Lompat ke isi

Nurlia Sultan: Perbedaan antara revisi

←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Nurlia Sultan|birth_date=Maros, 07 Agustus 1997|image=Berkas:LogKupipedia (1).png|imagesize=220px|known for=*Mengisi esai lepas pada e-portal DDI...'
 
Tidak ada ringkasan suntingan
 
(1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan)
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person|name=Nurlia Sultan|birth_date=Maros, 07 Agustus 1997|image=Berkas:LogKupipedia (1).png|imagesize=220px|known for=*Mengisi esai lepas pada e-portal DDI
{{Infobox person|name=Nurlia Sultan|birth_date=Maros, 07 Agustus 1997|image=Berkas:NurliaSultan.jpg|imagesize=220px|known for=*Mengisi esai lepas pada e-portal DDI
*Ummahat Darud Da’wah wal-Irsyad dan Umat Di Era Millenial
*Ummahat Darud Da’wah wal-Irsyad dan Umat Di Era Millenial
*Fatayat DDI Bersinergi dalam Ukhuwah|occupation=*Guru PAI SMAN 5 Maros
*Fatayat DDI Bersinergi dalam Ukhuwah|occupation=*Guru PAI SMAN 5 Maros
Baris 9: Baris 9:
Persinggungan Nurlia Sultan dengan [[KUPI]] diawali keikutsertaan Nurlia di Rahima pada 2017 lalu. Merasa mendapatkan cara pandang yang baru terkait dengan keulamaan perempuan dan kesetaraan gender, Nurlia giat menyebarkan hasil rekomendasi dan fatwa KUPI dalam berbagai kegiatan di Maros, seperti menggelar pengajian khusus untuk guru-guru tentang [[mubadalah]], memberikan pengetahuan kepada orangtua santri mengenai pencegahan pernikahan anak, dan memasukkan konsep-konsep rekomendasi KUPI dalam program pemberdayaan perempuan, baik di pengajian majelis ta’lim maupun di pesantren yang diasuhnya.
Persinggungan Nurlia Sultan dengan [[KUPI]] diawali keikutsertaan Nurlia di Rahima pada 2017 lalu. Merasa mendapatkan cara pandang yang baru terkait dengan keulamaan perempuan dan kesetaraan gender, Nurlia giat menyebarkan hasil rekomendasi dan fatwa KUPI dalam berbagai kegiatan di Maros, seperti menggelar pengajian khusus untuk guru-guru tentang [[mubadalah]], memberikan pengetahuan kepada orangtua santri mengenai pencegahan pernikahan anak, dan memasukkan konsep-konsep rekomendasi KUPI dalam program pemberdayaan perempuan, baik di pengajian majelis ta’lim maupun di pesantren yang diasuhnya.


Riwayat Hidup
== Riwayat Hidup ==
 
Nurlia Sultan tumbuh di tengah keluarga yang patrilineal. Setiap pilihan dan keputusan diambil oleh ayah. Pun dalam hal pendidikan, Nurlia patuh pada pilihan sang ayah. Setelah lulus dari sekolah dasar, Nurlia melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI) Mangkoso, sekitar 110 km dari Maros, Sulsel. Kurun 1990-1998 Nurlia menghabiskan waktunya untuk belajar di DDI sampai ia lulus kuliah strata I, mulai dari santri sampai kemudian menjadi pembina di pesantren tersebut. Sebelumnya, ketika tamat Aliyah, Nurlia memiliki mimpi untuk melanjutkan kuliah di Mesir. Namun keinginan tersebut dilarang sang ayah, dengan dalih perempuan tidak seharusnya berada jauh dari rumah. Keinginan tersebut akhirnya pupus dan Nurlia dengan berat hati melepaskan kesempatannya ke Mesir.
Nurlia Sultan tumbuh di tengah keluarga yang patrilineal. Setiap pilihan dan keputusan diambil oleh ayah. Pun dalam hal pendidikan, Nurlia patuh pada pilihan sang ayah. Setelah lulus dari sekolah dasar, Nurlia melanjutkan pendidikannya di pondok pesantren Darud Da’wah wal-Irsyad (DDI) Mangkoso, sekitar 110 km dari Maros, Sulsel. Kurun 1990-1998 Nurlia menghabiskan waktunya untuk belajar di DDI sampai ia lulus kuliah strata I, mulai dari santri sampai kemudian menjadi pembina di pesantren tersebut. Sebelumnya, ketika tamat Aliyah, Nurlia memiliki mimpi untuk melanjutkan kuliah di Mesir. Namun keinginan tersebut dilarang sang ayah, dengan dalih perempuan tidak seharusnya berada jauh dari rumah. Keinginan tersebut akhirnya pupus dan Nurlia dengan berat hati melepaskan kesempatannya ke Mesir.


Baris 19: Baris 18:
Memiliki pengalaman belajar dan mengajar di pondok pesantren lebih dari 10 tahun membuat tekad Nurlia untuk memperbaiki sistem dan manajemen pendidikan pesantren semakin kuat. Pada 2005 Nurlia Sultan, suami, dan beberapa teman menginisiasi pendirian pondok pesantren profesi bernama Wahdaniyatillah. Pondok tersebut didirikan dengan tujuan utama mengarahkan santri agar memiliki fokus pada minat dan bakat masing-masing. Berangkat dari pengalaman hidup yang penuh kekangan, Nurlia ingin pondok yang dibinanya bisa menjadi ruang belajar terbuka bagi pengembangan bakat dan bisa meningkatkan kapasitas pengetahuan santri.
Memiliki pengalaman belajar dan mengajar di pondok pesantren lebih dari 10 tahun membuat tekad Nurlia untuk memperbaiki sistem dan manajemen pendidikan pesantren semakin kuat. Pada 2005 Nurlia Sultan, suami, dan beberapa teman menginisiasi pendirian pondok pesantren profesi bernama Wahdaniyatillah. Pondok tersebut didirikan dengan tujuan utama mengarahkan santri agar memiliki fokus pada minat dan bakat masing-masing. Berangkat dari pengalaman hidup yang penuh kekangan, Nurlia ingin pondok yang dibinanya bisa menjadi ruang belajar terbuka bagi pengembangan bakat dan bisa meningkatkan kapasitas pengetahuan santri.


[[Tokoh]] dan Keulamaan Perempuan
== [[Tokoh]] dan Keulamaan Perempuan ==
 
Sebelum mengenal Rahima dan ikut serta dalam diseminasi gagasan hasil KUPI, Nurlia mengaku terkurung dalam paradigma berpikir yang tekstual. Meskipun telah berhasil menempuh pendidikan tinggi, tetapi ia tidak bisa lepas dari anggapan bahwa perempuan harus tunduk pada aturan-aturan yang telah disepakati oleh masyarakat. Setelah menikah, tugas perempuan adalah di dalam rumah dan mengurus suami. Bahkan ketika pertama kali mengikuti agenda-agenda Rahima, batin Nurlia melakukan penolakan. Anggapan pertama yang muncul pada saat itu adalah Rahima mengajarkan istri untuk melawan suami. Namun persepsi-persepsi tersebut perlahan berubah seiring munculnya pemahaman baru pada diri Nurlia mengenai tafsir dan interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an. Pemahaman mengenai relasi suami istri yang mubadalah di kemudian hari juga menjadi fokus Nurlia untuk disebarkan ke masyarakat di Maros.
Sebelum mengenal Rahima dan ikut serta dalam diseminasi gagasan hasil KUPI, Nurlia mengaku terkurung dalam paradigma berpikir yang tekstual. Meskipun telah berhasil menempuh pendidikan tinggi, tetapi ia tidak bisa lepas dari anggapan bahwa perempuan harus tunduk pada aturan-aturan yang telah disepakati oleh masyarakat. Setelah menikah, tugas perempuan adalah di dalam rumah dan mengurus suami. Bahkan ketika pertama kali mengikuti agenda-agenda Rahima, batin Nurlia melakukan penolakan. Anggapan pertama yang muncul pada saat itu adalah Rahima mengajarkan istri untuk melawan suami. Namun persepsi-persepsi tersebut perlahan berubah seiring munculnya pemahaman baru pada diri Nurlia mengenai tafsir dan interpretasi ayat-ayat Al-Qur’an. Pemahaman mengenai relasi suami istri yang mubadalah di kemudian hari juga menjadi fokus Nurlia untuk disebarkan ke masyarakat di Maros.


Baris 33: Baris 31:
Bekerja atas dasar kemanusiaan membuat Nurlia terus memiliki harapan. Sebagai ulama perempuan yang diberi kesempatan mengenal Rahima dan terlibat langsung di KUPI membuatnya memiliki tanggung jawab untuk bisa mengaktualisasikan cara pandangnya, agar bisa mencapai keadilan dan kesetaraan bagi masyarakat Maros secara khusus, dan secara umum bagi semua.  
Bekerja atas dasar kemanusiaan membuat Nurlia terus memiliki harapan. Sebagai ulama perempuan yang diberi kesempatan mengenal Rahima dan terlibat langsung di KUPI membuatnya memiliki tanggung jawab untuk bisa mengaktualisasikan cara pandangnya, agar bisa mencapai keadilan dan kesetaraan bagi masyarakat Maros secara khusus, dan secara umum bagi semua.  


Penghargaan / Prestasi
== Penghargaan / Prestasi ==
 
Sebelum Nurlia diangkat sebagai ASN pada 2010 silam, ia sempat mendapat amanah untuk mengajar beberapa mata pelajaran umum dan keagamaan, di delapan pondok pesantren sekaligus, di wilayah Maros.
Sebelum Nurlia diangkat sebagai ASN pada 2010 silam, ia sempat mendapat amanah untuk mengajar beberapa mata pelajaran umum dan keagamaan, di delapan pondok pesantren sekaligus, di wilayah Maros.


Karya-karya
== Karya-karya ==
Nurlia giat menulis cerita pendek dan cerita bersambung sebelum kuliah. Namun cerita-cerita tersebut hanya tersimpan rapi di laptop dan enggan dipublikasikan. Pada saat kuliah, Nurlia sempat menjadi editor sekaligus layouter untuk bulletin Misykat STAI DDI Mangkoso. Ketika Nurlia aktif di Ummahat DDI, ia juga sempat menulis beberapa karya mengenani perempuan yang terbit di [[jaringan]] alumni DDI di antaranya,


Nurlia giat menulis cerita pendek dan cerita bersambung sebelum kuliah. Namun cerita-cerita tersebut hanya tersimpan rapi di laptop dan enggan dipublikasikan. Pada saat kuliah, Nurlia sempat menjadi editor sekaligus layouter untuk bulletin Misykat STAI DDI Mangkoso. Ketika Nurlia aktif di Ummahat DDI, ia juga sempat menulis beberapa karya mengenani perempuan yang terbit di [[jaringan]] alumni DDI di antaranya, 1) Ummahat Darud Da’wah wal-Irsyad dan Umat Di Era Millenial; 2) Fatayat DDI Bersinergi dalam Ukhuwah.
# Ummahat Darud Da’wah wal-Irsyad dan Umat Di Era Millenial;  
 
# Fatayat DDI Bersinergi dalam Ukhuwah.
Daftar Bacaan Lanjutan
 
# Ngabuburit [[Ulama Perempuan]] #7: Orangtua Wajib Mendidik Anak Berpuasa.


<nowiki>https://beritabaru.co/ngabuburit-ulama-perempuan-7-orang-tua-wajib-mendidik-anak-berpuasa/</nowiki>
== Daftar Bacaan Lanjutan ==
# Ngabuburit [[Ulama Perempuan]] #7: Orangtua Wajib Mendidik Anak Berpuasa. https://beritabaru.co/ngabuburit-ulama-perempuan-7-orang-tua-wajib-mendidik-anak-berpuasa/
#Bagaimana Peran Orangtua dalam Mendidik Anak Berpuasa? Nyai Nurlia Sultan (Simpul Rahima Sul-Sel), https://www.youtube.com/watch?v=HJClW1bzKbY


# Bagaimana Peran Orangtua dalam Mendidik Anak Berpuasa? Nyai Nurlia Sultan (Simpul Rahima Sul-Sel)
<nowiki>https://www.youtube.com/watch?v=HJClW1bzKbY</nowiki>
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
{| class="wikitable"
|1.
|Nama
|:      
|Nurlia Sultan
|-
|2.
|Jenis Kelamin
|:
|Perempuan
|-
|3.
|Tempat Tgl. Lahir
|:
|Maros, 07 Agustus 1997
|-
|4.
|Pekerjaan/Jabatan
|:
|PNS/Guru PAI SMAN 5 Maros
|-
|5.
|Agama
|:
|Islam
|-
|6.
|Alamat
|:
|Jl. Pesantren PP. Wahdaniyatillah Dulang Kel. Borong Kec. Tanralili Kab. Maros Sulawesi Selatan 90553
|-
|7.
|No. Telepon/WA
|:
|085340919037
|-
|8.
|Email
|:
|-
|9.
|Riwayat Pendidikan
|:
|
# SD 1987
# MTs. Putri DDI Mangkoso1990
# MA Putri DDI Mangkoso1993
# S1 STAI-DDI Mangkoso 1998
# S2 UIN-Alauddin Makassar 2022
|-
|11.
|Pengalaman Pekerjaan
|:
|
# Guru honorer sejak thn 1990-2009
# PNS sejak tahun 2010
|-
|12.
|Pengalaman Organisasi
|:
|
# Sekertaris Yayasan Pesantren Profesi Wahdaniyatillah
# Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kab. Maros Masa bakti 2022-2027
# Ketua Bidang Kader dan Da’wah pada PC. Muslimat NU Kab. Maros 2022-2024
# Ketua Ummahat DDI Kab. Maros periode 2022-2027
|-
|14.
|Aktivitas sosial keagamaan
|:
|
# Pembina dan Pendiri PP. Wahdaniyatillah
# Pengurus Kader PP Nahdlatul Ulum Soreang Maros
# Pengurus MUI Kab. Maros
# Pembina Majelis Taklim
|-
|15.
|Karya tulis
|:
|Mengisi esai lepas pada e-portal DDI
# Ummahat Darud Da’wah wal-Irsyad dan Umat Di Era Millenial
# Fatayat DDI Bersinergi dalam Ukhuwah.
|}