Jumadil Awal 1444 H.
'''[[Dokumen Kongres]] 2''' adalah data-data terkait penyelenggaraan Kongres yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren [[Hasyim Asy'ari Bangsri]] Jepara Jawa Tengah, pada 24 - 26 November 2022 M bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir - 2 Jumadil Awal 1444 H.


'''Dokumen Kongres''' adalah data-data terkait penyelenggaraan Kongres yang diadakan selama tiga hari Kongres di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringan Cirebon, 25 - 27 April 2017 M bertepatan dengan 28 - 30 Rajab 1438 H.
{|
{|
|-
|-
|{{Artikelfeat|title=[[Term of Reference Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)]]|content=Sejarah Islam mencatat bahwa ulama perempuan telah menjadi bagian dari setiap perkembangan peradaban Islam. Secara teologis, hal ini berawal dari sikap Nabi SAW yang menghormati perempuan dan memberi jalan kebebasan bagi mereka (Abu Shuqqa, 1999). Tetapi, tradisi keulaman perempuan di dunia Islam, termasuk Indonesia, tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana sikap Nabi SAW menghormati perempuan melainkan oleh konteks geo-politik, budaya dan proses asimilasi Islam dengan budaya lokal. Islam Nusantara, adalah Islam yang dalam kehidupan sosial budayanya terbuka kepada peranan perempuan untuk beraktivitas di ruang publik.|line=[[Term of Reference Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI)|Selengkapnya...]]}}
|{{Artikelfeat|title=[[Term of Reference Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Ke-2]]|content=Kiprah dan tradisi keulamaan perempuan tidak hanya berakar pada norma-norma teologis, seperti ajaran kesetaraan (musawah) dari al-Qur’an dan sikap penghormatan Nabi Saw terhadap perempuan, melainkan banyak dipengaruhi konteks geo-politik budaya, dan proses asimilasi Islam dengan budaya-budaya lokal di berbagai tempat. Berbeda dengan konteks sosial budaya negara-negara lain, Indonesia memiliki karakteristik keislaman yang lebih terbuka bagi perempuan untuk beraktivitas di berbagai ruang publik, baik ekonomi, sosial, maupun politik. Konteks sosial budaya inilah yang memungkinkan perhelatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di sebuah pesantren Cirebon tahun 2017 berhasil memunculkan keberadaan para ulama perempuan, meneguhkan otoritas mereka dalam kehidupan sosial keagamaan dan yang lain, serta mengapresiasi kiprah mereka dalam kerja-kerja keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kesemestaan. Keberhasilan itu tidak hanya ditandai.....|line=[[Term of Reference Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) Ke-2|(Selengkapnya...)]]}}
|}
|}
{|
{|
|-
|-
|{{Artikelfeat|title=[[Ucapan Selamat Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla]]|content=Peranan ulama perempuan sebenarnya mempunyai sejarah panjang sejak zaman Rasulullah, peranan perempuan lebih umumnya, lebih khusus lagi wanita lah yang mendukung pertama Rasulullah; istrinya, Khadijah, Siti ‘Aisyah istrinya juga yang memberikan dukungan yang luar biasa sehingga hadits-hadits banyak juga yang dirawikan oleh Siti ‘Aisyah.|line=[[Ucapan Selamat Wakil Presiden RI H. M. Jusuf Kalla|Selengkapnya...]]}}
|{{Artikelfeat|title=[[Pidato Sambutan Pembukaan KUPI ke-2; Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Ibu Nyai Hj. Hindun Anisah]]|content=Jepara kita tahu ini terkenal atau dikenal sebagai Kota dengan tiga tokoh perempuan. Pertama, ada Ratu Shima, ini ratu yang memimpin di Jepara pada abad ke-7. Beliau ini terkenal sebagai ratu yang penegakan hukumnya ini luar biasa jadi low in forcement. Ketika beliau memerintah ini tidak tertandingi, bahkan itu diakui oleh pemimpin dari berbagai negara. Yang kedua, ada Ratu Kalinyamat yang sedang kita perjuangkan untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. Beliau memerintah selama 30 tahun di abad ke-16. Ketika beliau memerintah.....|line=[[Pidato Sambutan Pembukaan KUPI ke-2; Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Ibu Nyai Hj. Hindun Anisah|(Selengkapnya...)]]}}
|}
|}


Baris 15: Baris 13:
{{columns-list|colwidth=35em|
{{columns-list|colwidth=35em|
<DynamicPageList>
<DynamicPageList>
category = Dokumen KUPI2
category = Dokumen Kongres 2
mode = ordered
ordermethod = sortkey
ordermethod = sortkey
order    = ascending
order    = ascending
</DynamicPageList>
</DynamicPageList>
}}
}}